Tradisi petik laut Tanjung Tembaga Probolinggo sebagai sumber inspirasi penciptaan motif batik tulis / Dian Artika Permatasari

Permatasari, Dian Artika (2019) Tradisi petik laut Tanjung Tembaga Probolinggo sebagai sumber inspirasi penciptaan motif batik tulis / Dian Artika Permatasari. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Permatasari, Dian Artika. 2019. Tradisi Petik Laut Tanjung Tembaga Probolinggo Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Batik Tulis. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Ponimin, M.Hum. (2) Lisa Sidyawati, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: Petik Laut Probolinggo, Penciptaan, Batik Tulis Petik laut merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir di kota Probolinggo. Petik laut adalah sebuah upacara rasa syukur terhadap Tuhan dengan mengadakan pelarungan sesaji berupa hasil bumi dengan dihantar ketengah lautan diiringi perahu yang dihias berwarna-warni. Sesaji yang diberikan berupa hasil bumi seperti sayuran dan buah, namun sebagai pokok inti sesaji adalah kepala sapi. Di kota Probolinggo dilaksanakan upacara petik laut pada 1 Muharram atau tahun baru islam karena dianggap sebagai permulaan yang baik dalam memanjadkan doa dan rasa syukur terhadap Tuhan. Petik laut ini merupakan sebuah tradisi yang telah turun-temurun di wariskan oleh masyarakat pesisir Probolinggo. Penelitian penciptaan ini menggunakan tahapan metode yang dikembangkan dari rancangan Gustami, proses penciptaan seni kriya. Tahapan penggalian ide, rumusan konsep hingga mewujudkan suatu karya memerlukan tahapan yang runtut sebagai berikut, (1) Tahap eksplorasi, yaitu tahapan pencarian ide, konsep dalam menciptakan karya seni. (2) Tahap perancangan: menuangkan ide gagasan atau konsep kedalam eksplorasi bentuk dan desain karya (3) Tahap perwujudan, yaitu tahap mewujudkan tahap eksplorasi yang telah dilakukan menjadi sebuah karya. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah karya batik tulis yang bertemakan petik laut kota Probolinggo, yang mana merupakan salah satu bentuk untuk menghargai budaya lokal yang seharusnya dijaga dengan baik. Hasil penggalian sumber ide dari tradisi petik laut yang dijadikan konsep penciptaan karya diwujudkan dengan sebuah karya batik tulis. Karya batik tersebut berjudul (1) Perahu Petik Laut, menceritakan tradisi petik laut Probolinggo (2) Perahu Sesajen, menceritakan kesiapan perahu-perahu pengantar sesaji dan perahu sesaji yang akan dilarung (3) Nglarung, menceritakan proses pelarungan sesaji ke tengah lautan (4) Essenah Sesaji, menceritakan isian sesaji yang telah tumpah ruah dilautan yang mana isian sesaji tersebut memiliki makna bagi nelayan (5) Jhuko Padha Dhateng, menceritakan harapan para nelayan dari prosesi petik laut (6) Ajhalah Jhuko, menceritakan nelayan yang sedang menangkap ikan yang melimpah menggunakan jala. Karya-karya ini selanjutnya dianalisis untuk dimaknai sebagai karya skripsi penciptaan. Batik tulis ini dapat diaplikasikan sebagai tas, taplak meja dan sarung bantal. Sehingga dengan terciptanya batik tulis yang bertemakan tradisi petik laut masyarakat pesisir Probolinggo sebagai langkah awal untuk menghargai warisan budaya lokal untuk melestarikan kebudayaan daerah

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Seni dan Desain (SED) > S1 Pendidikan Seni Rupa
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 24 Jun 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/73117

Actions (login required)

View Item View Item