Perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa SMA Ma'arif dan SMA Salafiyah pada materi momentum dan impuls / Denok Ariyanti Munasyaroh

Munasyaroh, Denok Ariyanti (2019) Perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa SMA Ma'arif dan SMA Salafiyah pada materi momentum dan impuls / Denok Ariyanti Munasyaroh. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Munasyaroh, Denok Ariyanti. 2019. Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Siswa SMA Ma’arif dan SMA Salafiyah pada Materi Momentum dan Impuls. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Asim, M. Pd., (II) Dr. Hari Wisodo, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Momentum Impuls Kebutuhan hidup yang sangat penting dan wajib dimiliki dalam upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan beretika yaitu pendidikan. Pendidikan berfungsi dalam pembentukan watak dan peningkatan potensi yang dimiliki siswa agar lebih cakap, kreatif, dan bertanggung jawab. Sekolah sebagai instansi pendidikan formal di Indonesia dituntut untuk mempersiapkan dan mengembangkan kemampuan serta potensi masing-masing siswa untuk menghadapi kehidupan di masa mendatang. Salah satu kemampuan atau potensi yang bisa dikembangkan yaitu kemampuan dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Dengan mengembangkan kemampuan tersebut, para pendidik akan lebih mengetahui bagaimana karakter dan cara yang diambil para siswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi khususnya di era abad 21 ini. Abad ke-21 bisa disebut sebagai masa pengetahuan (knowledge age). Pada abad ini, pembelajaran yang diberikan guru dituntut mampu memberikan inovasi yang lebih beragam untuk menarik minat siswa dalam proses menerima materi di kelas. Pembelajaran abad 21 lebih mengutamakan dalam pengembangan kemampuan siswa untuk mencari informasi yang lebih beragam, kemampuan siswa dalam merumuskan permasalahan dan berpikir kritis, serta mengkolaborasikan keduanya dalam penyelesaian masalah. Hal ini sangat sesuai dengan prinsip kurikulum 2013 yang mengutamakan pembelajaran berpusat pada siswa. Pembelajaran berpusat pada siswa mengutamakan keaktifan siswa, kreatifitas siswa, dan sikap mandiri siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, bimbingan dari seorang guru akan berpengaruh terhadap keberhasilan seorang siswa dalam memecahkan suatu permasalahan. Hal itu disebabkan karena pengaruh guru dalam pemilihan model pembelajaran merupakan salah satu faktor penting untuk mempengaruhi peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan di kelas. Kemampuan pemecahan masalah setiap siswa memiliki hasil yang berbeda-beda. Karena dalam mengembangkan kemampuan ini, memerlukan beberapa tahap yang harus dilalui agar kemampuan pemecahan masalah yang dimiliki siswa bisa memberikan hasil yang maksimal. Tujuan penelitian yang ingin diperoleh oleh peneliti yaitu untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa SMA Ma’arif dan SMA Salafiyah pada materi Momentum dan Impuls Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu mengggunakan jenis penelitian kuantitatif ex post facto. Penelitian ex post facto merupakan penelitian tanpa diberi perlakuan oleh peneliti, dimana secara keseluruhan dari beberapa aspek yang diteliti sudah terjadi. Dalam penelitian ini, dilakukan pembatasan masalah, diantaranya penelitian ini terbatas pada materi momentum dan impuls dan hanya dibatasi untuk melihat perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa SMA Ma’arif dan SMA Salafiyah yang terlihat dari hasil evaluasi berupa soal essay yang dikerjakan oleh siswa pada masing-masing sekolah tanpa diikuti model pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran di kelas. Dalam penelitian ini, instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa tes soal essay yang dikerjakan oleh para siswa. Soal essay yang dikerjakan oleh para siswa akan digunakan sebagai data hasil penelitian yang akan dipelajari dan diolah oleh peneliti, sehingga peneliti bisa mengetahui kemampuan pemecahan masalah fisika siswa pada materi momentum dan impuls dari hasil tes yang dikerjakan oleh masing-masing siswa di masing-masing sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis deskriptif diperoleh nilai minimum untuk SMA Ma’arif 35, nilai maksimum 44, standar deviasi sebesar 2,852, varian 8,134, dan mean 39,85. Sedangkan untuk SMA Salafiyah diperoleh nilai minimum 35, nilai maksimum 40, standar deviasi 1,436, varian 2,063, dan mean sebesar 37,20. Untuk kategori tingkat kemampuan pemecahan masalah SMA Ma’arif memiliki kategori tinggi dan kategori sangat tinggi. Hal itu ditunjukkan dari nilai persentase 60%, dimiliki oleh siswa sebanyak 12 orang. Sedangkan untuk kategori sangat tinggi dengan persentase 40% dimiliki oleh 8 orang siswa. Sedangkan untuk SMA Salafiyah memiliki kategori tinggi dengan nilai persentase 100%. Berdasarkan hasil analisis uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas di masing-masing sekolah, untuk SMA Salafiyah diperoleh nilai Lhitung sebesar 0,27 dan Ltabel diperoleh nilai sebesar 0,19. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Lhitung > Ltabel yang artinya data yang dihasilkan berdistribusi tidak normal atau hipotesis awal ditolak. Sedangkan hasil hitung analisis uji normalitas data untuk SMA Ma’arif diperoleh nilai Lhitung sebesar 0, 12 dengan nilai Ltabel yang dihasilkan untuk SMA Ma’arif, memiliki nilai yang sama dengan SMA Salafiyah yaitu sebesar 0,19. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai Lhitung pada SMA Ma’arif lebih kecil dari nilai Ltabel yang artinya bahwa data yang dihasilkan berdistribusi normal atau hipotesis awal diterima. Untuk Analisis homogenitas dalam penelitian ini tidak dapat dilakukan karena uji syarat analisis homogenitas yaitu harus memiliki sebaran data normal tidak terpenuhi, sehingga tidak bisa dilanjutkan dengan uji t, melainkan diganti uji analisis Mann Whitney. Berdasarkan hasil perhitungan analisis pada tabel uji Mann Whitney di atas, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,003 dan memperoleh nilai Uhitung sebesar 91. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa SMA Ma’arif dan SMA Salafiyah pada materi momentum dan impuls. Hal ini terlihat dari nilai Uhitung kurang dari nilai Utabel sebesar 97.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Pendidikan Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 11 Dec 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/75913

Actions (login required)

View Item View Item