Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dalam mengembangkan wisata Sumber Jenon di Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang / Alfisa Devi Shohibin

Shohibin, Alfisa Devi (2020) Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dalam mengembangkan wisata Sumber Jenon di Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang / Alfisa Devi Shohibin. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Shohibin, Alfisa Devi. 2019 Peran Badan Usaha Milik Desa (BumDes) dalam mengembangkan wisata Sumber Jenon di Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. Sri Untari , M.Si (2) Drs. Ketut Diara Astawa, S.H, M.Si Kata Kunci: BumDes, Wisata Sumber Jenon. Menurut Badan Pusat Statistika (2019) jumlah penduduk miskin Indonesia pada bulan Maret 2019 mencapai 25,14 juta orang atau sebanyak 9,41% dari total penduduk Indonesia dengan uraian jumlah penduduk miskin kota sebanyak 9,99 juta, sementara di daerah pedesaan sebanyak 15,15 juta. Dengan demikian, kawasan pedesaan merupakan salah satu sasaran utama dalam upaya pengentasan kemiskinan, pelaksanaan pembangunan di daerah pedesaan sangat diperlukan hal ini untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Maka pemerintahpun mempunyai kebijakan mengenai perlunya pembentukan lembaga yang dirancang mampu memberikan peluang besar untuk keberhasilan pembangunan kawasan pedesaan yang bercorak kultural sesuai dengan daerahnya sendiri dengan tujuan agar masyarakat dapat bergabung dan aktif menjadi anggota tersebut. Lembaga tingkat desa ini adalah Badan Usaha Milik Desa (BumDes). Pengelolaan Bumdes secara langsung dilakukan oleh Pemerintah Desa bersama dengan masyarakat atas dasar kemauan masyarakat yang berangkat dari adanya potensi yang dikelola menjadi permintaan pasar. BumDes Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang yang mulai bergerak untuk mengembangkan potensi yang diharapkan dapat mensejahterahkan masyarakat desa potensi tersebut adalah wisata air bernama Sumber Jenon. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Program BUMDes dalam pengembangan wisata Sumber Jenon (2) Pelaksanaan program BUMDes dalam pengembangan wisata (3) Hambatan dalam pelaksanaan program pengembangan wisata Sumber Jenon yang dilakukan oleh BUMDes (4) upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan pelaksanaan program pengembangan wisata Sumber Jenon oleh BUMDes Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dari penelitian yaitu perangkat desa, direktur BumDes, pengelola wisata Sumber Jenon, pedangang di Sumber Jenon dan pengunjung serta pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi yang dilakukan peneliti adalah observasi partisipan dengan tujuan untuk memungkinkan peneliti mengamati sendiri peristiwa dan situasi yang terkait kegiatan di wisata Sumber Jenon. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara terstruktur dan tidak struktur karena dalam pengajuan pertanyaan dilakukan secara terfokus dan bebas terkait dengan pertanyaan tentang peran BumDes dalam mengembangkan wisata Sumber Jenon. Dokumentasi dilakukan peneliti dijadikan sebagai informasi pendukung dalam temuan penelitian. Analisis data yang digunakan merujuk pada Robert K.Yin yang terdiri dari tiga langkah yaitu hasil yang diharapkan sebagai suatu pola, penjelasan saingan sebagai pola, pola yang lebih sederhana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Program yang digagas oleh BumDes Lumbung Argo Tirto dalam pengembangan wisata alam sumber jenon adalah menambah daya tarik wisata yang lebih diminati dan pengadaan pengelolaan dilakukan dengan adanya pemberdayaan sumber daya manusia untuk pengelolaan wisata Sumber Jenon. Pelaksanaan program BumDes untuk menambah daya tarik wisata dengan menambah dan memperbaiki fasilitas lalu melakukan pemasaran, sedangkan untuk upaya pengadaan pengelolaan dengan pemberdayaan Sumber Daya Manusia dengan pelatihan pengelolaan wisata. Hambatan yang ada pada penambahan daya tarik dari segi fasilitas adalah belum tersedianya lahan parkir yang dikelola oleh BumDes dan untuk pemasaran hambatan yang ada pada kurang aktifnya postingan pada sosial media sedangkan dari segi pengadaan pengelolaan dengan pemberdayaan manusia yaitu tidak adanya pelatihan secara rutin. Saran-saran yang diberikan peneliti Agar BumDes Lumbung Argo Tirto dapat mengembangkan Sumber Jenon dengan lebih baik maka disarankan untuk bekerjasama dalam urusan penyediaan lahan parkir dengan warga atau perorangan yang memiliki lahan parkir sehingga BumDes bisa mendapatkan bagi hasil dari parkir. Agar BumDes Lumbung Argo Tirto dapat mengembangkan Sumber Jenon dengan lebih baik dari segi pemasaran maka disarankan untuk rutin memposting kegiatan yang ada di Sumber Jenon dengan menjadwalnya sebanyak dua kali dalam seminggu. Agar BumDes Lumbung Argo Tirto dapat mengembangkan Sumber Jenon dengan lebih baik dari segi pengelolaan wisata maka disarankan melakukan study banding tidak hanya belajar otodidak dalam upaya pengelolaan wisata Sumber Jenon.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 20 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/88547

Actions (login required)

View Item View Item