Perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran ceramah pada mata pelajaran PPKn di kelas XI SMK Negeri 11 Kota Malang / Ria Cahyaningrum Santoso

Santoso, Ria Cahyaningrum (2020) Perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran ceramah pada mata pelajaran PPKn di kelas XI SMK Negeri 11 Kota Malang / Ria Cahyaningrum Santoso. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Santoso, Ria Cahyaningrum. 2019. Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis antara Siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Ceramah pada Mata Pelajaran PPKn di Kelas XI SMK Negeri 11 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. A Rosyid Al Atok, M.Pd, M.H., (II) Drs. Petir Pudjantoro, M.Si. Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kritis, Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) , Model Pembelajaran Ceramah. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menemukan gagasan, ide, pendapat, serta solusi yang akan diberikan dalam melakukan pemecahan masalah yang ada di lingkungan sekitar. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dimulai dengan menyelesaikan suatu masalah, tetapi untuk menyelesaikan masalah tersebut peserta didik memerlukan pengetahuan baru untuk dapat menyelesaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran ceramah pada mata pelajaran PPKn di kelas XI SMK Negeri 11 Kota Malang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semua dengan desain pretest posttest comparasion group. Penelitian ini dilakukan pada dua tahapan yaitu pretest dan posttest. Penelitian ini dilakukan pada dua kelas eksperimen, kelas eksperimen I diberikan perlakuan model pembelajaran PBL sedangkan pada kelas eksperimen II diberikan perlakuan model pembelajaran ceramah. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI Animasi 2 dan kelas XI KPR 2 SMK Negeri 11 Kota Malang dengan menggunakan instrumen tes soal essay yang telah dibuat oleh peneliti terlebih dahulu. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji T-test dengan rumus Paired Sample T-test melalui SPSS 16.0 for Wiindows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemapuan berpikir kritis siswa melalui pretest kelas eksperimen I yang diberikan perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning yaitu 65,00 lebih tinggi daripada nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen II yang diberikan perlakuan model pembelajaran ceramah yaitu 57,59, dan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa melalui posttest kelas eksperimen I yang diberikan perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning yaitu 75,44 lebih tinggi daripada nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen II yaitu 56,66. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran ceramah pada mata pelajaran PPKn di Kelas XI SMK Negeri 11 Kota Malang. Temuan penelitian ini dibuktikan dengan signifikasi hasil uji Paired Sample T-Test sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05 dengan kata lain H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran ceramah pada mata pelajaran PPKn di kelas XI SMK Negeri 11 Kota Malang. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi sekolah, sebagai motivasi kepada guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih aktif, (2) bagi guru, sebagai salah satu referensi model pembelajaran yang dapat digunakan olehg guru dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas, (3) bagi peserta didik, sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat mengasahkan kemampuan berpikir secara kritis, (4) bagi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, sebaagi salah satu acuan bagi peneliti lain dalam menyusun tugas akhir terutama yang berkaitan dengan model pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 17 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/88544

Actions (login required)

View Item View Item