Pengembangan bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing berbantuan virtual laboratory pada materi listrik dinamis sebagai peluang meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA / Muhammad Lutfi

Lutfi, Muhammad (2019) Pengembangan bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing berbantuan virtual laboratory pada materi listrik dinamis sebagai peluang meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA / Muhammad Lutfi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Lutfi, Muhammad. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Inkuiri Terbimbing berbantuan Virtual laboratorium pada Materi Listrik Dinamis sebagai Peluang Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA. Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Purwaningsih, Dra, M.Si, (II) Drs. Dwi Haryoto, M.Pd. Kata Kunci : Bahan ajar, berbasis inkuiri terbimbing, berpikir kritis. Pembelajaran abad 21 menghendaki pembelajaran yang menggunakan prinsip student center dan menuntun siswa untuk berkemampuan kreatif, inovatif, berpikir kritis. Dalam pemenuhan tuntutan pembelajaran abad 21 dibutuhkan sebuah bahan ajar. Bahan ajar yang beredar di pasaran masih kurang dalam pemanfaatan teknologi. Permasalahan dalam bahan ajar kurang konstekstual, serta penyampaian masalah lebih banyak pada soal-soal sehingga kemampuan berpikir kritis siswa sebatas penyelesaian hitungan. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian pengembangan terhadap bahan ajar Fisika. Bahan ajar yang dikembangkan perlu memperhatikan korelasi materi dengan model pembelajaran. Model pembelajaran yang sesuai dengan materi listrik listrik yaitu inkuiri terbimbing. Penelitian ini dilaksanakan untuk menghasilkan produk yaitu bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing berbantuan virtual laboratorium materi listrik dinamis sebagai peluang meningkatkan berpikir kritis SMA Kelas XII, serta menguji kelayakan bahan ajar tersebut melalui uji validasi. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan 4-D. Model pengembangan 4D terdiri atas 4 tahap utama yaitu: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Instrumen yang digunakan adalah angket yang diisi oleh ahli (Dosen dan Guru). Validasi oleh ahli ditujukan untuk mengukur kelayakan bahan ajar. Selain itu, dilakukan pula uji coba lapangan terhadap keterbacaan bahan ajar yang dikembangkan kepada 10 siswa SMA kelas XI. Data yang diperoleh dari hasil uji validasi serta uji coba lapangan terhadap keterbacaan menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pengisian angket oleh validator. Data kualitatif diperoleh dari saran yang diberikan oleh para validator serta uji coba lapangan terhadap keterbacaan oleh siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan ajar yang dihasilkan termasuk dalam kategori sangat valid. Hasil pengembangan bahan ajar berupa satu paket bahan ajar yang terdiri atas bahan ajar berbasis inkuiri terdiri dari buku siswa dan buku guru (jawaban buku siswa, dan RPP). Hasil validasi bahan ajar memperoleh nilai 3,74 dan RPP memperoleh nilai 3,45. Keunggulan bahan ajar yang dikembangkan adalah berbasis inkuiri terbimbing sehingga memudahkan siswa dalam mempelajari suatu materi, dan dapat mengasah kemampuan berpikir kritis siswa. Kekurangan bahan ajar yang dikembangkan diantaranya : materi yang dikembangkan hanya listrik searah (DC) dan aspek untuk mengasah berpikir kritis hanya 3 aspek, yaitu menganalisis masalah, menjawab, dan menuliskan argumen.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Pendidikan Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 24 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/75876

Actions (login required)

View Item View Item