Kehidupan komunitas Tionghoa di Desa Pulopancikan Kota Gresik tahun 1965-1998 / M. Syahrul Ilmi

Ilmi, M. Syahrul (2018) Kehidupan komunitas Tionghoa di Desa Pulopancikan Kota Gresik tahun 1965-1998 / M. Syahrul Ilmi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Ilmi, M. Syahrul. 2018. Kehidupan Komunitas Tionghoa di Desa Pulopancikan Kota Gresik Tahun 1965-1998. Skripsi, Program Studi Ilmu Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuliati, M.Hum (II) Dr. Dewa Agung Gede Agung, M.Hum. Kata Kunci: Kehidupan Sosial, Komunitas Tionghoa, Desa Pulopancikan. Pasca terjadi peristiwa 1 Oktober 1965 muncul berbagai aksi anti Tionghoa karena etnis Tionghoa diduga ikut terlibat. Tumbangnya rezim Orde Lama dan beralihnya pemerintahan ke Orde Baru ditangan Jenderal Soeharto, banyak peraturan-peraturan yang mendiskriminasi etnis Tionghoa di berbagai bidang sehingga menyulitkan ruang gerak etnis Tionghoa dalam beraktifitas, selain itu banyak juga terjadi kerusuhan dan kekerasan yang melibatkan etnis Tionghoa, namun masyarakat lokal Gresik dengan masyarakat Tionghoa bisa hidup berdampingan tanpa adanya konflik. Oleh karena itu penelitian ini mengambil judul tentang Kehidupan Komunitas Tionghoa di Desa Pulopancikan Kota Gresik Tahun 1965-1998. Rumusan masalah penulisan ini adalah; (1) Latar belakang masuknya etnis Tionghoa di Gresik; (2) Kehidupan kumunitas Tionghoa di Desa Pulopancikan Kota Gresik tahun 1965-1998. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yang meliputi kegiatan pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi (kritik sejarah, keabsahan sumber), interpretasi: analisis dan sintesis, dan penulisan (historiografi). Subjek penelitian ini adalah Komunitas Tionghoa di Desa Pulopancikan Kota Gresik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Gresik masa lalu merupakan kota dagang yang melayani perdagangan antar pulau dan internasional. Komunitas masyarakat yang tumbuh di Kota Gresik lambat laun berubah menjadi masyarakat multi etnis. Kedatangan masyarakat Tionghoa ke wilayah Gresik terjadi sebelum abad ke-14, pada masa kerajaan Majapahit. Gresik yang telah berkembang sebagai kota dagang yang cukup maju telah menarik perhatian para pedagang-pedagang dari golongan etnis Tionghoa mengembangkan usahanya dan membentuk suatu komunitas serta membangun pemukiman yang dikenal dengan nama pecinan. (2) Masyarakat Tionghoa di Gresik tidak tertarik dengan bidang politik. Kebanyakan orang-orang Tionghoa ini hanya mengfokuskan kegiatannya dalam bidang ekonomi. Kegiatan dalam bidang ekonomi antara pedagang pribumi dengan pedagang Tionghoa relatif seimbang sehingga tidak ada persinggungan. Aktifitas keagamaan masyarakat Tionghoa Gresik pada masa Orde Baru sangat dibatasi. Masyarakat Tionghoa maupun masyarakat lokal Gresik saling menjaga hubungan baik dan toleransi beragama antar umat. Dalam bidang sosial, masyarakat Tionghoa berusaha menjaga hubungan sosial yang baik dengan warga lokal Gresik. Dua komunitas ini tidak pernah menonjolkan perbedaan agama, suku maupun etnis. Justru perbedaan itu disatukan dalam bingkai kebersamaan dan saling menjaga, sehingga terwujud persaudaraan dan tercipta suasana yang harmonis. Bagi penelitian selanjutnya disarankan agar lebih mendalami bagaimana kehidupan komunitas Tionghoa pasca pemerintahan Orde Baru, apakah masih terjadi diskriminasi terhadap etnis Tionghoa, baik di Gresik maupun di daerah lain.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sejarah (SEJ) > S1 Ilmu Sejarah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 09 Aug 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/91409

Actions (login required)

View Item View Item