Manajemen pembelajaran sekolah dasar di daerah tertinggal (studi kasus di Sekolah Dasar Negeri 14 Mentarau, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat) / Agus Yanto

Yanto, Agus (2020) Manajemen pembelajaran sekolah dasar di daerah tertinggal (studi kasus di Sekolah Dasar Negeri 14 Mentarau, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat) / Agus Yanto. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Yanto, Agus. 2019. Manajemen Pembelajaran Sekolah Dasar di Daerah Tertinggal (Sudi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 14 Mentarau, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Ali Imron, M.Pd., M.Si., (2) Dra. Djum Djum Noor Benty, M.Pd. Kata Kunci: manajemen, pembelajaran, sekolah dasar, daerah tertinggal. Permasalahan keterbatasan biaya dan kebijakan pendidikan memang menjadi permasalahan bagi daerah tertinggal. Daerah tertinggal memang sulit dalam pembangunan infrastruktur, pemerataan sarana pendidikan yang sesuai standar dan tenaga pendidik menjadi persoalan yang konkrit yang menyebabkan sulitnya dalam berkomunikasi dan langkanya alat-alat bantu untuk menunjang proses pembelajaran, juga ditambah lagi dengan kebijakan standarisasi pendidikan dan kurikulum yang tidak sesuai dalam penerapannya khususnya di daerah tertinggal. Fokus penelitian ini untuk mengungkapkan: (1) penyusunan program pembelajaran, (2) implementasi program pembelajaran, (3) evaluasi program pembelajaran, (4) faktor pendukung Pembelajaran, (5) faktor penghambat Pembelajaran, (6) upaya/solusi menangani faktor penghambat pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri 14 Mentarau, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus deskriptif untuk memahami peristiswa dan interaksi atau hal-hal yang berhubungan dengan manajemen pembelajaran seperti; (1) penyusunan program pembelajaran, (2) implementasi program pembelajaran, (3) evaluasi program pembelajaran, (4) faktor pendukung pembelajaran, (5) faktor penghambat pembelajaran, dan (6) upaya/solusi menenangani faktor penghambat pembelajaran. Hasil dan pembahasan: (1) penyusunan program pembelajaran menggunakan instrumen perangkat pembelajaran berupa Silabu, RPP, program tahunan, dan juga program semester, (2) implementasi program pembelajaran menggunakan kurikulum ganda walaupun secara proses penerapan pembelajaran lebih cenderung dengan menggunakan KTSP karena di pengaruhi oleh faktor keadaan sekolah baik dari keadaan sarana dan prasarana maupun dari keadaan siswa, (3) evaluasi program pembelajaran pada siswa, guru menggunakan alat atau bentuk evaluasi pembelajaran berupa bentuk tes lisan dan test tertulis, (4) faktor pendukung pembelajaran tidak terlepas dari keempat komponen tersebut yaitu faktor guru, siswa, sarana dan prasarana, dan juga lingkungan sekitar sekolah, (5) faktor penghambat pembelajaran bersumber dari lingkungan internal sekolah dan juga lingkungan eksternal sekolah, (6) upaya/solusi menangani faktor penghambat pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri 14 Mentarau, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat ada dua acara yang dilakukan sekolah dalam menangani hambatan pembelajaran yaitu tergantung dari sumber hambatan baik dari sumber faktor internal maupun dari faktor eksternal sekolah. Simpulan penelitian ini: (1) penyusunan program pembelajaran menggunakan kurikulum ganda yaitu Kurikulum 2013 dan KTSP, (2) implementasi program pembelajaran secara administrasi menggunakan dua kurikulum yaitu Kurikulum 2013 dan KTSP. Akan tetapi karena kondisi sekolah baik dari faktor kondisi sarana dan prasanan dan juga faktor Keadaan siswa sehingga pada proses pembelajaran lebih dekat dengan menggunakan KTSP, (3) evaluasi program pembelajaran yang dilakukan guru ada dua jenis evaluasi pembelajaran yaitu evaluasi sumatif yang mana dimaksudkan evaluasi sumatif yaitu evaluasi yang dilakukan oleh guru guna untuk menentukan hasil dan perkembangan atau kemajuan belajar siswa, dan juga selain evaluasi sumatif guru juga menggunakan evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilakukan oleh guru guna untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar dan mengajar, (4) faktor pendukung pembelajaran ada dua sumber yang pertama dari lingkungan internal sekolah dan juga lingkungan eksternal sekolah, (5) faktor penghambat pembelajaran ada dua sumber yang pertama dari lingkungan internal sekolah dan juga lingkungan eksternal sekolah, (6) upaya/ solusi mengenai faktor penghambat pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri 14 Mentarau, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat ada dua cara yang dilakukan sekolah dalam menangani hambatan pembelajaran yaitu tergantung dari sumber hambatan. Upaya atau solusi yang dilakukan sekolah dalam menangani kekurangan sarana dan prasarana yaitu dengan meminta bantuan lebih kepada pemerintah atau Dinas Pendidikan. Saran-saran pada penelitian ini hendaknya dalam implementasi program pembelajaran harus sesuai dengan kebijakan kurikulum, guru juga harus lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat lebih memberikan perhatian khusus ke sekolah-sekolah baik dari segi faktor penghambat maupun faktor pendukungnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S1 Administrasi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 14 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/68665

Actions (login required)

View Item View Item