Memudarnya nilai-nilai gotong royong pada tradisi sayan di Desa Gesika Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban / Lailatul Badriyah

Badriyah, Lailatul (2020) Memudarnya nilai-nilai gotong royong pada tradisi sayan di Desa Gesika Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban / Lailatul Badriyah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Badriyah, Lailatul. 2019. Memudarnya Nilai-Nilai Gotong Royong Pada Tradisi Sayan di Desa Gesikan Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si. (II) Dr. Nuruddun Hady, SH, M.H. Kata kunci : Memudarnya nilai gotong royong, Tradisi, Sayan Gotong royong merupakan pranata asli Indonesia yang ada sejak zaman dahulu dan tetap berlangsung hingga saat ini. Gotong royong sangat berperan penting dalam suatu pembangunan masyarakat, karena suatu pekerjaan dapat diselesaikan secara cepat dan efisien baik pekerjaan yang bersifat umum maupun individu. Dengan adaya perkembangan zaman tidak dapat dipungkiri juga berpengaruh terhadap esensi gotong royong yang semakin lama dalam pelaksanaanya mengalami penyesuaian. Begitu pula pada tradisi sayan di Desa Gesikanyang dalam pelaksanannya telah mengalami penyesuaian dengan perkembangan zaman. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) asal-usul tradisi sayandi Desa Gesikan; (2) Pola kegiatan sayanpada masa lalu di Desa Gesikan ; (3) Pola kegiatan sayan di Desa Gesikan pada masa sekarang; (4) Pemudaran nilai gotong royong pada tradisi sayandi Desa Gesikan ; (5) Faktor penyebab pemudaran nilai gotong royong pada tradisi sayandi Desa Gesikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam kepada narasumber, observasi langsung ke lapangan, dokumentasi ke lokasi penelitian dan tinjauan literatur. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan memprediksikan hasil dan berpedoman pada rumusan masalah, pengklasifikasian data,penarikan kesimpulan. Terkait menjamin keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian diketahui: (1) Asal usul tradisi sayan di Desa Gesikan merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang dan masih dilakukan hingga saat ini; (2) Pola kegiatan sayan pada bidang pertanian yaitu semua kegiatan pengolahan pertanian dilakukan dengan sistem bergantian dari satu warga ke warga lain, pemilik lahan hanya menyiapkan makanan untuk para pekerja sayan,namun dalam tahapan tandur menggunakan sitem upah uang dan diberikan peralatan untuk nginang sedangkan pada tahapan panen menggunakan sistem bawon,sayan dalam renovasi dan pembangunan rumah dilakukan dengan gotong royong, pemilik rumah menyediakan makanan untuk para warga yang membantu,Tradisi sayanhajatan atau rewang. Pada masa lalu kegiatan sayan unuk mempersiapkan untuk acara hajatan sudah dimulai 30 hari sebelum acara hajatan berlangsung. Hal ini karena banyaknya peralatan dan makanan yang perlu dipersiapkan yaitu kiso,ketepe,jajanan tradisional yang dalam pembuatannya memerlukan banyak waktu serta jumlah yang dibuat tergolong banyak sehingga kegiatan tolong menolong sayan dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan hajatan ; (3)Pola kegiatan sayanpada masa sekarang di Desa Gesikan yaitu Tradisi sayanpertanian, dewasa ini kegiatan sayan dalam bidang pertanian sudah mulai ditinggalkan dan banyak menggunakan sistem upah dengan mempekerjakan jasa buruh tani,hanya dalam tahapan pengangkutan hasil panen yang dilakukan dengan gantian atau sayan . Tradisi sayanrenovasi dan pembangunan rumah, meskipun sudah banyak warga yang dalam kegiatan merenovasi atau membangu rumah menggunakan jasa tukang bangunan atau orang yang ahli dibidangnya namun kegiatan sayan atau tolong menolong masih ada dalam kegiatan ini, yaitu pada tahapan pembongkaran bangunan lama, penurunan genting serta pemasangan genting baru. Warga yang berpartisipasi berasal dari keluarga dekat dan tetangga terdekat. Tradisi sayan Hajatan atau rewang, rewang masih banyak dilakukan warga untuk saling tolong menolong antar warga dalam mempersiapkan hajatan. Namun pada umumnya saat ini warga banyak yang menggunakan jasa juru masak serta jasa pembuatan jajanan tradisional untuk hidangan hajatan sehingga esensi tolong menolong sudah tidak seperti pada masa lalu ; (4)Pemudaran nilai gotong royong pada tradisisayanpertanian, sudah banyak menggunakan jasa buruh tani dengan sistem upah harian dan sayan pembangunan dan renovasi rumah, warga banyak menggunakan jasa tukang bangunan dalam pengerjaan membangun ataupu renovasi rumah,meskipun begitu esensi tolong menolong masih tampak pada beberapa tahapan pembangunan rumah yaitu pada tahapan pembongkaran, penurunan genting serta pemasangan genting. Sayan hajatan atau rewang masih aktif dilakukan namun dbeberapa tahapan warga banyak menggunakan jasa juru masak dan jasa pembuatan kue tradisional sehingga ruang lingkup kegiatan gotong royong semakin menyempit; (5) Faktor pemudaran nilai gotong royong pada tradisi sayandi Desa Gesikan, bertambah dan berkurangnya penduduk, kemajuan teknologi dalam bidang pertanian,pembangunan rumah dan peralatan hajatan, Pola pikir masyarakat yang cenderung praktis dan modern sehingga lebih memilih membayar jasa orang lain untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, keberagaman profesi, warga desa tidak hanya berprofesi sebagai petani tetapi sudah lebih heterogen. Saran yang diberikan peneliti sebagai berikut:Bagi pihak perangkat Desa Gesikan, seyogyanya memiliki upaya sebagai menguri-uri tradisi dan kebudayaan yang ada di desa. Kegiatan gotong royong terus dilakukan untuk tetap memperkuat persatuan dan kesatuan warga.Bagi masyarakat agar tetap melaksanakan kegiatan gotong royong walaupun dalam hal sekecil apapun. Kegiatan tolong menolong tetap dilakukan utamanya bagi warga yang memiliki tingkat ekonomi kurang mampu.Bagi generasi muda, aktif berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong dalam hidup bermasyarakat sehingga apabila kebiasaan ini terus dilaksanakan esensi gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat akan tetap ada. Tugas utama yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat adalah tetap menjaga, mempertahankan serta mewarisakan tradisi yang sangat memiliki nilai dalam masyarakat utamanya tradisi sayan ditengah perubahan zaman.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 20 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/88546

Actions (login required)

View Item View Item