Pengaruh metode bercerita terhadap perkembangan sosial emosi anak cerebral palsy di SDLB Sumber Dharma Malang / Firda Indi Hastuti

Hastuti, Firda Indi (2019) Pengaruh metode bercerita terhadap perkembangan sosial emosi anak cerebral palsy di SDLB Sumber Dharma Malang / Firda Indi Hastuti. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hastuti, F. I. 2019. Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Perkembangan Sosial Emosi Anak Cerebral Palsy Di SDLB Sumber Dharma Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. M. Shodiq AM, M.Pd (II) Sopingi, S.Sos, M.Pd. Kata Kunci: metode bercerita, perkembangan sosial emosi, cerebral palsy. Inti dari metode bercerita ini sebenarnya bersumber pada modifikasi perilaku (behavior modification) dan operant conditioning. Metode ini harus diajarkan dengan bahasa yang mudah dipahami, menarik, serta terkandung nilai-nilai yang baik di dalamnya. Metode ini dapat diberikan kapan saja (tidak terikat waktu). Cerebral palsy merupakan brain injury yaitu suatu kondisi yang mempengaruhi pengendalian system motorik sebagai akibat lesi dalam otak, atau suatu penyakit neuromuskuler yang disebabkan oleh gangguan perkembangan atau kerusakan sebagian dari otak yang berhubungan dengan pengendalian fungsi motorik. Karena kondisi tersebut, menyebabkan tumbuhnya macam-macam kondisi kepribadian dan emosi. RR adalah salah satu contoh anak cerebral palsy yang gemar menggambar dan unggul di kelasnya, namun subjek FF memiliki masalah pada aspek perkembangan emosinya, yakni subjek FF sering membentak pada temannya untuk meluapkan emosinya. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan pengaruh metode bercerita terhadap perkembangan social emosi anak cerebral palsy (2) mendeskripsikan penerapan metode bercerita terhadap perkembangan social emosi anak cerebral palsy. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Single Subject Research (SSR) dengan desain penelitian A-B dimana desain ini digunakan untuk mengukur perubahan yang terjadi pada target behavior dari fase baseline (A) ke Intervensi (B). Subjek penelitian menggunakan satu anak penyandang cerebral palsy yaitu RR (11 tahun). Berdasarkan hasil fase baseline di SDLB Sumber Dharma Malang, diketahui bahwa banyaknya kejadian membentak anak cerebral palsy cenderung sering. Pada fase baseline yang dilaksanakan selama lima sesi diperoleh dari banyaknya perilaku membentak yakni pada sesi pertama 9 kali, sesi kedua 12 kali, sesi ketiga 11 kali, sesi keempat 9 kali dan sesi kelima 10 kali dengan presentase stabilitas 80%. Pada fase intervensi yang dilaksanakan selama lima sesi diperoleh data banyaknya kejadian membentak yakni pada sesi keenam yaitu 2 kali, sesi kedua 4 kali, sesi ketiga 2 kali, sesi keempat 3 kali, dan sesi kelima 5 kali dengan presentase stabilitas sebesar 80%. Hasil analisis visual antar kondisi antara intervensi dan baseline yaitu dari mendatar (=) ke arah menurun (-). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dari penerapan metode bercerita terhadap banyaknya kejadian membentak pada anak cerebral palsy. Sehingga disarankan bagi orangtua dan guru untuk mengoptimalkan penerapan metode bercerita terhadap anak dengan hambatan cerebral palsy guna mengurangi perilaku negatif yang lainnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Pendidikan Luar Biasa(PLB) > S1 Pendidikan Luar Biasa
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 03 Dec 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/71095

Actions (login required)

View Item View Item