Peran Pemerintah Daerah dalam melestarikan batik matoa khas Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan / Putri Innasa Muashomah

Muashomah, Putri Innasa (2020) Peran Pemerintah Daerah dalam melestarikan batik matoa khas Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan / Putri Innasa Muashomah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Muashomah, Putri Innasa. 2019. Peran Pemerintah Daerah Dalam Melestarikan Batik Matoa Khas Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nurul Aini, M.Pd. (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata Kunci: peran, melestarikan, batik matoa Batik Matoa merupakan batik tulis unggulandari Kecamatan Sukorejo yang menggunakan tanaman matoa sebagai motif dan bahan pewarnanya.Oleh pemerintah daerah, batik ini telah diupayakan pelestariannya, namun upaya tersebut belum maksimal untuk menunjang produksi batik matoa.Selama ini, pemerintah hanya menyediakan pameran saja untuk melestarikan batik. Selain itumasyarakat kurang tertarik untuk memproduksi Batik Matoa padahal pasarnya sangat bagus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik batik dan peran apa saja yang dilakukan oleh pemerintah untuk melestarikan batik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Informan dalam penelitian ini antara lain pengrajin batik matoa, dan 2 staf pemerintahan. Informan tersebut adalah seseorang yang berurusan langsung dengan obyek penelitian ini dan memiliki banyak informasi tentang pembahasan yang diangkat peneliti. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan tekniktriangulasi. Berdasarkan analisis data, maka hasil yang didapat adalah (1) karakteristik motif batik matoa yaitu motif ornamen terdiri dari rangkaian buah, daun, tangkai, serta truntum sedangkan motif isen-isennya adalah cecek-cecek. Sedangkan karakteristik bahan pewarna ialah bahan pewarna dari alam tanpa campuran bahan kimia, (2) peran pemerintah sebagai fasilitator yaitu pameran, pasar murah, dan festival, (3) peran pemerintah sebagai katalisator yaitu penyusunan buku profil IKM dan program Satrya Emas, (4) peran pemerintah sebagai regulator yaitu sertifikasi Batik Mark, (5) faktor pendukung yaitu ketersediaan bahan baku, sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya tenaga kerja dan perlindungan hak cipta belum efektif, dan (6) solusinya yaitu mensosialisasikan batik dan pelatihan membatik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemerintah menjalankan perannya dalam pelestarian batik dengan baik, namun ada hal-hal yang perlu untuk diperhatikan dan lebih ditingkatkan lagi. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka dalam melakukan kegiatan pelestarian diharapkan pemerintah memperhatikan kaidah pelestarian obyek warisan budaya tak benda, melakukan kegiatan pelestarian melalui organisasi masyarakat seperti PKK, dan mengembangkan batik matoa sebagai obyek pariwisata edukasi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknologi Industri (TI) > S1 Pendidikan Tata Busana
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 15 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/85790

Actions (login required)

View Item View Item