Pola asuh orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus, tunagrahita, di Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo / Muhammad Hafiedh Amirullah

Amirullah, Muhammad Hafiedh (2020) Pola asuh orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus, tunagrahita, di Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo / Muhammad Hafiedh Amirullah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Amirullah, Muhammad Hafiedh. 2019, Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus, Tunagrahita, di Kecamatan Balong, Kabupaten ponorogo, Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang, Pembimbing : Drs. Nur Hadi, M.Pd. M.Si Kata Kunci: Pola asuh, Keterbelakangan mental, Rumah harapan Penelitian ini dilakukan di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Yang menarik dari Desa tersebut terdapat puluhan warganya yang menyandang tunagrahita, bahakan sebagian dari mereka menikah sesama tunagrahita dan memiliki anak. Di Desa terebut terdapat Rumah Harapan yang dibuat pemerintah Desa untuk memberikan pelatihan, pemberdayaan, dan keterampilan untuk mereka penyandang tunagrahita agar dapat menjalani hidup dengan mandiri dan dapat memperoleh penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Dengan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Bagaimana pola asuh pasangan keterbelakangan mental terhadap anak berkebutuhan khusus; 2) Bagaimana strategi pemerintah untuk memberikan sosialisasi pola asuh; 3) Bagaimana upaya orang tua untuk membentuk kepribadian anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan sumber data menggunakan purposive sampling. Validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pola asuh pasangan keterbelakangan mental terhadap anak berkebutuhan khusus berjalan kurang baik karena mereka para orang tua memiliki keterbatasan sehingga menghambat proses interaksi terhadap anak mereka; 2) Strategi pemerintah untuk memberikan sosialisasi pola asuh terhadap pasangan keterbelakangan mental belum ada karena mereka yang berkebutuhan khusus sulit untuk diajarkan dan diberikan pengetahuan mengenai pola asuh, tujan awal sendiri dari pemerintah Desa dibuatnya Rumah Harapan hanya untuk memberikan mereka pelatihan, memberdayakan mereka, dan memberikan mereka keterampilan agar mereka bisa memperoleh penghasilan sendiri dan tidak menganggur; 3) Upaya orang tua untuk membentuk kepribadian anak terjadi kurang baik karena orang tua tidak bisa mengajarkan anak-anak mereka karena tidak memiliki bekal pendidikan sehingga masyarakat dan pemerintah yang turut membantuk mendidik anak-anak mereka, anak-anak mereka bertumbuh kembang melalui lingkungan sekitar dan lingkungan sekolahnya. Saran diberikan untuk pemerintah dan masyarakat agar turut membantu mereka pasangan keterbelakangan mental untuk mengasuh dan mendidik anak-anak mereka agar bertumbuh kembang dengan baik agar menjadi anak yang bermanfaat untuk keluarga dan negara.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sosiologi > S1 Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 03 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/91112

Actions (login required)

View Item View Item