Pelatihan dan pendistribusian gajah di Pusat Konservasi Taman Nasional Way Kambas tahun 1985-2015 / Aka Putra Brahmana

Brahmana, Aka Putra (2020) Pelatihan dan pendistribusian gajah di Pusat Konservasi Taman Nasional Way Kambas tahun 1985-2015 / Aka Putra Brahmana. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Brahmana, Putra Aka. 2019. Pelatihan Dan Pendistribusian Gajah Di Pusat Konservasi Taman Nasional Way Kambas Tahun 1985-2015. Skripsi, Program Studi Ilmu Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. R. Reza Hudiyanto, M.Hum, Pembimbing (II) Dr. Blasius Suprapta, M.Hum. Kata Kunci: Gajah, Pelatihan, Pendistribusian Taman Nasional Way Kambas merupakan tempat konservasi bagi segala jenis spesies yang dianggap langka atau hampir punah, contohnya spesies gajah Sumatera yang kini populasi di habitat aslinya semakin menurun akibat perburuan. Menurunya populasi gajah Sumatra merupakan permasalahan lingkungan yang perlu diatasi, sehingga perlu adanya suatu tempat yang dapat melindungi dan mengawasi perkembangan gajah di habitat aslinya, maka dengan itu pemerintah mendirikan Pusat Latihan Gajah pada tanggal 27 Agustus 1985 yang bertujuan untuk mengurangi dan mempersempit ruang gerak pemburu gajah Sumatra. Selain itu terbentuknya Pusat Latihan Gajah juga untuk melatih gajah-gajah liar dari hasil tangkapan yang kemudian dilatih hingga jinak. Gajah yang tergolong sudah jinak akan didistribusikan ke wilayah-wilayah Indonesia yang membutukan diantaranya di Solo, Kerinci, Bandung, dan Andalas Timber. Dari penjelasan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan perkembangan jumlah gajah yang masuk untuk melakukan pelatihan di Pusat Latihan Gajah, Taman Nasional Way Kambas tahun 1985-2015, serta jumlah gajah yang didistribusikan pasca pelatihan di Pusat Latihan Gajah, Taman Nasional Way Kambas tahun 1985-2002. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yang meliputi lima tahapan, yaitu: pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber tertulis, foto, peta, dan sumber lisan/wawancara), kritik (interen dan eksteren), interpretasi (analisis dan sintesis) dan historiografi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama perkembang jumlah gajah yang masuk di Puat Latihan Gajah, dimana terdapat peningkatan dan penuruan jumlah gajah yang dilatih, seperti pada awal pendiriannya ditahun 1985 hanya terdapat 2 ekor gajah yang dilatih, setelah itu pada tahuh 1991 terdapat 25 ekor gajah, kemudian pada tahun 1995 terdapat 6 ekor gajah, setelah itu ditahun 1997 terdapat 41 ekor gajah, hingga pada tahun 2010 tidak ada gajah yang dilatih, sampai pada tahun 2015 hanya terdapat 1 ekor gajah. Kedua, Jumlah gajah yang didistribusikan oleh Pusat Latihan Gajah Taman Nasional Way Kambas dari tahun 1985 sampai dengan tahun 2002 yaitu ada sekitar 218 ekor gajah yang sudah dikirim ke lembaga-lembaga konservasi diseluruh Indonesia yang membutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pekembangan jumlah gajah yang dilatih di Pusat Latihan Gajah Way Kambas, terjadi peningkatan serta penurunan yang menunjukan kurang stabilnya jumlah gajah yang dilatih dari setiap tahun. Sehingga data perkembangan jumlah gajah yang dilatih bersifat fluktuatif. Selain itu banyaknya gajah yang didistribusikan menjadi bukti bahwa gajah sangat bermanfaat. Penulis menyarankan perlu adanya penelitian yang membahas tentang sejarah konservasi hewan, karena sangat sedikitnya penelitian yang membahas mengenai sejarah konservasi yang ada di indonesia, sehingga perlu adanya penelitian, bukan hanya konservasi gajah saja tapi, konservasi hewan lain juga yang perlu diteliti mengenai sejarahnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sejarah (SEJ) > S1 Ilmu Sejarah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/91420

Actions (login required)

View Item View Item