Penggunaan strategi reinforcement untuk mengubah perilaku hiperaktif anak autis di SLB Paedagogia Maospati / Betty Hardianti

Hardianti, Betty (2019) Penggunaan strategi reinforcement untuk mengubah perilaku hiperaktif anak autis di SLB Paedagogia Maospati / Betty Hardianti. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hardianti, Betty. 2018. PenggunaanStrategi Reinforcement UntukMengubahPerilakuHiperaktifAnakAutis Di SLB PaedagogiaMaospati.Skripsi, JurusanPendidikanLuarBiasaFakultasIlmuPendidikanUniversitasNegerimalang. Pembimbing : (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd (II) Drs.UsepKustiawan, M.Sn Kata Kunci :strategi reinforcement, perilakuhiperaktif, autis Anak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan neurobiologis yang ditandai dengan adanya keterlambatan atau kekurangan dalam bidang koqnitif, perilaku, interaksi sosial, komunikasi dan bahasa, serta gangguan emosi dan persepsi sensori bahkan pada aspek motoriknya. Biasanya anak kurang berminat melakukan kontak sosial dan kontak mata. Selain itu, anak autis memiliki ciri perilaku yang stereotype dan menstimulasi diri sendiri seperti gelisah dengan tangan atau kaki, meninggalkan area belajar serta berlari-lari. Oleh karena itu, maka anak autis perlu diberikan suatu cara yang tepat dalam menangani kasusnya, namun hal yang sering dilakukan dalam proses dasarnya adalah dengan cara modifikasi perilaku. Selain dirumah terapi, ada baiknya diterapkan di sekolah dengan menggunakan cara yang tepat dalam menerapkannya, seorang guru harus mempunyai strategi pembelajaran di kelas agar siswa selalu termotivasi dalam mengikuti materi yang diberikan. Salah satugangguan yang dialamianakautisadalahperilakuhiperaktif yang disebabkankarenadisfungsiotakdenganmemperlihatkansimtom-simtomkesulitandalammengendalikanimpuls, menghambatperilakudantidakmendukungrentangperhatian yang dapatmenyebabkanketidakseimbangansebagianbesaraktivitashidupanakautis.Perilakuhiperaktivitasditunjukkandengansikaptidakmaudiam, tidakadanyapengendaliandiri, tidakmenaruhperhatiandan impulsive. Dari perumusan masalah diatas maka tujuan dari penelitian adalah : (1) Mendiskripsikanbagaimanaperilakuhiperaktifsebelumdiberikanstrategireinforcement, (2)Mendiskripsikanperilakuhiperaktifsetelahdiberikanstrategireinforcement, (3)Mendiskripsikanbagaimanapengaruhpenggunaanstrategireinforcementterhadapperilakuhiperaktif Dalam penelitian ini penulis menggunakan Single Subject Research (SSR) atau penelitian dengan subyek tunggal, yaitu penelitian SSR memfokuskan pada data individu sebagai sample penelitian. Dalam SSR perbandingan tidak dilakukan antar individu maupun kelompok tetapi dilakukan pada subyek yang sama dalam kondisi yang berbeda. Yang dimaksud dengan kondisi ini adalah kondisi baseline dan kondisi intervensi. Kondisi baseline adalah kondisi dimana pengukuran target behavior pada subyek penelitian dilakukan pada keadaan natural sebelum diberikan intervesi. Sedangkan kondisi intervensi adalah kondisi dimana suatu intervensi telah diberikan dan target behavior pada subyek penelitian ini dilakukan dengan perbandingan antara duafase baseline dengan sekurang-kurangnya satu fase intervensi. Intervensi atau perlakuan dalam penelitian ini disebut juga variabel bebas. Menuruthasilanalisis data antarkondisiyaitusebagaiberikut :(a) Jumlah variable yang akandiubahdalampenelitianiniberjumlahsatu, yaitukondisibaselinekeintervensi, (b) Kecenderunganarahantarkondisibaseline-1 (A1) keintervensi (B) yaitumenurunkemeningkat. Hal tersebutmenandakanbahwakondisimeningkatsetelahdiberikanintervensi (B) dankondisibaseline-2 (A2) keintervensi (B) menurunkemeningkatsehinggapemberianintervensi (B) dapatmeningkatkan perilaku kontak mata subjek, (c) Perubahankecenderunganstabilitasantarkondisiintervensikebaseline-1 (A1) keintervensi (B) adalahstabilketidakstabil. Padakondisibaseline-2 (A2) keintervensi (B) adalah tidak stabil ke stabil, (d) PerilakuKurangPerhatian (kontakmata) padabaseline-1 (A1) keintervensi (B) mengalamipeningkatanperubahan level sebesar (+9), sedangkanpadaintervensi (B) kebaseline-2 (A2) mengalamipenurunansebesar (-2), (e) Perolehanpersentase data overlapdaribaseline-1 (A1) keintervensiadalah 0%, untukpersentaseoverlappadaintervensikebaseline-2 (A2) tidakdihitungdikarenakanbertindaksebagai control. Hasilpersentase overlap sebesar 0% menunjukkanpemberianintervensiberupastrategireinforcementberpengaruhterhadapperilakukurangperhatian (kontakmata) anakautis di SLB PaedagogiaMaospati. Berdasarkanhasilpenelitian yang telahdipaparkantersebutmakakesimpulannyabahwastrategi reinforcement memilikipengaruhterhadapperilakuhiperaktifaanakautis di SLB PaedagogiaMaospati. Saran yang bisadisampaikanyaitu : 1) untukguru bisameningkatkan kreativitas dan kiat-kiat khusus untuk mencari tindakan yang tepat dalam mengatasi perilaku hiperaktif anak autis, maka guru sebaiknya menerapkan Strategi Reinforcement dalam penanganan karena dapat mengubah perilaku hiperaktif anak autis. 2) dalam proses kegiatan pembelajaranselalumenerapkanStrategi Reinforcement sebagaiperaturantambahan. Selama penanganan berlangsung hendaknya tidak dalam situasi tegang namun situasi yang santai, menyenangkan dan tegas agar hasil yang diperoleh maksimal. 3) Peran orangtua sebaiknya dilibatkan dalam proses penanganan ini sangat diperlukan agar hasil yang diperoleh bisamaksimal.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Pendidikan Luar Biasa(PLB) > S1 Pendidikan Luar Biasa
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jan 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/9103

Actions (login required)

View Item View Item