Upaya mempertahankan kemerdekaan di Mojokerto tahun 1947-1949 / Nur Ainina Hafizah

Hafizah, Nur Ainina (2019) Upaya mempertahankan kemerdekaan di Mojokerto tahun 1947-1949 / Nur Ainina Hafizah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Hafizah, Nur Ainina. 2019. Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Di Mojokerto Tahun 1947-1949. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dewa Agung Gede Agung, M. Hum. Kata Kunci: Mempertahankan Kemerdekaan, Agresi Militer, Mojokerto Setiap negara menginginkan sebuah kemerdekaan, begitu juga dengan Republik Indonesia. Indonesia merdeka pada17 Agustus 1945. Akan tetapi tak berlangsung lama, negara Indonesia dihadapkan kedatangan bangsa asing. Rakyat Indonesia tidak mau segala haknya dirampas kembali oleh bangsa asing sehingga rakyat Indonesia melawan dan berusaha keras untuk mempertahankan kemerdekaan. Terjadilah Agresi Militer Belanda 1 dan 2 peristiwa tersebut dilakukan oleh pasukan Belanda untuk melumpuhkan kekuatan Indonesia dan menguasai wilayah-wilayah Indonesia. Di Jawa Timur Agresi terjadi diseluruh wilayah baik Kota maupun Kabupaten. Mojokerto merupakan wilayah yang juga ikut mempertahankan kemerdekaan baik tentara Indonesia maupun rakyat bersatu dalam mempertahankan wilayah Mojokerto agar tidak jatuh ke Belanda. Pada saat berjuang mempertahankan kemerdekaan di Mojokerto melakukan sebuah strategi gerilya yaitu sebuah strategi dalam perang yang tidak bertempur secara langsung melainkan bersembuntyi dalam hutan dan menyerang secara mendadak ke pertahanan lawan. Penelitian ini memiliki rumusan masalah yang akan dikaji sebagai berikut: (1) Bagaimana proses terbentuknya organisasi militer dan kondisi pemerintahan di Mojokerto 1944-1949, (2) Bagaimana upaya mempertahankan kemerdekaan di Mojokerto Tahun 1947-1949. Penulis menggunakan metode penelitian sejarah. Tahapan dalam penelitian sejarah ini meliputi, heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Hasil Penelitian ini diperoleh kesimpulan Bahwa (1) tahap pembentukan Tentara Indonesia dibentuk pada saat setelah pembacaan teks proklamasi kemerdekaan dengan anggota bekas tentara bentukan Jepang. Beberapa kali berganti nama dari BKR, TKR, TRI, hingga sampai sekarang bernama TNI selain pembentukan badan perjuangan resmi namun ada juga badan kelaskaran yang didirikan oleh perorangan di Mojokerto terdapat beberapa badan kelaskaran seperti BPRI, Hizbullah, Sabilillah, Pesindo. Dalam pembentukan pemerintahan saat awal kemerdekaan di Mojokerto diwarnai aksi penculikan seorang Bupati yang pro dengan bangsa asing sehingga menurut para pemuda Mojokerto diturunkan dari jabatannya dan menggantikan dengan Bupati yang baru pilihan dari rakyat. (2) pada masa perang kemerdekaan di Mojokerto juga termasuk daerah yang sering terjadi konflik bersenjata antara tentara Indonesia dan Belanda. Seperti serangan pada 17 Maret 1947 yang dilancarkan Belanda ke Mojokerto padahal pada saat itu dalam keadaan perundingan Linggarjati. Pada Agresi Militer Belanda ke II strategi perang tentara Indonesia diubah menjadi perang Gerilya wilayah Mojokerto menjadi wilayah gerilya untuk tentara Indoneisa. Perang gerilya yang terjadi pada akhir tahun 1948 di Mojokerto diberinama Wingate Hayam Wuruk yang di komandani oleh Pamoe Rahardjo dengan 4 Batalyon.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sejarah (SEJ) > S1 Ilmu Sejarah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Nov 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/91482

Actions (login required)

View Item View Item