Peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan: studi kasus di SMA Unggulan Harapan Ummat International Islamic Boarding School Darul Hikam Mojokerto / Dwi Elok Kharismawati

Kharismawati, Dwi Elok (2019) Peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan: studi kasus di SMA Unggulan Harapan Ummat International Islamic Boarding School Darul Hikam Mojokerto / Dwi Elok Kharismawati. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vi ABSTRAK Kharismawati, D, E. 2019. Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan: Studi Kasus di SMA Unggulan Harapan Ummat International Islamic Boarding School Darul Hikam Mojokerto. Skripsi, Jurusan Aministrasi Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Ahmad Yusuf Sobri, S. Sos., M.Pd. (II) Imam Gunawan, M.Pd Kata Kunci: peran kepala sekolah, mutu pendidikan Kepala sekolah merupakan kunci keberhasilan dari sebuah sekolah atau lembaga, karena keberhasilan pencapaian tujuan dan kualitas sekolah sangat dipengaruhi oleh peran kepala sekolah. Sekolah atau lembaga pendidikan tidak hanya negeri, melainkan ada pondok pesantren yang pendidikannya lebih mengutamakan keagamaan Islam tetapi tetap menggunakan kurikulum terpadu layaknya sekolah formal lain. Salah satu pondok pesantren di Mojokerto adalah pondok pesantren Darul Hikam yang dikenal dengan sebutan International Islamic Boarding School yang di dalamnya terdapat Sekolah Menengah Atas (SMA) yakni SMA Unggulan Harapan Ummat yang memiliki banyak prestasi. SMA ini baru dibuka pada tahun 2011, meskipun memiliki sedikit siswa tidak seperti sekolah lainnya, tetapi SMA Unggulan Harapan Ummat mampu bersaing dengan sekolah negeri maupun swasta lainnya di Mojokerto dan telah menjuarai berbagai macam perlombaan. Lembaga yang kualitas atau mutunya baik pasti mempunyai kepemimpinan kepala sekolah yang baik didalamnya dan tidak terlepas dari peran kepala sekolah. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) menjelaskan peran kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan mutu pendidikan; (2) mengetahui peran kepala sekolah sebagai pemimpin dalam meningkatkan mutu pendidikan; (3) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan mutu pendidikan; (4) menjelaskan solusi pada faktor penghambat yang dihadapi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, beberapa guru, dan beberapa siswa. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi/penarikan kesimpulan. Pengecekan kebasahan data dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan metode, member check, perpanjangan waktu penelitian, meningkatkan ketekunan, dan kecukupan bahan referensi. Hasil penelitian ini adalah: (1) peran kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan mutu pendidikan dimulai dari perencanaan yang dilakukan bersama tim strukural terlebih dahulu, kemudian rapat bersama tim struktural dan pihak yayasan untuk meminta persetujuan, rapat bersama guru-guru untuk mensosialisasikan program dan membagi tugas pada masing-masing guru. Pengorganisasian dilakukan kepala sekolah dengan membagi tugas, membagi penanggungjawab, dan membagi tim struktural. Pelaksanaan berpedoman pada RKAS tahunan (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) dan kalender vii pendidikan secara umum, sedangkan pelaksanaan peningkatan kemampuan guru melalui rapat guru dan pembinaan guru. Evaluasi dilakukan oleh kepala sekolah secara fleksibel, jadwal tetap untuk rapat evaluasi itu sendiri dilakukan setiap bulannya pada tanggal 15; (2) peran kepala sekolah sebagai pemimpin dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah memantau, menjadi perantara guru dan siswa, mendisiplinkan guru dan siswa, memotivasi, menjadi penghubung sekolah dengan pihak luar, membimbing siswa secara berkelanjutan, membina dan meningkatkan kemampuan guru, membuat keputusan, membuat inovasi; (3) faktor pendukung dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah banyaknya relasi, besarnya support yayasan, berbasis pondok pesantren dan bernuansa semi modern, memfasilitasi siswa untuk bebas memilih, memfasilitasi guru. Sedangkan faktor penghambat yang dihadapi adalah benturan sistem dengan dinas, seringnya pergantian guru, kebijakan sertifikasi, kesadaran warga sekolah yang kurang, sulitnya penerapan digital learning, koordinator tim tidak selalu ada di sekolah, sulitnya mengurus administrasi siswa luar negeri, menghitung keuangan secara manual, terkadang terkendala biaya; (4) solusi untuk menghadapi faktor penghambat tersebut adalah benturan tetap mengikuti dinas tetapi disesuaikan visi dan misi sekolah, seringnya pergantian guru yaitu menawarkan melalui surat pernyataan lanjut/tidaknya dan memberikan gaji yang cukup, kebijakan sertifikasi yaitu memudahkan pada tahun kedua dengan memperhatikan hak murid, kesadaran warga sekolah yang kurang yaitu memberikan pemahaman, penugasan, dan memotivasi, sulitnya penerapan digital learning yaitu mengikutsertakan pelatihan bersertifikat dan memenuhi sarana prasarana, koordinator tim tidak selalu ada di sekolah yaitu mengkomunikasikan dan mengalihkan kepada anggota, sulitnya mengurus administrasi siswa luar negeri yaitu memenuhi syarat pada awal pendaftaran dan sekolah yang mengurus ke pusat, menghitung keuangan secara manual yaitu menggunakan sistem laporan mingguan, triwulan, semester, tahunan, terkadang terkendala biaya yaitu program ditunda/mengambil nominal terendah. Saran penelitian ini adalah: (1) ketua yayasan pondok pesantren Darul Hikam Mojokerto, untuk lebih memperbanyak jaringan di dalam negeri untuk memperkenalkan sekolah ke masyarakat lokal; (2) kepala SMA Unggulan Harapan Ummat Mojokerto, untuk lebih memaksimalkan fasilitas sekolah seperti wifi, lebih sering mempromosikan sekolah, lebih dekat dengan siswa dan guru untuk memotivasi, lebih sering mengadakan pelatihan atau pembinaan untuk guru; (3) tenaga pendidik/kependidikan, lebih memaksimalkan sarana prasarana yang ada seperti LCD dan ruang perpustakaan, lebih inovatif dalam mengajar seperti menggunakan powerpoint tidak hanya mendikte/duduk saja melainkan berkeliling di dalam kelas saat mengajar, lebih meningkatkan perannya agar kegiatan dan program terlaksana secara maksimal, lebih sungguh-sungguh dalam bekerja; (4) mahasiswa jurusan administrasi pendidikan, untuk lebih banyak mencari referensi yang berhubungan dengan mutu pendidikan di sekolah agar memperluas pengetahuan dan mengembangkan dari penelitian sebelumnya, lebih sering melakukan konsultasi dengan dosen; (5) peneliti lain, untuk lebih mengembangkan kegiatan penelitian selanjutnya yang lebih mendalam dan detail berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan topik dan tema yang sejenis.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S1 Administrasi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 27 May 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/68654

Actions (login required)

View Item View Item