Pengaruh penggunaan model pembelajaran bowling kampus terhadap keaktifan peserta didik dalam mata pelajaran sejarah Indonesia kelas X APH II di SMKN 2 Boyolangu Kabupaten Tulungagung / Teti Ermawati

Ermawati, Teti (2019) Pengaruh penggunaan model pembelajaran bowling kampus terhadap keaktifan peserta didik dalam mata pelajaran sejarah Indonesia kelas X APH II di SMKN 2 Boyolangu Kabupaten Tulungagung / Teti Ermawati. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Ermawati, Teti. 2019. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Bowling Kampus terhadap Keaktifan Peserta Didik dalam Matapelajaran Sejarah Indonesia Kelas X APH 2 Di SMKN 2Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Joko Sayono, M.Pd, M.Hum. Kata Kunci: model pembelajaran, bowling kampus, keaktifan. Pelajaran sejarah merupakan pelajaran yang membahas kejadian masa lalu, penyampaian pengetahuan sejarah harus disampaikan secara menyeluruh. Proses pembelajaran sejarah masih menggunakan metode konvensional, sehingga peserta didik kurang terlibat aktif dalam pembelajaran. Guru harus mampu memilih model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifkan peserta didik dalam belajar sejarah. Penggunaan model pembelajaran di SMKN 2 Boyolangu jarang digunakan, penggunaan model pembelajaran Bowling Kampus ini belum diketahui oleh guru sejarah SMK Negeri 2 Boyolangu, guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, penggunaan model pembelajaran Bowling Kampus penting dilakukan di SMK Negeri 2 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Penggunaan model pembelajaran Bowling Kampus digunakan untuk melihat pengaruh model pembelajaran Bowling Kampus terhadap keaktifan peserta didik dalam pembelajaran sejarah X APH II SMK Negeri 2 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-Experimental Design dengan bentuk desain One-Group Pretest-posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik X APH 2 SMKN 2 Boyolangu tahun ajaran 2019/2020. Sampel dipilih dengan cara purposive sampling, sehingga ditentukan bahwa kelas X APH 2 dijadikan sebagai kelas eksperimen tanpa adanya kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur keaktifan peserta didik. Uji hipotesis yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji t (paired sample test). Penerapan model Bowling Kampus dilaksanakan dengan 2 tahap yaitu: pertama, peneliti melakukan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional (pre- test). Kedua, peneliti melakukan pembelajaran menggunakan model Bowling Kampus sesuai dengan RPP dan LKS yang sudah dirancang (post-test), kemudian menganalisis data hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran Bowling Kampus terhadap keaktifan peserta didik. Pada kelas ekperimen sebelum perlakuan diperoleh hasil rata-rata nilai keaktifan peserta didik sebesar 36 dengan nilai terendah peserta didik 30 dan nilai tertinggi yang diperoleh adalah 59. Sedangkan pada kelas eksperimen ketika perlakuan diperoleh hasil rata-rata nilai keaktifan peserta didik sebesar 80 dengan nilai terendah 37 dan nilai tertingggi 94. Berdasarkan kriteria keaktifan peserta didik, maka peserta didik kelas eksperimen dengan persentase nilai rata-rata keaktifan sebesar 80 termasuk dalam kriteria aktif dan sebelum perlakuan dengan persentase nilai rata-rata sebesar 36 termasuk dalam kriteria kurang aktif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak atau ada pengaruh positif model pembelajaran Bowling Kampus terhadap keaktifan peserta didik dalam pembelajaran sejarah. SUMMARY Ermawati, Teti. 2019. The Influence of Using Bowling Campus Learning Model on the Activeness of Students in Indonesian History Courses at Class X Aph 2 SMKN 2 Boyolangu Tulungagung Regency. Thesis, Department of History, Faculty of Social Sciences, Malang State University. Advisor: Dr. Joko Sayono, M.Pd, M.Hum. Keywords:  learning model, campus bowling, Activeness. Historical lessons are lessons that discuss past events, the delivery of historical knowledge must be conveyed thoroughly. The teacher must be able to choose a learning model that is able to increase the activeness of students in learning history. The use of learning models in Boyolangu 2 Vocational School is rarely used, the use of the Campus Bowling learning model is not yet known by the history teacher of SMK Negeri 2 Boyolangu, the teacher still uses conventional learning models. Therefore, the use of Campus Bowling learning models is important at Boyolangu 2 State Vocational School, Tulungagung Regency. The use of Campus Bowling learning model was used to see the influence of the Bowling Campus learning model on the activeness of students in the history of learning X APH II of SMK Negeri 2 Boyolangu, Tulungagung Regency.  This study uses a quantitative approach with the type ofresearch Pre-Experimental Design with the design  of the Pretest-posttest One-Group design. The study population was all X APH 2 students of SMKN 2 Boyolangu in the academic year 2019/2020. The sample was chosen by purposive sampling, so it was determined that class X APH 2 was used as the experimental class without the control class. Data collection techniques using pre-test and post-test to measure the activity of students. The hypothesis test used in this study is the t-test (paired sample test). The application of the Campus Bowling model is carried out in 2 stages: first, the reseacher conducted learning using conventional learning (pre- test). Second, researcher conduted learning using the Campus Bowling model in accordance with RPP and LKS that have been designed (post-test), then analyze the research data. The results of the study showed the influence of the Bowling Campus learning model on the activity of students. In the experimental class before treatment, the average value of students 'activeness was 36 with the lowest score of 30 students and the highest value obtained was 59. Whereas in the experimental class the results of the students' activeness values ​​were 80 with the lowest score. 37 and the highest value 94. Based on students' accuracy criteria, the experimental class students with a percentage of the average value of activity of 80 are included in the active criteria and before treatment with the percentage average value of 36 included in the criteria of inactivity. So it can be concluded that H1 is accepted and H0 is rejected or there is the influence of Bowling Campus learning model on the activeness of students in learning history.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sejarah (SEJ) > S1 Pendidikan Sejarah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Nov 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/91012

Actions (login required)

View Item View Item