Perbedaan hasil belajar simulasi digital melalui penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) dibandingkan dengan Problem Posing (PP) pada siswa kelas X keahlian teknik komputer jaringan di SMK Negeri 2 Turen / Muh. Firstyandy

Firstyandy, Muh. (2020) Perbedaan hasil belajar simulasi digital melalui penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) dibandingkan dengan Problem Posing (PP) pada siswa kelas X keahlian teknik komputer jaringan di SMK Negeri 2 Turen / Muh. Firstyandy. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Firstyandy, M. 2019. Perbedaan Hasil Belajar Simulasi Digital Melalui Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explainig (SFaE) Dibandingkan Dengan Problem Posing (PP) Pada Siswa Kelas X Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMK Negeri 2 Turen. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata Kunci: hasil belajar, model pembelajaran SFaE, model pembelajaran Problem Posing, Simulasi Digital. Bedasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Simulasi Digital kelas X TKJ di SMK N 2 Turen, ada beberapa masalah dalam proses pembelajaran. Masalah-masalah ini meliputi: belajar masih berpusat pada guru, siswa masih terpaku pada buku, metode belajar tidak sesuai dengan gaya belajar dan karakteristik siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan hasil belajar. Model pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu model SFaE dan model Problem Posing. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui perbedaan hasil belajar menggunakan penerapan model SFaE dan Problem Posing; (2) Mengetahui pengaruh hasil belajar penerapan model SFaE; (3) Mengetahui pengaruh hasil belajar penerapan model Problem Posing; (4) Dan mengetahui perbandingan hasil belajar Simulasi Digital karena penerapan model SFaE dibandingkan dengan model Problem Posing. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi exsperimental design (eksperimen semu) dengan tipe Pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TKJ 1 sebagai kelompok A dan X TKJ 2 sebagai kelompok B. Sampel yang digunakan berjumlah 68 siswa, masing-masing kelas terdiri dari 35 dan 33 siswa. Instrumen pengukuran berupa tes kognitif dan lembar observasi psikomotorik. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan Independent-Sample T Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Adanya perbedaan hasil belajar karena penerapan model pembelajaran SFaE dan model pembelajaran Problem Posing; (2) Adanya pengaruh hasil belajar karena penerapan model pembelajaran SFaE yaitu, memiliki nilai rata-rata dari kategori sangat rendah menjadi kategori tinggi; (3) Adanya pengaruh hasil belajar karena penerapan model pembelajaran Problem Posing yaitu, memiliki nilai rata-rata dari kategori rendah menjadi kategori tinggi; (4) Terdapat perbedaan hasil belajar pada kelompok model SFaE dibandingkan model Problem Posing. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan hasil belajar ranah kognitif dan ranah psikomotorik Simulasi Digital karena penerapan model pembelajaran SFaE dibandingkan dengan model pembelajaran Problem Posing. Berdasarkan hasil perbedaan rerata tersebut, model pembelajaran yang lebih unggul pada ranah kognitif dan ranah psikomotor yaitu model pembelajaran SFaE.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Elektro (TE) > S1 Pendidikan Teknik Informatika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 14 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/84984

Actions (login required)

View Item View Item