Tradisi lamaran wanita di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan / Nur Afifah Anggraini

Anggraini, Nur Afifah (2020) Tradisi lamaran wanita di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan / Nur Afifah Anggraini. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Anggraini, Nur Afifah 2019. Tradisi Lamaran Wanita di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Nyoman Ruja, S . U., (II) I Dewa Putu Eskasasnanda, S .Ant.M.A. Kata Kunci: Kebudayaan, tradisi, lamaran wadhon. Masyarakat Indonesia memiliki berbagai macam kebudayaan, wujud dari kebudayaan yaitu ide, perilaku dan hasil karya. Salah satu ide yang diwujudkan oleh masyarakat adalah tradisi lamaran wanita. Tradisi lamaran wanita merupakan tradisi unik. Tradisi ini mewajibkan perempuan melamar pria sebelum menikah tradisi semacam ini sangat berlawanan dengan tradisi di masyarakat Jawa lainnya dimana wanita biasanya berperan pasif dan hanya menunggu lamaran dari seorang pria.Berdasarkan pemaparan diatas, fokus penelitian dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sejarah yang melatar belakangi keberadaan Tradsi lamaran wanita di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan? (2) Bagaimana Proses pelaksanaan Tradisi lamaran wanita di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan? (3) Apa saja makna yang terkandung dalam tradisi lamaran wanita di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Informan kunci dalam penelitian ini berjumlah 3 yang terdiri dari kepala desa, pemangku agama Islam, pemangku agama Kristen dan informan pendukung berjumlah 8 yang terdiri dari wanita yang melakukan tradisi lamaran wadhon dan orang tua yang melakukan tradisi lamaran wanita dengan teknik pengumpulan informan yang digunakan yaitu teknik snowball. Prosedur pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang memiliki empat komponen yang diawali dengan pengumpulan data di lapangan, kemudian peneliti mereduksi data sesuai fokus penelitian, selanjutnya peneliti menyajikan data dan yang terakhir penarikan kesimpulan. Tahap penelitian ini terdiri dari tahap pra-lapangan, pekerjaan lapangan, analisis data, dan tahap penulisan laporan. Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil: (1) sejarah yang melatar belakangi tradsi lamaran wanita di Desa Balun karena cerita di masa lampau dan tradisi lamaran wanita beryujuan untuk menghargai nenek moyang, (2) proses pelaksanaan tradisi lamaran wanita di Desa Balun adalah pertama kali perjodohan yang dilakukan orang tua kedua calon wanita dan laki-laki, dan ada beberapa tahapan yang dilakukan untuk aling membantu dan melancarkan acara dalam proses lamaran wanita di Desa Balun, (3) makna yang terkandung dalam tradisi lamaran wanita adalah komposisi penduduk yang tidak seimbang yang mengakibatkan perempuan melamar terlebih dahulu dan emansipasi wanita menunjukkan bahwa wanita bisa mengambil keputusan dalam segala hal. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji mengenai makna yang terkandung pada tradisi lamaran wanita di Desa Balun. Maka peneliti menyarankan keapada peneliti selanjutnya untuk mengkaji lebih luas makna simboliknya apa saja yang terkandung di tradisi lamaran wanita.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sosiologi > S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 22 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/91323

Actions (login required)

View Item View Item