Sistem pengasuhan dalam kurikulum khusus sebagai pembentukan karakter di SMA berbasis ketarunaan (studi kasus di SMAN Taruna Nala Jatim) / Nisa Rahma Danti

Danti, Nisa Rahma (2019) Sistem pengasuhan dalam kurikulum khusus sebagai pembentukan karakter di SMA berbasis ketarunaan (studi kasus di SMAN Taruna Nala Jatim) / Nisa Rahma Danti. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Danti, Nisa Rahma. 2019. Sistem Pengasuhan dalam Kurikulum Khusus Sebagai Pembentukan Karakter di SMA Berbasis Ketarunaan (Studi Kasus di SMAN Taruna Nala Jawa Timur). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Djum Djum Noor Benty, M.Pd., dan (II) Ahmad Nurabadi, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: sistem pengasuhan, pembentukan karakter, sekolah berbais ketarunaan Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses belajar mengajar yang memiliki peranan sangat penting dalam pembentukan karakter manusia. Keberhasilan tujuan lembaga pedidikan dapat ditentukan melalui beberapa cara, salah satunya yaitu melalui kurikulum, sebab kurikulum digunakan sebagai pedoman penyelenggaran kegiatan pembelajaran dalam mencapai tujuan. SMAN Taruna Nala Jawa Timur menggunakan kurikulum khusus sebagai pendamping kurikulum nasional yang biasa disebut dengan kurikulum bela negara dan kemaritiman dengan tujuan memberikan suatu pendidikan karakter melalui penguatan nilai-nilai religius, kemandirian, tanggung jawab, tangguh, bertoleransi, berjiwa , berbudi luhur, berjiwa kepemimpinan, dan jujur. SMAN Taruna Nala Jawa Timur merupakan sekolah taruna yang menerapkan pendidikan berasrama yang wajib diikuti oleh semua peserta didik. Fokus penelitian ini adalah: (1) Sistem pengasuhan dalam kurikulum khusus di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. (2) Karakter apa saja yang dibentuk pada sistem pengasuhan di SMAN taruna Nala Jawa Timur. (3) Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengasuhan di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. (4) Solusi untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan pengasuhan di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Proses analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Selanjutnya pengecekan keabsahan data yaitu dengan melalui perpanjangan waktu pengamatan, triangulasi, dan pengecekan anggota. Simpulan penelitian yang didapatkan: (1) simpulan yang pertama, sistem pendidikan di SMAN Taruna Nala Jawa Timur terbagi menjadi tiga yaitu (a) pembelajaran; (b) latihan; serta (c) pengasuhan. Kedua, pengasuhan terdiri dari tiga jenis pengasuhan yaitu (a) bidang pengetahuan, dengan programnya yaitu kegiatan study night; (b) bidang sikap, dengan programnya yaitu pembiasaan diri di asrama; (c) bidang kesemaptaan jasmani, dengan programnya yaitu olah raga pagi dan malam, senam, ketahanan fisik. Ketiga, pengasuhan dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu (a) tahap pembentukan untuk kelas X; (b) tahap pengembangan untuk kelas XI; (c) tahap pemantapan untuk kelas XII. Keempat, SMAN Taruna Nala Jawa Timur menggunakan metode among dalam melaksanakan pengasuhan yang terdiri dari silih asah, silih asih, dan silih asuh. Kelima, teknik yang digunakan dalam melaksanakan sistem pengasuhan yaitu (a) instruksi; (b) persuasi; (c) stimulasi; (d) santi aji; (e) santi karma; (f) pembinaan tradisi; (g) pemberian penghargaan; (h) pemberian hukuman. (2) Pelaksanaan pendidikan karakter dituangkan dalam beberapa aspek yang pertama yaitu melalui pembelajaran klasikal dimana peserta didik memperoleh materi yang termuat dalam dua mata pelajaran kurikulum khusus, yaitu mata pelajaran bela negara dan mata pelajaran kemaritiman. Kedua adalah aspek keterampilan, peserta didik mendapatkan pelatihan keterampilan yang dilatih langsung oleh tim khusus dari TNI AL melalui Lapetal yaitu kesemaptaan jasmani yang terdiri dari push up, sit up, pull up, senam, lari, bela diri militer, dilatih berenang dan menyelam. Ketiga adalah pengasuhan, peserta didik dibina dan dibimbing melalui pembiasaan-pembiasaan yang telah diatur dalam Peraturan Kehidupan Peserta Didik. Beberapa kegiatan kepengasuhan yang dilaksanakan selama keseharian oleh siswa diantaranya adalah jaga serambi, apel pagi & malam, jaga penanting, jaga siswa, apel lorong, ronda malam, sholat berjamaah, penaikan dan penurunan bendera, serta makan bersama. Keempat, peneliti menemukan dalam buku pedoman jika pelaksanaan pembentukan karakter didasarkan pada teori kultivasi karakter yang berisikan tentang proses pembentukan karakter. (3) sekolah dalam melaksanakan sistem pengasuhan memiliki kendala yaitu (a) kurangnya tenaga pengasuh; (b) mengenai masalah perizinan peserta didik yang masih rancu antara kewenangan pihak manajemen asrama atau pihak pengasuh. (4) solusi untuk mengatasi hambatan yaitu (a) pengasuh menjalin kerjasama dengan pihak manajemen asrama agar dapat mengkofer semua peserta didik; (b) membentuk jadwal piket berjaga di asrama pada malam hari secra bergiliran; (c) menyerahkan wewenang perizinan peserta didik kepada pengasuh. Berdasarkan hasil temuan penelitian disarankan kepada: (1) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, untuk memberikan perhatian dan kontribusi lebih terutama dalam pelaksanaan peningkatan karakter peserta didik melalui pengasuhan serta memberikan pengawasan terhadap kegiatan pelaksanaan kurikulum bela negara dan kemaritiman di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. (2) Kepala SMAN Taruna Nala Jawa Timur, diharapkan sekolah dapat memberikan motivasi serta dukungan yang lebih agar tercapai visi, misi dan tujuan sekolah. Selain itu diharapkan kepada kepala sekolah untuk segera menyelesaikan masalah mengenai perijinan peserta didik. (3) Tim Pelaksana Pengasuhan, Disarankan kepada tim pelaksana pengasuhan dapat saling meningkatakan koordinasi bersama dengan pihak manajemen asrama agar tidak terjadi kesalah pahaman mengenai perijinan peserta didik. (4) Ketua Jurusan Adminisitrasi Pendidikan, dijadikan salah satu referensi dalam lingkup perkuliahan yang memiliki keterkaitan dengan penguatan karakter terutama mengenai pembentukan karakter peserta didik di sekolah ketarunaan, sehingga dapat memperluas cakupan referensi mahasiswa. (5) Peneliti Lain, dapat melanjutkan dan menuntaskan keterbatasan peneliti dalam menggali informasi lebih dan belum terungkap dalam pelaksanaan pembentukan karakter peserta didik terutama pada aspek kedisiplinan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S1 Administrasi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 29 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/68693

Actions (login required)

View Item View Item