Pengembangan modul remedial berbasis inkuiri terbimbing materi reproduksi untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan hasil belajar kognitif / Regia Ilmahani

Ilmahani, Regia (2019) Pengembangan modul remedial berbasis inkuiri terbimbing materi reproduksi untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan hasil belajar kognitif / Regia Ilmahani. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

v RINGKASAN Ilmahani, Regia. 2019. Pengembangan Modul Remedial Berbasis Inkuiri Terbimbing Materi Reproduksi untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Hasil Belajar Kognitif. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S. (II) Dr. Sueb, M.Kes. Kata kunci: pengembangan modul remedial, inkuiri terbimbing, keterampilan pemecahan masalah, hasil belajar kognitif Hasil belajar kognitif menentukan tindak lanjut untuk siswa. Siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah akan mengikuti pembelajaran remedial. Berdasarkan wawancara guru dan angket yang dilakukan di SMA Negeri 6 Malang, guru sering melaksanakan remedial dengan cara pemberian tes ulang dan pemberian tugas. Sebanyak 61% siswa kurang paham dengan materi dengan cara pemberian remedial seperti tersebut. Salah satu KD yang membutuhkan pembelajan remedial di kelas XI MIPA adalah KD 3.12 dan 3.13 tentang reproduksi. Selain itu, keterampilan pemecahan masalah siswa di SMA Negeri 6 Malang masih tergolong rendah yaitu 42,5%. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan bahan ajar berupa modul remedial berbasis inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk menyusun modul remedial berbasis inkuiri terbimbing materi reproduksi yang memenuhi syarat kevalidan serta menguji kepraktisan dan keefektifan. Pengembangan modul remedial berbasis inkuiri terbimbing materi reproduksi dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. Tahap pengembangan ADDIE yaitu: (1) menganalisis (analyze), (2) merancang (design), (3) mengembangkan (develop), (4) mengimplementasikan (implement), dan (5) mengevaluasi (evaluate) (Branch, 2009). Modul remedial divalidasi oleh ahli bahan ajar, materi, dan praktisi lapangan serta dilakukan uji kepraktisan melalui angket respons siswa. Selanjutnya, modul remedial dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan n-gain score. Modul remedial berbasis inkuiri terbimbing yang divalidasi oleh ahli bahan ajar memperoleh sebesar 99%, oleh ahli materi sebesar 100%, dan praktisi lapangan sebesar 96%. Hasil uji kepraktisan sebesar 95%. Hasil uji keefektifan keterampilan pemecahan masalah dan hasil belajar kognitif yang dianalisis dengan uji t berpasangan memiliki nilai p 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara hasil belajar pretest dan posttest keterampilan pemecahan masalah dan hasil belajar kognitif siswa. Analisis menggunakan n-gain score pada keterampilan pemecahan masalah siswa menghasilkan rerata sebesar 0,62 yang tergolong kriteria keefektifan sedang cenderung tinggi. Hasil n-gain score hasil belajar kognitif siswa sebesar 0,66 yang tergolong dalam keefektifan sedang. Disimpulkan bahwa produk modul remedial yang dikembangkan memiliki kategori sangat valid, sangat praktis dan sangat efektif. Oleh karena itu, modul remedial ini disarankan perlu dikaji lebih lanjut dan diseminasi secara lebih luas sehingga bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S1 Pendidikan Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 29 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/77025

Actions (login required)

View Item View Item