Perbedaan sifat mekanik beton yang menggunakan PCC biasa dan beton yang menggunakan PCC berteknologi nano / Ahmad Moh. Maulana

Maulana, Ahmad Moh. (2020) Perbedaan sifat mekanik beton yang menggunakan PCC biasa dan beton yang menggunakan PCC berteknologi nano / Ahmad Moh. Maulana. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Maulana, Ahmad Moh. 2019. Perbedaan Sifat Mekanik Beton yang Menggunakan PCC Biasa dan Beton yang Menggunakan PCC Berteknologi Nano. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Boedya Djatmika, S.T., M.T., (II) Drs. Adjib Karjanto , S.T., M.T. Kata kunci : Teknologi nano, beton normal, sifat mekanik. Beton normal adalah material buatan yang memiliki kuat tekan antara 21-40 MPa, untuk mendapatkan kuat tekan yang baik maka kita perlu membuat rancangan campura beton. Pada hakekatnya metode rancangan campuran beton mengusahakan penggunaan semen seoptimal mungkin, kenyataan dalam lapangan banyak sekali semen yang digunakan untuk campuran beton sehingga dalam pemilihan semen sangat mempengaruhi kualitas beton. Indonesia banyak sekali pabrik semen portland modern dengan mutu internasional, terutama semen SCG yang menggunakan teknologi nano, lebih dari 100 tahun SCG memiliki keahlian dan pengalaman dalam industri semen sehingga SCG meluncurkan semen super berstandard nasional SNI 7064:2014 merupakan inovasi termutakhir dari SCG. Super Semen 40 kg dapat dicampur dengan jumlah air dan pasir setara dengan semen biasa 50 kg, dan memberikan hasil yang sama dengan semen biasa 50 kg. Semen berteknologi nano merupakan semen yang disebabkan oleh teknologi nano sehingga memiliki struktur berdimensi 1-100 nm, satu nanometer disingkat nm adalah 10-9 meter, jika dibandingkan dengan semen biasa semen berteknologi nano memiliki ukuran PCC berdimensi 50 nm, sedangkan semen biasa memiliki ukuran PCC berdimensi 45 µm. sehingga diharapkan semen yang berteknologi nano mendapatkan nilai kuat tekan yang tinggi. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, hasil uji kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tarik belah dengan menggunakan semen A, B, dan C. untuk uji kuat tekan dengan menggunakan semen A mendapatkan hasil rata-rata pada umur 7, 14 dan 28 hari adalah 14,52 MPa, 15,46 MPa, dan 25,42 MPa. Untuk kuat tekan rata-rata semen B pada umur 7, 14 dan 28 hari adalah 16,99 MPa, 21,90 MPa, dan 29,12 MPa. Sedangkan kuat tekan rata-rata semen C pada umur 7, 14, dan 28 hari adalah 10,78 MPa, 13,22 MPa, dan 21,72 MPa. Untuk hasil modulus elastisitas dengan menggunakan semen A mendapatkan nilai rata-rata sebesar 13.461 MPa, semen B sebesar 19.237 MPa, sedangkan semen C sebesar 13.346 MPa. Untuk hasil kuat tarik belah dengan menggunakan semen A sebesar 2,86 MPa, Semen B sebesar 3,34 MPa, sedangkan semen C sebesar 2,46 MPa. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat dianalisis bahwa yang memiliki kemampuan paling baik adalah silinder beton dengan menggunakan semen yang berteknologi nano atau disebuat semen B, itu sudah dibuktikan dengan hasil dari uji kuat tekan, modulus elastisitas, dan kuat tarik belah yang menunjukkan hasil yang paling baik dari pada semen biasa.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Sipil (TS) > S1 Pendidikan Teknik Bangunan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 21 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/83857

Actions (login required)

View Item View Item