Upaya pemerintah desa dalam melestarikan nilai kearifan lokal kesenian bantengan di kawasan wisata Pacet Kabupaten Mojokerto Jawa Timur / Habsyi Ashabie Pasaka

Pasaka, Habsyi Ashabie (2019) Upaya pemerintah desa dalam melestarikan nilai kearifan lokal kesenian bantengan di kawasan wisata Pacet Kabupaten Mojokerto Jawa Timur / Habsyi Ashabie Pasaka. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Pasaka, Habsyi Ashabie. 2019. Upaya Pemerintah Desa Dalam Melestarikan Nilai Kearifan Lokal Kesenian Bantengan di Kawasan Wisata Pacet Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si (II) Dr. Nuruddin Hady, S. H, M.H Kata kunci: Pemerintah Desa, Nilai Kearifan Lokal, Kesenian Bantengan Seni Tradisi Bantengan merupakan sebuah seni pertunjukan budaya tradisi yang menggabungkan unsur dari bela diri, pertunjukan tari, mantra, atau musik dengan nuansa magis. Menggabungkan antara seni silat dan seni musik gamelan yang berpadu dengan kisah perjuangan masa kolonial yang dibumbui dengan kondisi kesurupan. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengungkap kesenian Bantengan, mengetahui bagaimana peran pemerintah desa dalam melestarikan nilai kearifan lokal kesenian Bantengan serta problamatikan yang dihadapi pemerintrah desa dalam melestarikan kesenian Bantengan. Penelitian mengenai peran pemerintah desa dalam melestarikan nilai kearifan lokal (Bantengan) di kawasan wisata Pacet Kabupaten Mojokerto ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki, peneliti bersifat deskriptif memberikan gambaran lebih detail mengenai suatu gejala berdasarkan data yang ada, menyajikan data, menganalisis, dan menginterprestasi . Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah desa dalam amelestarikan nilai kearifan lokal kesenian bantengan, dengan diaadakannya festival bantengan, ruwah desa, pemerintah menghimbau anggota paguyuban agar mengajak masyarakat dalam pertunjukan kesenian Bantengan. Berdasarkan penelitian terhadap peran pemerintah desa dalam melestarikan nilai kearifan lokal kesenian Bantengan di kawasan wisata Pacet Kabupaten Mojokerto, peneliti memberikan saran: 1) Untuk memberikan Motivasi Kepada Ketua Paguyuban Kesenian Bantengan yang ada di Kawasan Wisata Pacet, Pemerintah Desa seharusnya memberikan penambahan dan untuk konsumsi dan apresiasi kepada setiap paguyuban Kesenian Bantengan yang 17 agustus dan Ruwah Desa. (2) Agar Stigma Negativ yang melekat pada Kesenian Bantengan dapat perlahan hilang, sebaiknya personil mengikuti Acara Desa, Karnaval kesenian Bantengan dilarang untuk meminum-minuman keras ketika pementasan serta menegur penonton yang mabuk. (3) Untuk memperbanyak kader setiap paguyuban kesenian Bantengan, seharusnya melakukan sosialisasi kepada karang taruna Desa, sehingga muda untuk mencari kader muda. (4) Untuk mempermudah urusan dengan birokrasi pemerintahan Desa, sebaiknya dibentuk sebuah tim tersendiri yang khusus untuk mengurusi kerumitan berurusan dengan birokrasi, sehingga anggota paguyuban yang lain tetap fokus terhadap pementasan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 26 Nov 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/88513

Actions (login required)

View Item View Item