Peningkatan Hasil Belajar Keragaman Sosial Budaya di Jawa Timur Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Kelas IV SDN Bendogerit 2 Kota Blitar / Diana Noviasari Endriani

Endriani, Diana Noviasari (2018) Peningkatan Hasil Belajar Keragaman Sosial Budaya di Jawa Timur Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Kelas IV SDN Bendogerit 2 Kota Blitar / Diana Noviasari Endriani. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Endriani, Diana Noviasari. 2018. Peningkatan Hasil Belajar Keragaman Sosial Budaya di Jawa Timur Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Kelas IV SDN Bendogerit 2 Kota Blitar. Skripsi Prodi S1 ÔÇô Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Suminah, S, Pd., M. Pd. (II) Dra. Sri Murdiyah, M. Pd. Kata Kunci: keragaman sosial budaya jawa timur, problem based learning Hasil wawancara menunjukkan guru belum menggunakan model pembelajaran maupun media pembelajaran. Guru juga kurang memperhatikan latar belakang budaya siswa dalam membahas materi keragaman sosial budaya. Kemudian pencapaian hasil belajar dan pemahaman siswa masih rendah. Berdasarkan wawancara tersebut, peneliti mendeskripsikan penerapan model problem based learning dan peningkatan hasil belajar pada materi keragaman sosial budaya di Jawa Timur melalui model tersebut. Penelitian menggunakan model penelitian tindakan kelas menurut Arikunto (2014: 16) dengan empat tahapan, (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Data penelitian ini terdiri dari data proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Data tersebut diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan pendekatan yang digunakan, peneliti menggunakan teknik analisis kualitatif menurut Miles dan Huberman (Kunandar, 2011: 102) yang terdiri dari tiga komponen kegiatan yaitu reduksi data, beberan (display) atau penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian diperoleh data sebagai berikut. Hasil belajar aspek sikap bertanggung jawab pada siklus I muncul pada 21 siswa dan meningkat pada siklus II menjadi muncul pada 26 siswa. Hasil belajar aspek sikap santun pada siklus I muncul pada 23 siswa meningkat pada siklus II menjadi muncul pada 30 siswa. Hasil belajar aspek keterampilan mengidentifikasi pada siklus I memperoleh nilai maksimal 75 dengan rata-rata kemunculan sebanyak 20 siswa dan meningkat pada siklus II dengan memperoleh nilai maksimal yaitu 100 dengan rata-rata kemunculan sebanyak 27 siswa. Hasil belajar aspek keterampilan menyajikan hasil diskusi pada siklus I memperoleh nilai maksimal yaitu 75 dengan rata-rata kemunculan sebanyak 27 siswa dan meningkat pada siklus II dengan memperoleh nilai maksimal yaitu 100 dengan rata-rata kemunculan sebanyak 28 siswa. Hasil belajar aspek pengetahuan pada pra tindakan dengan rata-rata 57,8 mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 70,1, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 85,1. Ketuntasan klasikal siswa pada tahap pra tindakan sebesar 44,1% (15 siswa) meningkat pada siklus I menjadi 55,9% (19 siswa). Pada siklus II juga terjadi peningkatan menjadi 91,2% (31 siswa). Dari temuan penelitian tersebut dapat diketahui terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada materi keragaman sosial budaya di Jawa Timur melalui penerapan model problem based learning yang baik oleh guru dan siswa.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah (KSDP) > S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 02 Jul 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/6899

Actions (login required)

View Item View Item