Pola pelestarian budaya lokal tari penthul melikan di Dusun Melikan, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi / Diah Lestari

Lestari, Diah (2020) Pola pelestarian budaya lokal tari penthul melikan di Dusun Melikan, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi / Diah Lestari. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Lestari, Diah. 2019. Pola Pelestarian Budaya Lokal Tari Penthul Melikan di Dusun Melikan Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Pebimbing: (I) Prof. Dr. H. Suko Wiyono, SH, MH. (II) Drs. Ketut Diara Astawa, SH, MSi. Kata Kunci: Program Pelestarian, Budaya Lokal, Tari Penthul Melikan Tari Penthul Melikan merupakan tari yang berasal dari Dusun Melikan, DesaTempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Didirikan oleh tiga serangkai yaitu para Kyai diantaranya, Kyai Munajah, Kyai Harjodinomo, dan Kyai Sahit pada tanggal 23 Juni 1952 sebagai hiburan Dusun Melikan ketika Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang ke tujuh tahun Merdeka. Budaya Lokal Tari Penthul Melikan ini merupakan budaya lokal yang wajib dipelihara kelestariannya, sebab Tari Penthul Melikan salah satu dari budaya lokal asli Indonesia yang sangat kental dengan kepribadian masyarakat lokal Dusun Melikan. Sesuai dengan Pasal 32 UUD NRI 1945 ayat (1) yaitu: “Negara memajukan kebudayaan Nasional Indonesia ditengah keberadapan dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.” Berdasakan pasal 32 UUD NRI 1945 ayat (1), masyarakat bebas diberikan kewenangan atas budaya yang dimiliki, maksudnya budaya lokal harus dipelihara kelestariannya sebagai salah satu budaya Nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Program Pelestarian tari Penthul Melikan, (2) Pelaksanaan program pelestarian tari Penthul Melikan, (3) Aspek nilai budaya yang terkandung dalam tari Penthul Melikan, (4) Kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan program pelestarian tari Penthul Melikan, dan (5) Upaya dalam mengatasi kesulitan pelestarian tari Penthul Melikan. Penelitian ini menggunakan pendekatatan kualitatif deskriptif untuk membuktikan kebenaran yang terjadi di lapangan terkait program pelestarian tari Penthul Melikan. Karena sebelumnya, mengalami pasang surut dan hampir tidak ada yang melestarikan tari Penthul Melikan. Pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi dilanjutkan dengan wawancara secara langsung ke lapangan, dan studi dokumentasi di Lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik model interaktif mulai dari reduksi data, penyajian data,verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan menggunakan teknik triangulasi yaitu data diuji dengan membandingkan data yang diperoleh sebelumnya dengan data yang diperoleh setelah terjun kembali ke lapangan melalui observasi dan wawancara kepada pihak kedua dan ketiga yang berkaitan dengan tari Penthul Melikan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah (1) Program Pelestarian tari Penthul Melikan sejak berdiri kembali pada tanggal 17 Agustus 2015, yaitu pembentukan sanggar seni tari Penthul Melikan, pendidikan latihan dini, pendidikan karakter, agenda latihan rutin, dan upacara setiap tanggal 17 Agustus. (2) Pelaksanaan program pembentukan sanggar tari Penthul Melikan dimulai dengan menyusun kepengurusan sanggar seni tari Penthul Melikan, kemudian menyiapkan tempat, alat musik dan kostum. Program pendidikan latihan dini dilakukan dengan merekrut putra-putri Dusun Melikan, kedua mengumpulkan anak-anak di sanggar tari Penthul Melikan, ke-tiga memberikan teknik, arahan dan pemahaman terkait tari Penthul Melikan, kemudian yang terakhir latihan yang dirutinkan setiap hari Jum’at. Program pendidikan karakter bagi siswa, tari ini mulai di jadikan Ekstrakurikuler di MIN Bendo dan MTs Tempuran. Program agenda latihan rutin untuk persiapakan undangan acara tertentu seperti acara pernikahan, khitan, syukuran dan lain-lain. Program Upacara tanggal 17 Agustus dilaksanakan dengan menggunakan bahasa jawa versi tari Penthul Melikan atau seniman tari Penthul dengan peserta 200 undangan di halaman sanggar tari Penthul Melikan di Dusun Melikan (3) Nilai budaya yang terkandung dalam Tari Penthul Melikan yaitu nilai estetika, nilai sosial, nilai religius, nilai nasionalisme (4) Kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan program pelestarikan budaya lokal tari Penthul Melikan adalah mencari partisipan, Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap budaya lokal tari Penthul Melikan, belum adanya perhatian pemerintah terkait program pelestarian budaya lokal tari Penthul Melikan (5) Upaya untuk mengatasi kesulitan pelestarian budaya lokal tari Penthul Melikan adalah mencari partisipan dilakukan dengan merekrut orang-orang yang berpengaruh di Dusun Melikan. Menambah wawasan masyarakat dengan mengadakan hiburan seni tari Penthul Melikan akan menambah rasa cinta dan menghargai budaya yang ada. Latihan dini untuk anak-anak sekitar Dusun Melikan juga merupakan salah satu upaya untuk menambah wawasan masyarakat terkait tari Penthul Melikan sebagai budaya lokal. Mempromosikan tari Penthul Melikan melalui tayangan beberapa stasiun televisi dan mendaftarkan hak cipta, agar pemerintah juga melindungi keberadaan dari tari Penthul Melikan. Upaya untuk mencukupi dana yang terbatas tari Penthul Melikan menerima sumbangan dana dari pengurus dan masyarakat sekitar Dusun Melikan. Saran yang diberikan untuk program pelestarian tari Penthul Melikan yaitu: (1) Agar tari Penthul Melikan dapat berkembang lebih baik dalam upaya pelestarian, sebaiknya pemerintah juga memberikan dukungan upaya program pelestarian tari Penthul Melikan, agar segala kebutuhan yang diperlukan dapat tercukupi. Selain, itu partisipasi masyarakat Dusun Melikan harus lebih ditingkatkan seperti pelatihan dini bagi anak-anak Dusun Melikan, hal ini bertujuan agar anak-anak dapat menghargai budaya lokal yang dimiliki. (2) Agar tari Penthul Melikan semakain berkembang pesat dalam program pelestarian. Sebaiknya, tidak hanya dilingkungan masyarakat Dusun Melikan, Tari Penthul Melikan juga harus dipamerkan dikalangan masyarakat lingkungan luar daerah. Misalnya, mengikuti pameran tari sejawa timur dan sejenisnya. Dengan begitu banyak masyarakat luas yang mengenal Tari Penthul Melikan yang berada di Dusun Melikan. (3) Agar tari Penthul Melikan dikenal oleh Mayarakat luas. Sebaiknya, pengurus tari Penthul Melikan dapat mengadakan perlobaan antar Desa yang dapat memperkenalkan tari Penthul Melikan kepada masyarakat luas, sehingga tari Penthul Melikan lebih dapat dikenal. Usaha ini dapat dilakukan pada acara perayaan HUT RI untuk meramaikan kemerdekaan RI.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/88568

Actions (login required)

View Item View Item