Pengembangan instrumen diagnostik four tier untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa SMA pada materi hidrolisis garam / Devita Novi Ameliana

Ameliana, Devita Novi (2019) Pengembangan instrumen diagnostik four tier untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa SMA pada materi hidrolisis garam / Devita Novi Ameliana. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vi RINGKASAN Ameliana, Devita. 2019. Pengembangan Instrumen Diagnostik Four Tier untuk Mengidentifikasi Pemahaman Konsep Siswa SMA pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi. Jurusan Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Habiddin, M. Pd., Ph.D., (II) Drs. Muhammad Su’aidy, M. Pd. Kata Kunci: instrumen diagnostik four tier, pemahaman konsep, hidrolisis garam. Hidrolisis garam merupakan salah satu materi kimia yang bersifat kompleks dan abstrak sehingga membuat siswa mengalami kesulitan dalam mempelajarinya. Kesulitan siswa membuat tingkat pemahaman konsep pada materi hidrolisis garam menjadi rendah. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pemahaman konsep adalah instrumen diagnostik. Instrumen diagnostik four tier adalah salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa. Instrumen diagnostik four tier adalah pengembangan dari intrumen pilihan ganda three tier. Tujuan dari penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan yaitu menghasilkan intrumen diagnostik four tier materi hidrolisis garam untuk siswa SMA yang valid dan layak. Instrumen diagnostik four tier dalam penelitian ini meliputi 26 butir soal yang pada setiap pertanyaan didertai dengan tingkat keyakinan terhadap jawaban (tier pertama) dan alasan (tier ketiga). Pengembangan instrumen ini menggunakan metode menurut Treagust (1988) yang telah dimodifikasi (Habiddin & Page, 2019). Metode pengembangan ini terdiri dari enam tahapan pokok: (1) pemetaan konsep (mapping concept), (2) uji coba & wawancara (testing & interviewing), (3) identifikasi konsep siswa yang tidak saintifik (defining student unscientific ideas), (4)Pengembangan prototipe instrumen diagnostik four tier (developing the prototype four tier), (5) validasi prototipe instrumen diagnostik four tier (validating the prototype four tier), dan (6) revisi produk hasil (refining the final four tier). Pemahaman siswa yang tidak saintifik pada materi hidrolisis garam ditemukan pada saat uji coba menggunakan instrumen pilihan ganda alasan terbuka yang kemudian dianalisis lebih lanjut untuk mengembangkan tier empat pada instrumen diagnostik four tier. Instrumen diagnostik four tier yang telah dikembangkan divalidasi isi dan validasi empirik. Data yang diperoleh dari hasil validasi kemudian dianalisis. Hasil validasi pada penelitian dan pengembangan ini menunjukkan: (1) validitas butir soal sebanyak 85,7% soal valid dan 14,3% soal tidak valid; (2) reliabilitas butir soal 0,833 untuk tier pertama (A); 0,801 untuk tier ketiga (R); dan 0,806 untuk kombinasi tier pertama dan tier ketiga (B); (3) tingkat kesukaran butir soal adalah 0,60 untuk tier A; 0,66 untuk tier R; dan 0,51 untuk tier B; (4) daya beda butir soal 91,7 % dengan kategori baik dan 8,3 % dengan kategori jelek; dan (5) efektifitas distraktor butir soal 85,7 % pada tier pertama dan 82,1% pada tier ketiga (R) dipilih lebih dari 5% siswa. Sehingga 28 instrumen diagnostik four tier yang dikembangkan dapat dinyatakan valid dan layak.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Pendidikan Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 17 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/76888

Actions (login required)

View Item View Item