Sejarah Kota Mojokerto (1918-1942) / Wiwik Yulianingsih - Repositori Universitas Negeri Malang

Sejarah Kota Mojokerto (1918-1942) / Wiwik Yulianingsih

Yulianingsih, Wiwik (2012) Sejarah Kota Mojokerto (1918-1942) / Wiwik Yulianingsih. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata Kunci Sejarah Kota Mojokerto Mojokerto merupakan sebuah kota bekas kerajaan Majapahit yang begitu besar menguasai nusantara hingga ke luar negeri. Pada masa kerajaan Mataram Mojokerto masih bernama Japan dan masuk ke dalam wilayah Bupati Mancanegara Wetan. Seiring waktu dan kedatangan warga kolonial di Mojokerto telah mengubah bentuk kota. Dibangunnya infrastruktur oleh warga Eropa tidak membuat kota ini berkembang dengan baik. Sangat berbeda dengan kota-kota kolonial lain seperti Surabaya Malang Madiun yang maju dan berkembang menjadi sebuah kota yang besar. Mojokerto hanya menjadi sebuah kota kecil dan sangat ironi dengan masa-masa sebelumnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup proses pembangunan di Kota Mojokerto setelah ditetapkan sebagai gemeente (1918-1942) serta dampak dari pembentukan gemeente bagi perkembangan masyarakat Mojokerto pada tahun 1918-1942. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah yang dipakai untuk menyusun fakta mendeskripsikan dan menarik kesimpulan tentang masa lampau. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam metode sejarah yaitu pemilihan topik heuristik kritik interpretasi dan historiografi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah sejak dibentuknya gemeente sangat tampak pada pembangunan sarana fisik. Meski pembangunan tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi warga Eropa namun penduduk Bumi Putra juga ikut merasakan dampak positif dari pembangunan tersebut. Pembangunan yang diadakan ialah pembangunan pasar gedung pemerintahan perbaikan jalan dan kampung pemandian umum dan pengadaan air bersih. Pendidikan di Mojokerto masih belum begitu terencana sekolah-sekolah resmi baru didirikan pada akhir tahun 1940. Hiburan publik pada waktu itu masih berupa wayang panggung sandiwara dan bioskop. Dampak sosial dari diberlakukannya desentralisasi di Modjokerto menimbulkan berbagai permasalahan yang cukup kompleks. Mulai dari pencurian pembunuhan pelanggaran terhadap peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh gemeente. Berdasarkan dari hasil penelitian maka saran dari hasil penelitian ini adalah pemerintah Kabupaten dan Kota Mojokerto sepatutnya dapat mengelola dan menyimpan arsip daerah dengan baik dari zaman kuno kerajaan Majapahit hingga sekarang. Bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji tentang pendidikan masa pembentukan gemeente tahun 1918-1942 atau mengkaji tentang sejarah kota Mojokerto masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Departemen Sejarah (SEJ) > S1 Ilmu Sejarah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 31 Aug 2012 04:29
Last Modified: 09 Sep 2012 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/91367

Actions (login required)

View Item View Item