Nongkrong ala sebatik: studi gaya hidup pemuda di perbatasan Indonesia-Malaysia / Okta Pujiana

Pujiana, Okta (2020) Nongkrong ala sebatik: studi gaya hidup pemuda di perbatasan Indonesia-Malaysia / Okta Pujiana. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Pujiana, Okta. 2019. Nongkrong Ala Sebatik: Studi Gaya Hidup Pemuda di Perbatasan Indonesia-Malaysia, Skripsi, Jurusan Sosiologi, Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Nur Hadi, M.Si, M.Si, (2) Nanda Harda Pratama Meiji, S.Sos, M.A Kata Kunci: Gaya Hidup, Nongkrong, Pemuda Perbatasan, Sebatik Kajian mengenai perbatasan masih terfokus pada proses pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Masih jarang bahkan mungkin belum ada yang membahas mengenai gaya hidup pemuda di perbatasan. Gaya hidup menjadi hal yang menarik untuk dikaji mengingat penelitian ini dilakukan di wilayah perbatasan yakni Sebatik, perbatasan Indonesia-Malaysia. Selain itu, gaya hidup merupakan cara seseorang beraktivitas dan menghabiskan waktu dalam kesehariannya. Aktivitas yang dilakukan seseorang terdiri dari hobi, kegemaran yang menarik, maupun segala sesuatu yang dianggap penting untuk menunjang kebutuhan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya hidup ala pemuda perbatasan dalam memanfaatkan waktu luang mereka. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana perkembangan gaya hidup nongkrong di Sebatik?; (2) Bagaimana transformasi kafe di Sebatik sebagai tempat nongkrong? Penggalian data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penggalian data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kajian pustaka. Lokasi penelitian ini berada di Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pengecekan keabsahan data dilakukan menggunakan teknik triangulasi sumber Hasil penelitian mengantarkan pada kesimpulan bahwa gaya hidup nongkrong telah dilakukan para pemuda semenjak mereka kecil. Namun, apabila dahulu para pemuda yang sekarang berusia sekitar duapuluh tahun ini nongkrong di pinggir jalan, maka sekarang mereka nongkrong di kafe. Sehingga, kegiatan di kafe yang telah dilakukan sekitar satu dekade ini tidak jauh berbeda dengan pemuda di perkotaan. Nongkrong di cafe tidak serta merta hanya untuk ngopi dan ngobrol semata. Tapi sekaligus dijadikan tempat untuk melaksanakan agenda organisasi lokal seperti rapat, diskusi, main game bareng, dialog bersama narasumber dan tempat penjamuan bagi kerabat yg berkunjung ke perbatasan. Tak heran, para pengunjung di setiap cafe saling mengenal satu sama lain karena wilayah perbatasan yg tidak begitu luas ditambah satu orang pemuda bisa mengikuti lebih dari satu organisasi atau komunitas di waktu yg bersamaan. Kafe yang sudah lama di Sebatik lebih identik dengan rumah makan, sedangkan kafe yang baru berdiri lebih mencerminkan kafe atau coffee shop.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sosiologi > S1 Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 16 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/91028

Actions (login required)

View Item View Item