Strategi pengembangan cinta budaya masyarakat melalui "Rumah Budaya Karno" di Desa Wunut Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo / Yolanda Serli Devana

Devana, Yolanda Serli (2020) Strategi pengembangan cinta budaya masyarakat melalui "Rumah Budaya Karno" di Desa Wunut Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo / Yolanda Serli Devana. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Devana, Serli Yolanda. 2019. Strategi Pengembangan Cinta Budaya Melalui Rumah Budaya Karno di Desa Wunut Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Prodi PPKn, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si, (2) Dr. Didik Sukriono, S.H.,M.Hum. Kata Kunci: Strategi, Pengembangan, Cinta Budaya Budaya merupakan cara hidup yang dimiliki oleh sekelompok manusia dan diberikan secara turun-temurun, budaya sendiri memiliki keistimewaan dan harus dijaga bahkan dilestarikan sebagai identitas suatu kelompok. Indonesia merupakan negara yang memiliki budaya luas dan karena keanekaragaman budaya masyarakat Indonesia harus bisa menjaga dan melestarikan budaya. Salah satu contoh adalah dengan adanya rumah budaya sebagai tempat untuk melestarikan dan menjaga budaya yang ada, bukan hanya melestarikan atau menjaga tetapi menggali budaya yang belum diketahui oleh masyarakat Indonesia. Rumah budaya dapat menjadi contoh masyarakat untuk membuat rumah budaya lain dan sebagai salah satu cara untuk menjaga budaya Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan yaitu untuk menjelaskan: (1) sejarah terbentuknya rumah budaya Karno di desa Wunut Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, (2) ragam budaya yang terdapat dalam rumah budaya Karno di desa Wunut Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, (3) strategi pengembangan cinta budaya melalui rumah budaya Karno di desa Wunut Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, (4) kendala yang dihadapi oleh rumah budaya Karno untuk mengembangkan rasa cinta budaya di Desa Wunut Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, (5) upaya mengatasi kendala yang muncul dalam program rumah budaya Karno di Desa Wunut Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif karena dalam melakukan penelitian menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti. Lokasi penelitian adalah rumah budaya Karno di Desa Wunut Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, prosedur pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah manusia yaitu peneliti. Analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan atau keajegan pengamatan dan triangulasi. Temuan penelitian dalam penelitian ini menghasilkan lima pembahasan yaitu (1) sejarah terbentuknya rumah budaya Karno pada tahun 1971 atas dasar rasa prihatin Pak Karno terhadap budaya yang sudah mulai luntur, dan karena keahlian Pak Karno dalam seni dan budaya sehingga mendirikan rumah budaya Karno sebagai tempat untuk masyarakat belajar tentang budaya, (2) ragam budaya yang terdapat dalam rumah budaya Karno terdiri dari seni rupa terapan desain dan dekorasi, seni rupa terapan kriya dan seni tari, (3) strategi pengembangan cinta budaya melalui rumah budaya Karno dibagi menjadi dua bagian yaitu secara internal dan eksternal. Strategi pengembangan rumah budaya Karno secara internal terdiri dari: (a) kegiatan bedah buku budaya tak benda, kegiatan ini adalah bedah buku yang dihadiri oleh budayawan dan dinas pendidikan bidang kebudayaan Kabupaten Sidoarjo dan masyarakat, kegiatan bedah buku yang ditulis oleh Henry Nur Cahyo pada tanggal 11 april 2019 di rumah budaya Karno, (b) kegiatan cinta budaya melalui kegiatan pentas seni budaya keroncong, yang dihadiri oleh budayawan dan masyarakat dengan bintang tamu utama adalah sundari soekotjo dan diadakan pada tanggal 10 maret 2019, (c) sarahsehan kebudayaan yang telah dilakukan selama 178 kali dirumah budaya Karno, dan terakhir kalinya dilaksanakan pada 19 juni 2019 dengan tema buku dan permasalahannya, (d) pembuatan dan penjualan buku Candi Pari yang ditulis sendiri oleh Pak Karno dengan memberikan informasi terkait Candi Pari kepada masyarakat, (e) pembuatan buku bersama penulis Henry Nurcahyo dengan tema jelajah cagar budaya Sidoarjo peninggalan jaman klasik, (f) menjadikan Desa Wunut menjadi desa budaya merupakan salah satu keinginan Pak Karno melalui rumah budaya Karno diharapkan Desa Wuntu dapat diketahui sebagai desa budaya dengan berbagai kegiatan budayanya yang diselenggarakan di rumah budaya Karno. Strategi selanjutnya adalah secara eksternal terdiri dari: (a) baju kemanten, kegiatan ini diselenggarakan di kegiatan karnaval Kabupaten Sidoarjo dan Pak Karno sebagai desainer dari baju kemanten yang akan digunakan sebagai kostum karnaval, (b) kegiatan seminar, kegiatan seminar sering diikuti Pak Karno sebagai pemateri salah satu contohnya adalah pemateri di seminar Unibversitas Negeri Sunan Ampel Surabaya dan pemateri di seminar yang diselenggarakan di Museum Mpu Tantular Sidoarjo, (c) pendiri Guk Yuk, Guk Yuk merupakan ajang bakat yang diselenggarakan di Kabupaten Sidoarjo dan diikuti oleh putra putri terpilih Kabupaten Sidoarjo, (d) kegiatan munali patah, merupakan kegiatan yang memberikan penghargaan kepada Pak Karno sebagai pejuang kebudayaa. (4) ) kendala yang dihadapi oleh rumah budaya Karno untuk mengembangkan rasa cinta budaya di Desa Wunut Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo adalah dana untuk menyelenggarakan kegiatan, partisipasi masyarakat yang rendah dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang rumah budaya Karno. (5) upaya untuk mengatasi kendala yang muncul dalam program rumah budaya Karno di Desa Wunut Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo adalah menggunakan dana pribadi, kegiatan harus tetap berjalan meskipun partisipasi masyarakat kurang, dan mengenalkan rumah budaya Karno melalui kegiatan seminar dan media sosial. Saran yang diberikan peneliti kepada pemilik rumah budaya Karno adalah mengenalkan rumah budaya Karno melalui media sosial Instagram karena saat ini instagram adalah media sosial yang diminati berbagai kalangan, pemilik rumah budaya Karno dapat mengajak remaja dan siswa untuk membuat kegiatan bersama dengan ide-ide dari mereka, dan setiap kegiatan yang diselenggarakan dirumah budaya Karno sebaiknya didokumentasikan agar menjadi dokumen pribadi yang dimiliki oleh rumah budaya Karno dan dapat diketahui oleh masyarakat ataupun yang ingin belajar di rumah budaya Karno agar mengetahui kegiatan yang pernah diselenggarakan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/88521

Actions (login required)

View Item View Item