Studi deskriptif penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) pada interaksi sosial anak tunarungu di SMALB-B YPTB Malang / Leli Maulita Agustin

Agustin, Leli Maulita (2018) Studi deskriptif penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) pada interaksi sosial anak tunarungu di SMALB-B YPTB Malang / Leli Maulita Agustin. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Agustin, Leli Maulita. 2017. Studi Deskriptif Penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dalam Interaksi Sosial Anak Tunarungu di SMALB-B YPTB Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd, (II) Dr. Sihkabuden, M.Pd. Kata kunci: Interaksi, Anak Tunarungu, SIBI, BISINDO, Bahasa Isyarat, Interaksi merupakan hal yang sangat penting bagi manusia agar bisa berhubungan dengan sesamanya di dalam kehidupan bermasyarat tak terkecuali untuk anak tunarungu. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, peneliti mendapati bahwasanya di SMALB-B YPTB Malang anak tunarungu menggunakan dua bahasa isyarat yakni bahasa isyarat SIBI dan BISINDO dimana yang menjadi permasalahan kaum tunarungu adalah adanya dualisme di dalam penggunaan bahasa isyarat. Dari permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh tentang penggunaan bahasa isyarat di SMALB-B YPTB Malang. Fokus penelitian meliputi (1) Penggunaan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) di sekolah, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan SIBI dan BISINDO di sekolah, dan (3) hambatan dan upaya anak tunarungu di dalam penggunaan SIBI dan BISINDO di sekolah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Pengecekkan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi (triangulasi teknik dan triangulasi sumber). Hasil dari penelitan ini yaitu Penggunaan SIBI dan BISINDO di sekolah disesuaikan dengan siapa anak tunarungu berinteraksi. Secara normatif mereka menggunakan SIBI namun secara implementatif mereka menggunakan keduanya. Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu karena anak tunarungu mengikuti komunitas Akar Tuli, tidak adanya larangan penggunaan bahasa isyarat dan mereka meniru bahasa isyarat dari guru dan teman-temannya. Hambatan anak tunarungu hanya sebatas di dalam menggunakan gerak bibir secara cepat sehingga mereka akan meminta lawan bicaranya untuk berbicara pelan-pelan atau mengulanginya dengan cara mengeja dengan disertai oral (gerak bibir), mimik serta gestur. Saran untuk peneliti, guru, dan siswa yakni agar dapat mempelajari kedua bahasa isyarat tersebut sebagai bahasa isyarat resmi dan bahasa isyarat yang tidak resmi. Bagi pemerintahan agar merangkul setiap lembaga-lembaga yang terkait dengan tunarungu untuk mensinergi dan menyepakati tentang penggunaan bahasa isyarat sehingga terciptalah sebuah konsistensi di dalam penggunaan bahasa isyarat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Pendidikan Luar Biasa(PLB) > S1 Pendidikan Luar Biasa
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 29 Oct 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/9091

Actions (login required)

View Item View Item