Studi cross sectional antropometri anak kelas 1 sampai dengan 6 di SD Negeri 1 Bantur (wilayah dataran rendah) / Muhammad Anwar

Anwar, Muhammad (2020) Studi cross sectional antropometri anak kelas 1 sampai dengan 6 di SD Negeri 1 Bantur (wilayah dataran rendah) / Muhammad Anwar. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Anwar, Muhammad. 2019. Studi Cross Sectional Antropometri Kelas 1 sampai dengan Kelas 6 Dataran Rendah di SD Negeri 1 Bantur. Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ari Wibowo Kurniawan, M.Pd., (II) Dona Sandy Yudasmara, S.Pd, M.Or. Kata Kunci: cross sectional, antropometri, dataran rendah Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi tidak hanya memberikan gambaran mengenai asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk proses biologis, namun juga dapat memberikan penjelasan mengenai perubahan antropometri yang terjadi pada seorang individu. Perbedaan antara struktur wilayah dan sistem perekonomian pada masyarakat dataran tinggi dan dataran rendah akan mempengaruhi pola hidup masyarakat, sehingga antropometri gizi antara masyarakat dataran tinggi dan dataran rendah kemungkinan berbeda antropometri gizinya. Namun perkembangan zaman saat ini banyak menghabiskan waktu anak di depan televisi dan gadgetnya. Fenomena tersebut membuat aktivitas fisik anak berkurang dan sangat berpengaruh kepada pertumbuhan antropometri tubuh anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran antropometri tubuh siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6 di SD Negeri 1 Bantur (wilayah dataran rendah) beralamatkan jalan Raya Bantur Dusun Krajan, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 135 siswa mencakup siswa dan siswi kelas 1-6. Data yang ada kemudian dikelompokkan dalam norma yang telah ditetapkan kemudian penghitungan statistik menggunakan non parametrik dengan uji normalitas shapirro-wilk, uji Kruskall-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil pengolahan data menggunakan uji normalitas shapiro-wilk, uji Kruskall-wallis dan uji mann-whitney. Pengukuran antropometri setiap masing-masing tingkatan kelas akan dihitung. Hasilnya menunjukkan hasil pengukuran antropometri siswa kelas 1 dan kelas 2 memiliki signfikansi .488 > 0.05 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan. Kemudian pengukuran antropometri kelas 2 dan 3 memiliki signifikansi .001<0.005 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan. Lalu hasil pengukuran antropometri kelas 3 dan 4 menunjukkan signifikansi sebesar .022 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan. Kemudian hasil pengukuran siswa kelas 4 dan 5 memiliki signifikansi .102 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan. Pada kelas terakhir, yaitu hasil pengukuran kelas 5 dan 6 ini memiliki signifikansi sebesar .749 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil pengukuran antropometri. Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengukuran antropometri anak mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 memiliki perbedaan dari segi peningkatan per kelas sesuai dengan metode penelitian yaitu cross sectional yang dilakukan saat berada di lingkungan sekolah.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) > Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK) > S1 Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 04 Feb 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/87068

Actions (login required)

View Item View Item