Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung pada batik motif gajah oling di Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi / Alfian Fawaidil Wafa

Wafa, Alfian Fawaidil (2020) Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung pada batik motif gajah oling di Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi / Alfian Fawaidil Wafa. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Wafa, Alfian Fawaidil. 2019. Nilai-nilai Kearifan Lokal yang Terkandung pada Batik Motif Gajah Oling di Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang: (I) Drs. Margono, M.Pd., M.Si, (II) Rusdianto Umar, S.H., M.Hum. Kata Kunci: Nilai, Kearifan Lokal, Batik Motif Gajah Oling di Kampung Mandar Kampung Mandar merupakan kelurahan yang berada di pesisir pantai yang letaknya berada di pusat kota Banyuwangi, dengan daya tarik wisata pantai Boom yang menjadi destinasi utama menjadi daya tarik untuk berkunjung ke kampung Mandar, beragam suku menempati kampung Mandar yakni suku Madura, suku Bugis, Suku Osing dan suku Jawa, dengan mata pencaharian mayoritas sebagai nelayan. Letak kampung Mandar dengan kelurahan temenggungan yang bersebelahan banyak warga dari kampung Mandar yang belajar membatik dari kelurahan Temenggungan, yang kita tahu bahwa kelurahan Temenngungan sejak dahulu sudah ada pengrajin batik sampai sekarang, oleh sebab itu mas Ridho selaku pemilik sanggar Sisik Melik dengan melihat potensi yang ada dan untuk melestarikan batik, mulai membuka usaha batik di kampung mandar, mengingat beberapa masyarakat kampung Mandar sudah bisa membuat batik. Rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah asal-usul batik motif Gajah oling di Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi (2) Bagaimanakah pembuatan batik motif Gajah Oling di Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi (3) Apasajakah nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung pada batik motif Gajah Oling di Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi (4) Apakah kendala dalam melestarikan batik motif Gajah Oling di Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi (5) Apakah upaya dalam mengatasi kendala dalam melestarikan batik motif Gajah Oling di Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Untuk mendapatkan data, peneliti harus melalui beberapa tahapan-tahapan. Adapun prosedur pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian data diolah dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan temuan peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menjelaskan bahwa (1) asal mula batik masuk di kampung Mandar karena beberapa warga yang berasal dari kampung Mandar mulai belajar membatik kepada mbah Sum yang sejak jaman penjajahn jepang sudah mulai membatik yang berasal dari kelurahan Temenggunganyang bersebelahan dengan kampung Mandar. (2) Proses pembuatan batik motif Gajah Oling di kampung Mandar hampir sama dengan proses pembuatan batik pada umumnya, dimulai dengan persiapan alat dan bahan, meliputi, wajan batik, canting, gawangan, bak besar, kuas dan gelas plastik, sarung tangan serta taplak, untuk bahannya menggunakan kain mori, malam batik, pewarna batik yaitu naphtol dan remashol. Setelah itu masuk prose pengolahan kain, memototong kain, pemindahan pola batik pada kain, proses pencantingan, proses pewarnaan, lalu pelodoran malam dan yang terakhir proses penjemuran. (3) Nilai-nilai kearifan yang terkandung pada batik motif Gajah Oling adalah sebagai berikut: (a) ingat terhadap kebesaran Tuhan (b) hati yang bersih (c) siklus kehidupan (d) keragaman suku dan letak geografis. (4) Prose pembuatan batik yang membutuhkan waktu yang lama membuat masyarakat kampung Mandar kurang minat dalam menekuni atau belajar membatik, hal ini menjadi kendala dalam melestarikan batik di kampung Mandar. (5) Beberapa upaya untuk mengatasi kendala dalam melestarikan batik di kampung Mandar dengan memberikan edukasi mengenai batik beserta peluang bisnis batik, serta mas Ridho dan teman-teman lainnya aktif dalam berbagai kegiatan batik demi terciptanya inovasi-inovasi baru di bidang batik yang nantinya bisa diajarkan ke masyarakat kampung Mandar. Diharapkan ada dukungan dari berbagai pihak dalam menunjang perkembangan batik di kampung Mandar dengan melakukan berbagai upaya diantaranya sebagai berikut: (1) Bagi pengrajin batik sanggar Sisik Melik diharapkan terus gencar untuk memberikan edukasi kepada masyrakat kampung Mandar sehingga warga tergerak untuk belajar dan menekuni usaha batik (2) Pemerintah Kelurahan kampung Mandar seharusnya bisa memaksimalkan potensi batik yang ada di kampung Mandar, mengingat potensi yang sangat besar dari sektor ekonomi apabila pemerintah kelurahan bisa ikut berperan aktif dalam pelestarian batik di kampung Mandar. (3) Bekerjasama dengan berbagai sektor usaha serta melibatkan masyarakat, pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mengembangkan batik di kampung Mandar.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/88525

Actions (login required)

View Item View Item