Peningkatan keterampilan menceritakan kembali cerita anak melalui model time token di kelas II SDN Tambakan 02 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar / Anida Anggraini

Anggraini, Anida (2018) Peningkatan keterampilan menceritakan kembali cerita anak melalui model time token di kelas II SDN Tambakan 02 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar / Anida Anggraini. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Anggraini, Anida. 2018. Peningkatan Keterampilan Menceritakan Kembali Cerita Anak Melalui Model Time Token di Kelas II SDN Tambakan 02 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sutansi, M.Pd., (II) Dra. Tri Murti, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: peningkatan keterampilan menceritakan kembali cerita anak, model Time Token Permasalahan yang ditemui di kelas II SDN Tambakan 02 Kabupaten Blitar berdasarkan wawancara dan observasi, diketahui bahwasannya: (1) guru kurang memberikan kesempatan pada semua siswa untuk bercerita, (2) pembuatan RPP tidak disesuaikan kondisi siswa, (3) siswa merasa kurang percaya diri jika diminta bercerita di depan kelas, (4) hasil keterampilan menceritakan kembali cerita anak masih rendah, ditunjukkan dengan 11 siswa atau sebesar 42% tuntas dan 15 siswa atau sebesar 58% tidak tuntas mencapai KKM yang ditetapkan sebesar 72. Alternatif perbaikan yang dipilih adalah diterapkannya model time token pada pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) mendiskripsikan menerapkan model time token pada keterampilan menceritakan kembali isi cerita, (2) mendiskripsikan peningkatan keterampilan siswa melalui model time token. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis PTK. Teknik pengumpulan data berupa obeservasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Setelah menerapkan model time token, diperoleh hasil yaitu aktivitas guru pada siklus I sebesar 97% dengan predikat sangat baik dan siklus pada siklus II sebesar 100% dengan predikat sangat baik sehingga nilai rata-rata persentase sebesar 98,5% dengan predikat keberhasilan sangat baik. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari 82,5% pada siklus I dengan predikat baik menjadi 91% di siklus II dengan predikat sangat baik sehingga nilai rata-ratanya adalah 87% dengan predikat sangat baik. Hasil keterampilan siswa pada siklus I adalah 68 dengan persentase ketuntasan belajar 42% predikat keberhasilan kurang sekali. Pada siklus II nilai rata-rata hasil keterampilan siswa meningkat menjadi 79 dengan presentase ketuntasan belajar 85% predikat keberhasilan baik. Hasil nilai sikap siswa pada siklus I yang paling banyak muncul adalah sikap keberanian pada 26 siswa. Siswa yang dikategorikan bagus karena dapat memenuhi 3 sikap meningkat dari 2 siswa menjadi 15 siswa. Pada siklus II jumlah sikap yang paling banyak muncul adalah sikap keberanian pada 26 siswa. Siswa yang dikategorikan bagus karena dapat memenuhi 3 sikap meningkat dari 20 siswa menjadi 25 siswa. Kesimpulannya, penerapan model Time Token dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil keterampilan menceritakan kembali cerita anak. Disarankan bagi guru untuk dapat menerapkan model Time Token sebagai solusi untuk meningkatkan keterampilan menceritakan kembali cerita anak. Bagi siswa, diharapkan lebih berlatih dalam kegiatan menceritakan kembali cerita anak.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah (KSDP) > S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jun 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/6872

Actions (login required)

View Item View Item