Pemanfaatan laboratorium IPA untuk matapelajaran biologi kelas I di SMU Negeri Pagak Kabupaten Malang <BR>oleh Umi Pujiati

Pujiati, Umi (2002) Pemanfaatan laboratorium IPA untuk matapelajaran biologi kelas I di SMU Negeri Pagak Kabupaten Malang <BR>oleh Umi Pujiati. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pembelajarana kan memberikanh asil maksimal apabila dilakukan dengan melibatkanin dra siswas ebanyakm ungkins ebagasi aluranp enerimaanin formasi. Hal ini memungkinkan siswa menyerap informasi lebih banyak dan menyimpannyale bih banyakp ula. Dr. Vernon A. Magnesanm enyatakan.bahwa kegiatanb elajary ang dilakukand enganm embacah anyam emperolehh asil 10% dari apay angd ibaca a pabilad ilakukand enganm endengarh asil yangd iperoleh 20o/o apabila digabung dengan melihat dan mendengar hasil yang diperoleh sebanyak5 0o/o 70od/oip erolehm elalui apay angd ikatakan d an 90% hasilb elajar diperolehd ari apay ang dikatakand an dilakukan. Ini berarti pembelajaranB iologi memerlukan keaktifan siswa secara langsung dalam suatu kegiatan yang dilakukand i laboratoriumIP A. Laboratorium IPA merupakan jantung bagi pembelajaran Biologi. Di laboratorium siswa dapat melakukan percobaan pengamatan pengujian membuat prediksi atau merumuskan hipotesis berkaitan dengan matapelajaran Biologi. Didasari paparan tentang pentingnya laboratorium IPA untuk matapelajaranB iologi maka dipandangp erlu untuk melakukanp enelitiant entang pemanfaatan laboratorium IPA untuk matapelajaran Biologi kelas I di SMU Negeri Pagak Kabupaten Malang. Prnelitian bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Persepsit entang pemanfaatanla boratorium IPA untuk matapelajaranB iologi (2) Fasilitas yang tersedia di laboratorium IPA (3) Bentuk pemanfaatan laboratorium IPA (4) Intensitas pemanfaatan laboratorium IPA (5) Faktor-faktor penghambat pemanfaatan laboratorium IPA dan (6) Upaya mengatasi hambatan pemanfaatanI a boratoriumI PA. Penelitian ini dapat dikategorikan_ dalam penelitian deskriptif yang dimaksudkan untuk mengumpulkan datadata secara terperinci kemudian memaparkanh asilnyad alam bentuk uraian. Data diperolehd ari 2 orang guru matapelajaraBn iologi kelas I dan sisway ang diambil 20% d ans eluruhi umlah siswa kelas I untuk dijadikan sampel.T eknik samplingm enggunakanra ndom agar setiap kelas terwakili secara proporsional. Instrumen pengumpulan data menggunakaann gkety angd iberikank epadas iswa p anduanw awancarad itujukan kepada guru dan panduan obsenasi untuk mengamati fasilitas-fasilitas yang tersedia di laboratorium. Data yang diperoleh dari instrumen angket dianalisis menggunakana nalisis persentased an data yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi dianalisis secara kualitatif sehingga berbentuk rangkaian kalimat yangt ersusuns ecaras istematis. Setelahm elalui prosesp engolahand atq dikeahui hasil penelitiana dalah l. Persepsti entangp emanfaatanla boratoriumI PA untuk pembelajaranB iologi Dari perspektif sisw4 setengahlseparurhe spondgnq lenyatakanl aboratorium IPA mampu memberi pengalaman konkrit sgbagian besar menyatakan membantu memperjelas penerimaan materi pelajaran. Hal ini membantu III respondenm ampu mengingatk onsepkonsepB iologi yang dipelajari dalam waktu yang lama. Sebagianb esarr espondenm engakuib ahwak egiatany ang dilakukand ilaboratoriumm endorongk emandiriand alamb elajard an bekerja setengah/separurehs pondenm enyatakank egiatan laboratoriumm endorong aktif melakukan penemuan dan pembuktian konsep atau prinsip Biologi Sebagian besar responden menyatakan laboratorium IPA sebagai sumber belajar yang paling tepat. 2. Fasilitas yang tersedia dilaboratorium IPA SMU Negeri Pagak cukup memadai didukung dengan ruangan yang representatif untuk melakukan kegiatan praktikum. Ruangan laboratorium IPA cukup memadai berukuran 9x15m d ibagim enjadir uangp raktekd an 3 ruangp eralatan(F isika B iologi dan Kimia). 3. Pemanfaatan laboratorium IPA untuk pembelajaran Biologi diwujudkan dalamb entuk melakukanp ercobaand an melakukanp rediksik ecenderungan terhadaph al-haly angd icoba/diamatiL. aboratoriumI PA jarangd imanfaatkan untuk kegiatan pengamatan pengujian dan jarang pula digunakan untuk perumusanh ipotesis. 4. Intensitas pemanfaatan laboratorium IPA untuk pembelajaran Biologi menyesuaikan dengan kebutuhan khususnya sifat materi pelajaran paling sedikit 2 kali dalam sebulan karena harus bergiliran dengan matapelajaran lain (Fisika dan kimia) yangj uga memanfaatkanla boratorium. 5. Faktor-faktorp enghambadt alam rangkap emanfaatanla boratoriumI PA untuk pembelajaran Biologi yaitu keterbatasan fasilitas keterbatasan dana tidak tersedianyate nagal aborand enganj umlah dan kemampuany ang memadai adanyak ebiasaanb uruk sisway akni diantaras iswa ada yang merusakf asilitas laboratoriumd an adanyab entrokanw aklu dalam penggunaanla boratorium. 6. Untuk mengatasi hambatan pemanfaatan laboratorium IPA guru menempuh upaya mengajukanp ermohonand ana kepadal ernbaga g uru bersama-sama siswa membersihkan dan menata kembali peralatan menetapkan peraturan/tatate rtib bagi siswa siswa menyediakanb ahanp raktek sendiri dan pengelola laboratorium membuat jadwal. Berdasar hasil temuan tersebut disarankan kepada guru dan siswa agar meningkatkanp emanfaatanla boratoriumI PA untuk pembelajaranB iologi baik intensitasm aupunv ariasik egiatan d an kepadas ekolaha garm elengkapfia silitas yangd iperlukand emi mempercepakte majuanp embelajaran. lv

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Teknologi Pendidikan (TEP) > S1 Teknologi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 27 Aug 2002 04:29
Last Modified: 09 Sep 2002 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/848

Actions (login required)

View Item View Item