Implementasi pembinaan karakter bagi narapidana di rumah tahanan klas II B Kabupaten Nganjuk / Tri Agusti Windaningsih

Windaningsih, Tri Agusti (2020) Implementasi pembinaan karakter bagi narapidana di rumah tahanan klas II B Kabupaten Nganjuk / Tri Agusti Windaningsih. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Windaningsih, Tri Agusti. 2019. Implementasi Pembinaan Karakter bagi Narapidana di Rumah Tahanan Klas II B Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Margono, M.Pd, M.Si., (2) Dr. Nuruddin Hady, S.H, M.H Kata kunci: Implementasi, Karakter, Pembinaan narapidana, Rumah Tahanan Rumah Tahanan merupakan lembaga di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang bertugas serta memiliki fungsi sebagai tempat penahanan tersangka dan terdakwa selama proses penyelidikan, penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan. Namun, dalam kenyataannya saat ini Rumah Tahanan juga dijadikan sebagai tempat dilaksanakan pembinaan bagi narapidana yang merupakan tugas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Dalam hal ini Rutan berupaya untuk memberikan pembinaan agar memiliki karakter yang baik, dapat menyadari kesalahannya dan memperbaiki diri serta tidak mengulangi kembali perbuatannya sehingga dapat diterima kembali oleh masyarakat. Rumah Tahanan memiliki hak untuk membuat program-program pembinaan dengan implementasi melalui beberapa tahap agar keberhasilan perubahan karakter narapidana ke arah yang lebih baik dan mengakar pada diri, sehingga tidak mengulangi perbuatannya yang sesuai dengan nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Program pembinaan karakter di Rumah Tahanan Klas II B Kabupaten Nganjuk; (2) Implementasi pembinaan karakter di Rumah Tahanan Klas II B Kabupaten Nganjuk; (3) Faktor-faktor penghambat dan u paya mengatasi hambatan dalam pembinaan karakter di Rumah Tahanan Klas II B Kabupaten Nganjuk. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Sumber data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman yaitu melalui reduksi data, penyajian data, kemudian penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan: (1) Triangulasi Sumber; (2) Triangulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, program pembinaan karakter bagi narapidana di Rumah Tahanan Klas II B Kabupaten Nganjuk meliputi: (1) Pembinaan di bidang Keagamaan islam dan kristen yang meliputi pembinaan ceramah agama, pengajian surah Yasin yang dilakukan setiap hari jum’at sore, sholat berjamaah rutin, baca tulis Al-Qu’an serta pembinaan keagamaan kristen yang rutin dilaksanakan setiap hari kamis; (2) Pembinaan di bidang kepribadian, yang menyangkut pembinaan mental dan pembinaan fisik; (3) Pembinaan Kemandirian seperti membuat kerajinan tangan, perbengkelan, pertanian, memasak; (4) Pembinaan di bidang Olahraga dan Kesenian seperti pembiasaan hidup sehat melalui senam dan rekreasi maupun pelatihan dibidang kesenian dalam bidang musik band, hadrah Al-banjari, MC ‘Manten’ bagi narapidana yang memiliki keahlian berdasarkan minat dan bakatnya. Kedua, implementasi pembinaan karakter di Rumah Tahanan Klas II B Kabupaten Nganjuk dilaksanakan melalui empat tahap, yang mana tahapan tersebut secara berurutan adalah: (1) tahap masa pengenalan lingkungan (manepaling) dilaksanakan untuk tahanan maupun narapidana yang baru masuk pada saat menjalani (0 - 1/3 masa pidananya). (2) tahap pembinaan, yaitu dilaksanakannya pembinaan di bidang keagamaan, bidang kepribadian, bidang kemandirian, bidang olahraga dan kesenian. Tahap pembinaan dilaksanakan ketika narapidana menjalani 1/3 – ½ masa pidananya; (3) tahap asimilasi, yaitu tahap pembinaan narapidana dengan membaurkan dengan masyarakat ketika narapidana menjalani ½ - 2/3 masa pidananya. Dalam hal ini narapidana dibebaskan untuk melakukan kerja luar seperti menjadi juru parkir pada saat kunjungan keluarga berlangsung, menjadi guru dalam pembinaan tahanan maupun narapidana masa pengenalan lingkungan, mengikuti penjualan pameran hasil kerajinan tangan pada acara car free day, membuka stand makanan bagi narapidana wanita pada acara car free day, menampilkan kesenian musik band kreasi narapidana di depan Rutan Klas II B Kabupaten Nganjuk tetap dengan pengawasan petugas. (4) tahap pembinaan akhir, dilaksanakan pada saat narapidana menjalani 2/3 dari masa pidananya. Narapidana dapat memperoleh haknya untuk mengurus cuti bersyarat, pembebasan bersyarat, remisi dan cuti menjelang bebas. Ketiga, dalam melaksanakan pembinaan karakter di Rutan Klas II B Kabupaten Nganjuk tidak terlepas dari hambatan dan upaya dalam mengatasi hambatan tersebut. Hambatan yang ada adalah: (1) Kurangnya bahan bacaan mengenai cara berperilaku berdasar Al-Qur’an dan Hadist serta bahan bacaan lainnya; (2) Kurangnya kemampuan ahli yang ditunjuk sebagai pemateri dalam menyampaikan wawasan keagamaan. Sehingga kurang meningkatkan antusias pendengar, seperti berceramah tidak menggunakan inovasi yang menarik sehingga membuat kebosanan; (3) Sarana masjid yang selalu penuh pada saat sholat berjamaah berlangsung; (4) Narapidana kurang menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan sehingga lebih mementingkan tidur daripada mengikuti pembinaan keagamaan; (5) Petugas atau orang yang diamanati mengisi pembinaan keagamaan telat hadir atau bahkan tidak hadir; (6) kurangnya penguatan mental tahanan dan narapidana; (7) kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh narapidana, sehingga harus banyak berlatih; (8) sulitnya pemasaran produk hasil keterampilan; (9) kurangnya gedung dan sarana prasarana dalam kamar (blok). Setiap hambatan yang terjadi, petugas Rutan telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi hambatan yang ada dengan bekerjasama dengan pihak-pihak atau dinas terkait sehingga hambatan yang ada dapat teratasi. Berdasarkan penelitian ini, peneliti memberikan saran diantaranya: (1) bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM untuk membuat peraturan yang tegas mengenai pengadaan bahan dalam bidang kemandirian yang seharusnya difasilitasi oleh lembaga agar narapidana lebih antusias membuat keterampilan untuk menunjang kinerja setelah selesai menjalankan pidananya; (2) bagi Rutan Klas II B Kabupaten Nganjuk perlu menambah dengan pelaksanaan program pembinaan intelektual, Pendidikan mengenai kesadaran hukum, kesadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menumbuhkan jiwa nasionalisme lebih terstruktur dan sistematis seperti diadakan dalam kelas-kelas agar lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaannya; (3) bagi masyarakat, pembinaan narapidana tidak akan berhasil apabila tidak ada dukungan dari masyarakat. Dalam hal ini masyarakat harus menerima mantan narapidana kembali di tengah-tengah masyarakat, mempercayai narapidana dalam bidang pekerjaan dan pengambilan keputusan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Feb 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/88564

Actions (login required)

View Item View Item