Manajemen pembinaan karakter peserta didik di Sekolah Dasar Insan Amanah Malang / Devita Fahrilyani

Fahrilyani, Devita (2019) Manajemen pembinaan karakter peserta didik di Sekolah Dasar Insan Amanah Malang / Devita Fahrilyani. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vi RINGKASAN Fahrilyani, Devita. 2019. Manajemen Pembinaan Karakter Peserta Didik di SD Insan Amanah Malang. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hj. Maisyaroh, M.Pd, (II) Desi Eri Kusumaningrum, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: manajemen, pembinaan karakter Manajemen pendidikan karakter peserta didik merupakan suatu cara atau usaha yang dilakukan guna membentuk akhlak, budi pekerti, dan watak peserta didik agar mempunyai kepribadian yang baik sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Pendidikan karakter di SD Insan Amanah Malang bertujuan untuk membangun karakter peserta didik sesuai dengan visi dan misi sekolah. Pendidikan karakter ini sangat diperlukan terutama di sekolah dasar di kota Malang, melihat maraknya pergaulan bebas dan kenakalan-kenakalan remaja sudah banyak terjadi. Salah satu sekolah dasar di kota Malang yang telah menanamkan pendidikan karakter terhadap peserta didiknya adalah Sekolah Dasar (SD) Insan Amanah Malang. Sekolah ini pernah mendapatkan predikat sebagai sekolah berkarakter tahun 2018. Fokus penelitian dari penelitian ini adalah perencanaan pembinaan karakter peserta didik; pengorganisasian pembinaan karakter peserta didik; pelaksanaan pembinaan karakter peserta didik; faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembinaan karakter peserta didik; evaluasi pelaksanaan pembinaan karakter peserta didik; peran kepala sekolah dan guru dalam pelaksanaan pembinaan karakter peserta didik. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Secara interaktif kegiatan analisis data ini dilakukan dengan serangkaian proses reduksi data dan display data. Setelah data penelitian diperoleh, dilakukan pengecekan keabsahan data melalui triangulasi, pengecekan anggota, meningkatkan ketekunan dan kecukupan bahan referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pembinaan karakter dilaksanakan enam bulan sekali setiap awal semester. Perencanaan ini dilakukan melalui rapat kerja atau raker yang dipimpin oleh kepala sekolah. Sebelum raker dilaksanakan, ada pra-raker yang gunanya untuk evaluasi program selama satu tahun; pengorganisasian pembinaan karakter peserta didik meliputi pembagian tugas kepada guru-guru. Pembagian tugas ini diberikan kepada masing-masing guru atau anggota komisi agar mereka mengetahui perannya dalam kegiatan; Pelaksanaan pembinaan karakter peserta didik dilakukan dengan pendampingan dan pemantauan langsung oleh pembina dalam pelaksanaan kegiatan. Pendampingan dan pemantauan dilakukan dengan maksud agar peserta didik dapat melaksanakan kegiatan dengan benar dan tepat; Faktor yang mendukung dalam pelaksanaan pembinaan karakter peserta didik ialah peserta didik, sumber daya yang dimiliki sekolah yaitu semua guru dan karyawan, tingkat kepercayaan orangtua yang tinggi, dan juga pihak luar (sponsorship) yang terlibat dalam kegiatan. Adapun faktor yang menghambat yaitu peserta didik yang malas/lambat, kondisi fisik peserta didik yang kurang sehat dan orangtua yang tidak memiliki vii banyak waktu luang. Solusi yang diberikan oleh pihak sekolah yakni dengan melakukan komunikasi yang intens terhadap orangtua dan selalu mengingatkan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peserta didik; evaluasi dilaksanakan satu minggu sekali setiap hari Jum’at dalam rapat dewan guru untuk mengevaluasi kegiatan harian selama satu minggu. Adapun faktor yang mendukung berjalannya kegiatan evaluasi ialah keterbukaan guru-guru untuk menyuarakan kekurangan-kekurangan yang ada pada saat pelaksanaan kegiatan; Kepala sekolah memiliki peran sebagai puncak kebijakan. Kepala sekolah juga sebagai pemimpin, penanggung jawab kegiatan sekaligus sebagai inovator. Guru-guru juga memiliki peran sebagai pendamping selama kegiatan berlangsung dan sebagai objek dalam memberikan contoh konkret kepada peserta didik atau menerapkan hal-hal baik kepada sesama guru sebelum mengajarkan kepada peserta didik. Agar kegiatan berjalan dengan efektif, sekolah memiliki beberapa upaya diantaranya yaitu dengan perencanaan awal yang matang serta memaksimalkan faktor pendukung yang ada. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberi saran kepada: Kepala SD Insan Amanah Malang, disarankan dapat membuat kegiatan pertemuan dengan orangtua peserta didik dalam rangka memberikan informasi-informasi mengenai kegiatan yang akan berjalan guna memberikan kesadaran terhadap orangtua agar lebih memperhatikan putra-putrinya; Pembina dalam kegiatan pembinaan karakter peserta didik, disarankan untuk selalu melakukan komunikasi dengan orangtua peserta didik sehingga orangtua bisa memantau putra-putrinya pada saat pelaksanaan kegiatan; Bapak dan Ibu guru SD Insan Amanah Malang, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam menyikapi peserta didik yang malas/lambat; Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan referensi dalam mengembangkan ilmu manajemen pendidikan; Peneliti lain, apabila melakukan penelitian sejenis diharapkan dapat mengikuti pelaksanaan evaluasi mingguan yang dilaksanakan dalam rapat dewan guru.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S1 Administrasi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 30 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/68659

Actions (login required)

View Item View Item