Konstruksi sosial kerukunan umat beragama (studi kerukunan pada masyarakat beragama Hindu dan Islam Desa Glanggang Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang) / Nur Lailatul Jannah

Jannah, Nur Lailatul (2019) Konstruksi sosial kerukunan umat beragama (studi kerukunan pada masyarakat beragama Hindu dan Islam Desa Glanggang Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang) / Nur Lailatul Jannah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Jannah, Nur Lailatul, 2019. Konstruksi Sosial Kerukunan Umat Beragama (Studi Kerukunan Pada Masyarakat Beragama Hindu Dan Islam Desa Glanggang Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang), Skripsi, Jurusan Sosiologi, Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Irawan, M.Hum. Kata Kunci: Kerukunan, Konstruksi, Sosial Agama merupkaan sesuatu yang vital dalam kehidupan bermasyarakat. Di Indonesia memilki beragam agama yang menjadi ciri khas Indonesia sebagai negara yang majemuk. Dibalik kemajemukan tersebut konflik yang dilatar belakangi oleh perbedaan agama masih kerap terjadi dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui konstruksi sosial kerukunan pada masyarakat Desa Glanggang dan memiliki rumusan masalah: (1) Bagaimana proses objektivikasi dan internalisasi kerukunan beragama dalam masyarakat Desa Glanggang Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang ?, (2) Bagaimana proses eksternalisasi kerukunan beragama masyarakat Desa Glanggang Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Konstruksi Peter L.Berger dan Lukmann untuk menganalisa. Metode yang digunakanakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan perpanjangan waktu penelitian, ketekunan penelitian dan Triangulasi, adapun triangulasi yang peneliti gunakan adalah triangulasi waktu, sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukann bahwa (1) masyarakat Desa Glanggang memaknai kerukunan sebagai pedoman hidup dan ajaran agama yang harus diamalkan. Pembentukan makna tersebut dipengaruhi oleh interaksi yang ada antar masyarakat. Makna yang dibangun masyarakat tersebut yang kemudian dilegitimasi oleh aturan dan ajaran agama. Adapun yang berpengaruh dalam menginternalisasikan kosnep kerukunan adalah Keluaraga, baik ayah, ibu, mertua dan pasangan (dalam hubungan suami istri) kedua adalah lingkungan pendidikan dan yang ketiga adalah lingkungan masyarakat. (2) bentuk eksternalisasi masyarakat Desa Glanggang dalam kehidupan bermasyarakat yang berbeda agama tercermin dalam berbagai kegiatan diantaranya gotong royong dalam kerja bakti,kenduren,saling menjenguk ketika sakit, kegiatan kematian, saling mengunjungi ketika hari raya, mbiyodo dan nyinoman, ater-ater, kegiatan keagmaan dan bersih desa. Dalam berbagai kegiatan tersebut masyarakat desa yang berbeda agama saling menyesuaiakan diri dengan nilai dan norma yang berlaku pada masing-masing

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sosiologi > S1 Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 11 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/91090

Actions (login required)

View Item View Item