Karakteristik biokomposit tepung tapioka dan karagenan berpenguat nanoclay hasil proses ekstrusi / Achmad Rifa'i

Rifa'i, Achmad (2020) Karakteristik biokomposit tepung tapioka dan karagenan berpenguat nanoclay hasil proses ekstrusi / Achmad Rifa'i. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Rifa’i, Achmad. 2018. Karakteristik Biokomposit Tepung Tapioka Dan Karagenan Berpenguat Nanoclay Hasil Proses Ektrusi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T. (2) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T. Kata Kunci: Biokomposit, Tepung Tapioka, Karagenan, Nanoclay, Ekstrusi Penggunaan barang dari p;astik setiap tahun semakin meningkat, disisi lain plastik memiliki dampak negatif bagi lingkungan seperti sulit terurai. Tepung tapioka adalah bahan yang sering digunakan dalam pembuatan bahan biodegradable karena ketersediaan yang melimpah. Biokomposit dari tepung tapioka memerlukan penambahan material agar sifat mekaniknya meningkat, seperti karagenan dan nanoclay yang dapat meningkatkan regangan dan kekuatan tarik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat biokomposit bermatrik tapioka dan karagenan berpenguat nanoclay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimental one shoot case study. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tepung tapioka 22 gr, gliserol 15% (b/b), karagenan 10% (b/b) dengan variasi nanoclay 0 %; 2,5%; 5%; 7,5%; dan 10% (b/b). Sintesis biokomposit ini menggunakan metode ekstrusi dengan ruang pemanas 120oC. Identifikasi kekuatan tarik biokomposit ini menggunakan mesin techno tensile. Identifikasi struktur menggunakan pengujian XRD dan, identifikasi gugus fungsi menggunakan pengujian FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanoclay mempengaruhi kekuatan tarik biokomposit. Penambahan nanoclay dengan variasi 0%; 2,5%; 5%; 7,5%; 10% menghasilkan kekuatan tarik yang semakin meningkat yaitu sebesar 1,78; 2,07; 4,21; 4,69; 5,08 KPa, dan regangan cenderung menurun yaitu 69,04; 56.92; 46,7 ;40,22; 29,92 %. Hasil karakterisasi struktur dari XRD menunjukkan pada setiap penambahan nanoclay menghasilkan sruktur kristalin sehingga meningkatkan kekuatan tarik. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya gugus baru yaitu SI-O pada setiap penambahan nanoclay, yang terdapat pada bilangan gelombang antara 545 hingga 600, 1066, dan 1340 hingga 1500.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Jurusan Teknik Mesin (TM) > S1 Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 06 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/82520

Actions (login required)

View Item View Item