Proses pembelajaran musik angklung bagi anak tunarungu dalam ekstrakurikuler di SDLB-B Yayasan Pembina Tunas Bangsa Malang / Cheline Ridson

Ridson, Cheline (2019) Proses pembelajaran musik angklung bagi anak tunarungu dalam ekstrakurikuler di SDLB-B Yayasan Pembina Tunas Bangsa Malang / Cheline Ridson. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Ridson, Cheline. 2019. Pembelajaran Musik Angklung Bagi Anak Tunarungu dalam Ekstrakurikuler di SDLB-B Yayasan Pembina Tunas Bangsa Malang. Skripsi.Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Robby Hidajat, M.Sn (II) Hartono, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Proses Pembelajaran, Alat Musik Angklung, Tunarungu. Musik merupakan seni suara yang dapat diterima dan dinikmati melalui indra pendengaran, sehingga hubungan antara musik dan tunarungu menjadi hal yang bertolak belakang. SDLB-B Yayasan Pembina Tunas Bangsa Malang adalah satu-satunya sekolah khusus tunarungu yang melaksanakan pembelajaran musik dalam kegiatan ekstrakurikuler melalui alat musik angklung dengan peseta didik terbanyak di Kota Malang. Pembelajaran musik dengan angklung dipilih karena angklung dapat menghasilkan getaran, sehingga musik dapat diakses oleh anak tunarungu melalui perasaan, sentuhan, dan gerakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran musik angklung bagi anak tunarungu dalam ekstrakurikuler yang telah dilaksanakan di SDLB-B Yayasan Pembina Tunas Bangsa Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memusatkan diri pada suatu objek tertentu. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi.Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa SDLB-B YPTB Malangmelakukan proses pembelajaran musik angklung bagi anak tunarungu dalam ekstrakurikuler yang dibagi menjadi 3 tahap yaitu: 1) Perencanaan yang mengacu pada tujuan pembelajaran. Komponen perencanaan adalah: (a) Tujuan pembelajaran untuk melatih sisa pendengaran dan respon, merasakan getaran dan melestarikan budaya, (b) Materi pembelajaran diberikan secara bertahap dan disederhanakan, (c) Media digunakan untuk memudahkanpengajar menyampaikan materi yaitu: angklung, papan tulis, tongkat penunjuk, kertas karton, LDC, layar LCD, laptop dan template power point, (d) metode pembelajaran yang dilaksanakan yaitu: demonstrasi dan drill; 2) Pelaksanaan dikelompokkan menjadi tiga tahap, (a) Kegiatan pendahuluan yaitu pemberian motivasi, (b) Kegiatan inti berisi penyampaian materi, (c) Kegiatan penutup yaitu evaluasi; 3) Evaluasi pembelajaran dapat diketahui melalui (a) Penilaian proses dilakukan selama proses pembelajaran, (b) Penilaian hasil berupa penampilan. Kesimpulan penelitian ini adalah proses pembelajaran berlangsung dengan tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang saling terkait. Saran bagi penelitian selanjutnya agar dapat berfokus pada manfaat pembelajaran musik terhadap fisik dan psikologi anak tunarungu.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Seni dan Desain (SED) > S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 12 Dec 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/73625

Actions (login required)

View Item View Item