Penerapan strategi pembelajaran multiple intelligences dalam mata pelajaran PPKn untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Wahid Hasyim Kota Malang tahun ajaran 2018/2019 / Muchammad Choirul Bashori

Bashori, Muchammad Choirul (2019) Penerapan strategi pembelajaran multiple intelligences dalam mata pelajaran PPKn untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Wahid Hasyim Kota Malang tahun ajaran 2018/2019 / Muchammad Choirul Bashori. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Bashori, M.C. 2019. Penerapan Strategi Pembelajaran Multiple Intelligences dalam Mata Pelajaran PPKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Wahid Hasyim Malang Tahun Ajaran 2018/ 2019. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Drs. Margono, M.Pd, M.Si., (2) Dr. Sri Untari, M.Si. Kata Kunci: strategi pembelajaran, multiple intelligences, hasil belajar. Berdasarkan Observasi yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 6 Maret 2019 di kelas VIII B SMP Wahid Hasyim Kota Malang dengan materi Sumpah Pemuda dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Hasilnya peneliti menemui hasil belajar yang masih tergolong rendah. Hal itu diketahui dengan jumlah siswa mencapai 10 anak yang belum mengalami ketuntasan belajar. Ada cara guru yang lumrah dilakukan yaitu dengan melakukan kegiatan remidi bagi siswa yang nilainya dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditargetkan oleh pihak sekolah untuk mata pelajaran PPKn. Namun kegiatan remidi itu tidak bisa dijadikan solusi alternatif untuk memperbaiki nilai hasil belajar siswa. Dari permasalahan tersebut peneliti mengupayakan adanya perubahan dengan menerapkan strategi pembelajaran multiple intelligences. Strategi pembelajaran multiple intelligences ini memiliki tahapan antara lain: a) proses transfer ilmu dua arah, guru mengajar atau memberikan presentasi dan proses kedua siswa belajar atau siswa beraktivitas; b) menggunakan modalitas belajar yang tertinggi, yakni: visual, auditori, dan kinestitas; c) mengaitkan materi yang diajarkan dengan aplikasi dalam kehidupan sehari- hari, d) menyampaikan materi yang diajarkan kepada siswa dengan melibatkan emosinya, hindarkan pemberian materi secara hambar dan membosankan, e) pembelajaran dengan melibatkan partisipasi siswa untuk menghasilkan manfaat yang nyata dan dapat langsung dirasakan oleh orang lain. Hakikatnya strategi pembelajaran hanyalah konsep yang perlu diterapkan dalam metode yang mendukung dilaksankannya strategi pembelajaran tersebut. Hasil belajar pada saat pra tindakan adalah 60,2 yangmerupakan rata- rata nilai satu kelas, dengan kategori kurang. Untuk ketuntasan siswanya sebanyak 11 siswa dari total 32 siswa, atau hanya sebesar 34, 4% saja. Siklus I menunjukkan peningkatan denganrata- rata kelas sebesar 69,38 dengan kategori kurang. Hasil belajar masih dibawah KKM yang ditargetkan oleh sekolah yaitu dengan nilai 70. Tingkat ketuntasan belajarnya adalah 21 dari 32 total siswa. Ketuntasan belajar siswa ini apabila dibuat satuan persen adalah 65,63%. Peningkatan terjadi juga pada siklus II. Hasil belajar siswa adalah 79,22 dengan kategori cukup. Nilai hasil belajar tersebut merupakan rata- rata kelas. Sedangkan untuk ketuntasan belajar menjadi 28 dari total 32 siswa atau sebesar 87,5%. Peningkatan dari pra tindakan menuju siklus I, dan siklus II untuk rata- rata kelas adalah 9,18 dan 9,84. Sedangkan peningkatan ketuntasan belajar siswa mulai dari pra tindakan sampai dengan siklus II adalah 31,23% dan 21,87%. ABSTRACT Bashori, M.C, 2019. Application of Multiple Intelligences Learning Strategies in PPKn Subjects to Improve The Learning Outcomes of Eight Grade Students in the Junior High School of Wahid Hasyim in Malang 2018/ 2019. Thesis, Department of Pancasila and Citizenship Education, Law and Citizenship Department, Faculty of Social Sciences, State University of Malang, Advisor (1) Drs. Margono, M. Pd, Si, (2) Dr. Sri Untari, M.Si. Keywords: learning strategies, multiple intelligences, learning outcomes. Based on observations carried out on Wednesday, March 6, 2019 in class VIII B, Wahid Hasyim Middle School, Malang City, with the Youth Oath material in the Frame of Bhinneka Tunggal Ika. The result is that researchers meet learning outcomes that are still relatively low. This is known by the number of students reaching 10 children who have not experienced mastery learning. There is a normal way teachers do that is by doing remedial activities for students whose grades are below the Minimum Completion Criteria targeted by the school for PPKn subjects. However, remedial activities cannot be used as alternative solutions to improve the value of student learning outcomes. From these problems the researchers seek change by applying multiple intelligences learning strategies. The strategy for learning multiple intelligences has stages including: a) the process of transferring two-way knowledge, the teacher teaching or giving presentations and the process of both students learning or students doing activities; b) using the highest learning modalities, namely: visual, auditory, and kinestity; c) linking the material taught with the application in daily life, d) conveying the material taught to students by involving their emotions, avoid giving material in bland and boring, e) learning by involving student participation to produce tangible and immediate benefits by others. The nature of learning strategies is only a concept that needs to be applied in a method that supports the implementation of the learning strategy. Learning outcomes at the time of pre-action is 60.2 which is the average value of one class, with less categories. For the completeness of the students as many as 11 students out of a total of 32 students, or only 34, 4%. The first cycle showed an increase with the class average of 69.38 with less categories. Learning outcomes are still below the KKM which is targeted by schools with a value of 70. The level of mastery learning is 21 out of 32 total students. This student learning completeness when made in percent units is 65.63%. The increase also occurs in cycle II. Student learning outcomes are 79.22 with sufficient categories. The value of learning outcomes is a class average. While for learning completeness to be 28 out of a total of 32 students or equal to 87.5%. The increase from the pre-action to the first cycle, and the second cycle for the class average are 9.18 and 9.84. While the increase in student learning completeness ranging from pre-action to the second cycle was 31.23% and 21.87%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 25 Nov 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/88511

Actions (login required)

View Item View Item