Wana ing tyas hayati: representasi hutan Besole Kabupaten Tulungagung Jawa Timur / Fransisko Anggara Felani

Felani, Fransisko Anggara (2019) Wana ing tyas hayati: representasi hutan Besole Kabupaten Tulungagung Jawa Timur / Fransisko Anggara Felani. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Fransisko Anggara Felani. 2018. Wana Ing Tyas Hayati. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. (I) Dr. Robby Hidajat, M.Sn (II) Rully Aprilia Zandra, S.Pd, M.Pd, M.Sn Kata Kunci: Penciptaan, Keadaan Hutan, Programma, Ansambel Wana Ing Tyas Hayati adalah karya musik berjenis programma dengan menggunakan bentuk musik Liedform yang dimainkan dengan format ansambel campuran, karya ini menceritakan tentang keadaan hutan khusunya di Desa Besole, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung terhadap Keadaan hutan yang dulu subur sekarang menjadi rusak pasti memiliki pengaruhnya tersendiri bagi masyarakat. Karya ini juga mewakilkan perspektif pencipta dalam melihat dan merasakan keadaan hutan tersebut. Karya ini disajikan dalam 3 bagian yang masing-masing merujuk pada kondisi hutan : (1) hutan yang subur dan banyak keindahan didalamnya (2) hutan yang ditebangi secara liar (3) hutan yang sudah hancur. Penciptaan karya ini bertujuan agar masyarakat nantinya meningkatkan keasadaran akan pentingnya hutan melalui sebuah rangkaian karya musik yang terinspirasi dari kegundahan hati pencipta yang mungkin juga dirasakan oleh orang lain tentang keadaan hutan yang subur berubah menjadi hancur dikarenakan ulah manusia. Pengolahan material adapun yang akan diolah oleh pencipta meliputi tiga hal utama yaitu menggunakan ilmu melodi, ilmu harmoni, dan ilmu ansambel. Karya musik ini terbagi menjadi 3 bagian dengan masing-masing memiliki tema yang berbeda yang dikembangkan dengan figur teknik pengembangan melodi, yakni sekuen, repetisi dan inversi ; serta akan dianalisa segi programnya. Pencipta akan mengupas melodi tema beserta pengembanganya bagian 1 hingga bagian 3. Tiap bagian memiliki nada tema dan program yang berbeda, namun terhubung melalui kedekatan tangga nada. Karya musik yang dibuat pasti tidak lepas dari kesalahan, salah satunya adalah perbedaan dari interpretasi makna yang pasti berbeda-beda pada setiap individu, namun hal tersebut ialah hak dari setiap pendengar, sebanding dengan hak yang dimiliki komposer untuk mencipta karya sesuai dengan penginterpretasiannya sendiri. Saran bagi komposer musik yang lain kususnya mahasiswa jurusan musik untuk mengkaji dan mengembangkan musik program dalam ranah pendidikan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Seni dan Desain (SED) > S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/73637

Actions (login required)

View Item View Item