Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMPLB-B YPTB Malang / Rina Dwi Kurniawati

Kurniawati, Rina Dwi (2018) Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMPLB-B YPTB Malang / Rina Dwi Kurniawati. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Kurniawati, Rina Dwi.2018. Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMPLB-B YPTB Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (2) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah, Tunarungu Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan kegiatan pembiasaan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya tunarungu harus dapat mengembangkan keterampilan dasar berbahasa antara lain menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Meskipun mereka memiliki hambatan dalam mendengar dan berbicara (tunarungu), tahap pembiasaan literasi dasar yang inti dari literasi dasar itu meliputi kegiatan membaca, berpikir, menulis. Tujuan Penelitian ini meliputi: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan GLS tahap pembisaan literasi dasar (2) Mendeskripsikan dampak pelaksanaan GLS tahap pembiasaan literasi dasar. (3) Mendeskripsikan hambatan pelaksanaan GLS tahap pembiasaan literasi dasar. (4) Upaya mengatasi hambatan pelaksanaan GLS tahap pembiasaan literasi dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti meliputi wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Dari hasil data yang diperoleh, maka dilakukan sebuah analisis data meliputi: (1) Reduksi, yaitu proses memilih, memilah dan membuang sesuatu yang tidak sesuai dengan fokus penelitian. (2) Penyajian data, dilakukan untuk melihat gambaran keseluruan hasil penelitian berupa pengkodean yang selanjutnya dapat ditarik sebuah kesimpulan. (3) Pengambilan kesimpulan, berupa mencari makna dari data yang diperoleh sampai dapat ditarik sebuah kesimpulan. Pengecekan keabsahan data diperlukan juga dalam penelitian kualitatif agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber, yaitu dengan mengecek data melalui beberapa sumber dan trianggulasi teknik, yaitu menguji data kepada sumber data dengan teknik yang berbeda. Hasil penelitian pelaksanaan gerakan literasi sekolah tahap pembiasaan literasi dasar berupa: (1) Pelaksanaan tahap pembisaan literasi dasar terdiri dari: kegiatan 35 menit membaca, jurnal membaca harian, lingkungan fisik, dan pemilihan jenis buku bacaan. (2) Dampak tahap pembiasaan literasi dasar berupa: inisiatif membaca, kepercayaan diri, pembendaharaan kata, pemahaman bacaan dan kreativitas. (3) Hambatan tahap pembiasaan literasi dasar meliputi : kondisi siswa dan sarana prasarana sekolah. (4) Upaya mengatasi hambatan tahap pembiaasan literasi dasar berupa: pemahaman bacaan diulang-ulang, buku-buku literasi diperbanyak dan tempat untuk literasi agar dibenahi. Saran dalam penelitian ini ditujukan: (1) Kepala sekolah, untuk selalu mengawasi, mengevaluasi dan meningkatkan sarana prasarana kegiatan literasi. (2) Guru kelas, meningkatkan kegiatan tahap pembiasaan literasi dasar agar lebih baik. (3) Peneliti lain, dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian dengan jenis ketunaan yang berbeda yang lebih luas dan terencana.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Pendidikan Luar Biasa(PLB) > S1 Pendidikan Luar Biasa
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 29 Jun 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/9038

Actions (login required)

View Item View Item