Keberadaan klub sepakbola di Malang Raya tahun 1953-2005 / Ardliansyah Tsani Ghozali

Ghozali, Ardliansyah Tsani (2018) Keberadaan klub sepakbola di Malang Raya tahun 1953-2005 / Ardliansyah Tsani Ghozali. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Ghozali, ardliansyah tsani. 2018. Keberadaan Klub Sepak Bola di Malang Raya Tahun1953-2005. Skripsi. Program Studi Ilmu Sejarah. Jurusan Sejarah. Fakultas ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. R Reza Hudiyanto. M. Hum. Marsudi M. Hum Kata kunci : Keberadaan, Sepak Bola Malang. Sepak bola adalah olahraga paling menarik di antara orang-orang di Malang. Sejak tahun 1950, penduduk Malang Raya telah memiliki olahraga sepak bola. Hal ini ditandai dengan pendirian klub sepakbola bernama Persema pada tahun 1953. Pada tahun 1987 klub sepakbola kedua telah bergabung di Galatama, bernama Arema. Klub ini telah menjadikan Stadion Sepak Bola Gajayana sebagai markas mereka. Pembentukan Arema adalah Metro FC dan Persikoba Batu, masing-masing pada tahun 1998 dan 2001. Pusat sepak bola kedua dibangun di Kepanjen, yaitu Stadion Kanjuruhan. Klub-klub sepak bola ini memiliki pendukung sendiri, tetapi Arema masih merupakan yang terbesar. Apa alasan dibalik pertumbuhan klub sepakbola ini? Oleh karena itu, penelitian ini adalah dampak dari pertumbuhan klub sepakbola dan para pendukungnya. Untuk menjawab pertanyaan ini, silakan gunakan metode historis. Metode ini terdiri dari lima langkah, memilih topik, mengumpulkan sumber, menghargai temuan, menafsirkan fakta dan menyajikan hasilnya. Dari penelitian ini, kita dapat mengimplikasikan bahwa jumlah pecinta sepakbola, dan klub tidak dapat dipisahkan dari latar belakang historisnya. Malang telah menjadi pusat kegiatan olahraga hampir 80 tahun. Proses ini dilakukan oleh pendukung bentuk orang-orangnya, pemerintah dan juga perusahaan swasta. Menjadi pemain sepakbola, telah menjadi kebanggaan bagi manusia. Ini adalah keyakinan yang diyakini oleh sebagian besar penduduk di Malang. Hasil tidak langsungnya adalah pertumbuhan sekolah sepakbola di banyak tempat atau kampung di Malang. Hasil kedua saya dapat diimplikasikan dari perspektif ekonomi. Ketenaran Arema menginspirasi banyak penjual untuk menjual barang dagangan, suvenir, maskot, dan stiker yang mengandung simbol atau Arema. Pertunjukan langsung sepakbola di televisi memberikan ide untuk banyak kafe dan restoran untuk mengadakan "menonton sepak bola" untuk kehidupan dan arena untuk menonton waktu dengan menonton Arema. Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk memberikan perhatian lebih pada manajemen dan perekrutan di Persema, Persikoba dan Metro FC karena klub-klub ini masih jauh dari jangkauan di antara scollar.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sejarah (SEJ) > S1 Ilmu Sejarah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 03 Sep 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/91410

Actions (login required)

View Item View Item