Pengembangan instrumen tes HOTS (Higher Order Thinking Skill) pada materi sistem gerak kelas XI SMAN I Malang / Amalia Nur Latifah

Latifah, Amalia Nur (2020) Pengembangan instrumen tes HOTS (Higher Order Thinking Skill) pada materi sistem gerak kelas XI SMAN I Malang / Amalia Nur Latifah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Latifah, A. N. 2019. Pengembangan Instrumen Tes HOTS (Higher Order Think-ing Skill) pada Materi Sistem Gerak SMAN 1 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M. Pd., (II) Dr. Murni Saptasari, M.Si. Kata Kunci: Higher Order Thinking Skills, HOTS, Sistem gerak. Pembelajaran pada abad 21 menghadapkan siswa pada berbagai tantangan internal maupun eksternal dalam kehidupan, sehingga siswa harus mengembang-kan kemampuan berpikirnya, yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills). HOTS penting untuk diintegrasikan dalam pembelajaran karena mampu mentransmisikan ilmu pengetahuan kepada siswa secara konstruk-tivis dan mendorong siswa untuk aktif selama proses pembelajaran. Berhubungan dengan hal tersebut, maka siswa juga akan lebih terampil apabila mengerjakan soal yang HOTS, yaitu menerapkan level kognitif tingkatan analisis (C4), evaluasi (C5), dan mencipta (C6). Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama kegiatan Kajian dan Prak-tik Lapangan (KPL) di SMAN 1 Malang terkait soal HOTS pada materi sistem gerak, hasilnya menunjukkan bahwa soal yang diterapkan dalam pembelajaran belum menerapkan level kognitif tingkat tinggi dan belum bersifat kontekstual. Hasil wawancara guru menunjukkan bahwa guru sudah mengupayakan untuk me-ngembangkan soal HOTS, namun soal yang disajikan belum menerapkan level kognitif tingkatan analisis, evaluasi, dan mencipta. Guru kesulitan untuk mengem-bangkan soal HOTS pada materi sistem gerak yang cakupan materinya luas dan cenderung hafalan. Berdasarkan hal tersebut, maka dikembangkan instrumen tes HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada materi sistem gerak. Instrumen tes HOTS dikembangkan beserta dengan RPP dan UKBM yang mendukung pembelajaran HOTS. Ketiga komponen tersebut harus memenuhi syarat valid secara logis sebelum diimplementasikan. Instrumen tes HOTS selan-jutnya akan dilakukan validasi empiris, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Vali-dasi empiris meliputi reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan analisis pe-ngecoh. Uji coba produk dilakukan pada kelompok kecil dan kelompok besar. Hasil validasi RPP oleh ahli materi yaitu 100% (sangat valid). Hasil validasi RPP oleh ahli asesmen yaitu 93,10% (sangat valid). Hasil validasi RPP oleh prak-tisi lapangan yaitu 97,79% (sangat valid). Hasil validasi UKBM oleh ahli materi yaitu 100% (sangat valid). Hasil validasi UKBM oleh ahli asesmen yaitu 90,38% (sangat valid). Hasil validasi UKBM oleh praktisi lapangan yaitu 96,15% (sangat valid). Hasil validasi kualitas soal instrumen tes HOTS oleh ahli materi sebesar 100% (sangat valid). Hasil validasi logis instrumen tes HOTS oleh ahli asesmen yaitu 100% (sangat valid). Hasil validasi kualitas soal instrumen tes HOTS oleh ahli asesmen yaitu 100% (sangat valid). Hasil validasi kualitas soal instrumen tes HOTS oleh praktisi lapangan yaitu 100% (sangat valid). Hasil uji coba kelompok kecil yaitu nilai reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, analisis pengecoh, dan tingkat kepraktisan produk. Nilai reliabilitas soal pilihan ganda sebesar 0,70 dan soal uraian sebesar 0,74. Keduanya menunjukkan “korelasi tinggi”. Tingkat kesukaran soal pilihan ganda yaitu 30% soal sangat mudah, 60% soal mudah, dan 10% soal sedang. Tingkat kesukaran soal uraian yaitu 33% soal mudah dan 67% soal sedang. Kualitas butir soal pilihan ganda berdasarkan daya bedanya yaitu terdapat 20% butir soal yang sangat baik dan dapat diterima, 50% butir soal yang perlu diperbaiki, dan 30% butir soal yang buruk. Kualitas butir soal uraian berdasarkan daya bedanya yaitu 33% butir soal yang sangat baik dan dapat diterima, 17% butir soal yang cukup baik dan dapat diterima dengan perbaikan, 17% butir soal yang perlu diperbaiki, dan 33% butir soal yang buruk. Hasil analisis pengecoh soal pilihan ganda yaitu 70% butir soal perlu dilakukan revisi pengecoh. Tingkat kepraktisan produk pada uji coba kelom-pok kecil ini yaitu 97,44% (sangat praktis). Hasil uji coba kelompok besar yaitu nilai reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, analisis pengecoh, tingkat kepraktisan produk, dan tingkat keefektifan pro-duk. Nilai reliabilitas pada soal pilihan ganda yaitu 0,10 (korelasi amat rendah), sedangkan pada soal uraian yaitu 0,81 (korelasi tinggi). Tingkat kesukaran soal pilihan ganda yaitu 40% soal sangat mudah, 10% soal mudah, 40% soal sedang, dan 10% soal sangat sukar. Tingkat kesukaran soal uraian yaitu 16,67% soal mu-dah dan 83,33% soal sedang. Kualitas butir soal pilihan ganda berdasarkan daya bedanya yaitu terdapat 40% butir soal yang sangat baik dan dapat diterima, 10% butir soal yang cukup baik dan dapat diterima dengan perbaikan, 20% butir soal yang perlu diperbaiki, dan 30% soal yang buruk. Kualitas butir soal uraian berda-sarkan daya bedanya yaitu terdapat 33,33% butir soal yang sangat baik dan dapat diterima, 33% butir soal yang cukup baik dan dapat diterima dengan perbaikan, dan 33% butir soal yang perlu diperbaiki. Hasil analisis pengecoh soal pilihan ganda yaitu 100% butir soal perlu dilakukan revisi pengecoh Tingkat kepraktisan produk yaitu 79,12% (praktis). Rerata skor tes siswa yaitu 24,87 dan menunjuk-kan bahwa keefektifan produk yaitu “baik”.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Pendidikan Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 23 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/77801

Actions (login required)

View Item View Item