Analisis perkembangan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam model pembelajaran kooperatif berbasis asesmen sejawat / Dinda Dwi Nugraheni

Nugraheni, Dinda Dwi (2019) Analisis perkembangan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam model pembelajaran kooperatif berbasis asesmen sejawat / Dinda Dwi Nugraheni. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Nugraheni, Dinda Dwi. 2019. Analisis Perkembangan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Asesmen Sejawat. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ir. Hendro Permadi, M.Si. Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kreatif, Model Pembelajaran Asesmen Sejawat, Penelitian Campuran. Kemampuan berpikir kreatif dapat dikembangkan melalui suatu model pembelajaran kooperatif karena pembelajaran kooperatif menggalakkan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok. Salah satu model pembelajaran yang dipilih pada penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif berbasis asesmen sejawat dengan karakteristik yang menekankan pada proses interaksi dan penilaian. Penelitian ini merupakan penelitian campuran yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif, dengan tujuan untuk mendeskripsikan analisis perkembangan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran kooperatif berbasis asesmen sejawat. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 9.5 SMP Negeri 23 Malang tahun ajaran 2018/2019. Dari keseluruhan siswa, dipilih enam siswa yang telah dikategorikan berdasarkan selang kepercayaan 95% terhadap tes berpikir kreatif I. Sehingga terbentuk 3 kategori, yaitu siswa berpikir kreatif tinggi, sedang, dan rendah. Kemudian berdasarkan ketegori tersebut, dianalisis lebih lanjut hasil rekaman video dan wawancara. Hasil uji t berpasangan yang dilakukan oleh peneliti mengalami penolakan 𝐻0 atau penerimaan 𝐻1bahwa terjadi perbedaan yang signifikan antara tes berpikir kreatif I dan tes berpikir kreatif II (selisih ≠0). Deskripsi analisis perkembangan kemampuan berpikir kreatif dari kategori berpikir kreatif tinggi yang disebabkan oleh fase ketiga asesmen sejawat adalah siswa tetap mampu memberikan sejumlah gagasan secara lancar dan cepat, siswa lebih banyak memberikan variasi permasalahan karena terdapat instruksi untuk melakukan eksperimen mengenai gagasannya, siswa berkategori berpikir kreatif tinggi sebisa mungkin mengemukakan gagasan yang berbeda dari siswa lainnya. Saat guru memberikan gambaran gagasan secara garis besar, siswa berkategori tinggi sudah dapat mengembangkan gagasannya. Pada kategori berpikir kreatif sedang siswa mampu memberikan gagasan yang lebih banyak ketika diberi arahan untuk memunculkan gagasan berdasarkan fenomena kehidupan sehari-hari, siswa mampu memberikan gagasan yang bervariasi saat diberi gambaran mengenai benda-benda di sekitar yang berbentuk bangun ruang sisi lengkung siswa dengan kategori sedang belum mengalami perkembangan pada aspek originality. Kemampuan berpikir kreatif siswa berkategori rendah mengalami perkembangan yang relatif sama dengan siswa berkategori sedang pada fase ketiga. Deskripsi analisis perkembangan kemampuan berpikir kreatif dari kategori berpikir kreatif tinggi yang disebabkan oleh fase keempat asesmen sejawat adalah siswa mampu memberikan sejumlah gagasan yang lebih banyak, tepat, dan bervariasi daripada pembelajaran sebelumnya dikarenakan adanya asesmen sejawat, selain itu siswa berkategori tinggi umumnya tidak ingin memberikan gagasan yang umum dan memiliki konsep yang biasa-biasa saja karena terdapat sesi diskusi dimana siswa mengungkapkan gagasannya di dalam kelompok. Pada kategori berpikir kreatif sedang siswa mampu memberikan gagasan yang lebih banyak dan tepat karena mereka mengacu pada aspek yang terdapat pada rubrik asesmen sejawat, siswa telah memperoleh sudut pandang baru dari gagasan teman-temannya sebagai bahan refleksi untuk lebih baik lagi. Pada kategori berpikir kreatif rendah siswa termotivasi untuk meminimalisir kesalahan dalam hasil akhir pekerjaannya karena memperoleh stimulan dari teman dengan kategori berpikir kreatif tinggi dan sedang. Selain itu siswa yang mampu memberikan gagasan yang lebih variatif, hal ini dikarenakan terdapat aspek flexibility yang dinilai pada rubrik asesmen sejawat. Kemampuan originality pada fase ini rata-rata masih belum berkembang, namun siswa pada kategori rendah telah memperoleh sudut pandang baru dari gagasan teman-temannya sebagai bahan refleksi untuk lebih baik lagi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S1 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 23 May 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/74802

Actions (login required)

View Item View Item