Criticizing patriarchy system through woman civilization in Charlotte Perkins Gilman's Herland / Lisawati

Lisawati (2019) Criticizing patriarchy system through woman civilization in Charlotte Perkins Gilman's Herland / Lisawati. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Lisawati. 2019.Kritik Terhadap Sistem Patriarki Melalui Peradaban Perempuan Dalam Herland Karya Charlotte Perkins Gilman. Skripsi, Jurusan Sastra Ingris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Advisor (I): Mirjam Anugerahwati, Dr., M.A., (II) Inayatul Fariha, S.S, M.A. Kata kunci: feminisme, patriarki, peradaban, ibuisme, virgin-birth Novel utopia Charlotte Perkins Gilman, Herland adalah bacaan menakjubkan yang dibungkus dengan isu-isu menarik untuk dieskplorasi. Tujuan utama karya ini adalah untuk mengkritik sistem patriarki yang sudah lama hidup dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ceritanya berkisar pada tiga karakter pria yang sedang melakukan penelitian di sebuah negara bernama Herland, negara yang dihuni oleh perempuan saja. Perjalanan itu secara tidak sengaja membuat mereka sadar bahwa negara yang dipimpin oleh perempuan jauh lebih baik daripada negara-negara dimana lelaki memegang kekuasaan penuh. Dengan fakta demikian, peneliti mencoba untuk mengeskplorasi lebih lanjut bagaimana patriarki dikritik dalam Herland. Karena masyarakat menilai perempuan berdasarkan jenis kelamin dan penampian fisik saja, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kekuatan perempuan dalam memimpin sebuah negara tanpa campur tangan laki-laki. Karya Luce Irigaray berjudul Etika Perbedaan Seksual membantu penelitian ini untuk menyoroti filosofi lama tentang menjadi laki-laki dan perempuan. Teori tersebut berpendapat bahwa laki-laki telah menajdi subjek wacana baik secara teori, moralitas, dan politik. Terlebih lagi jenis kelamin Tuhan selalu dikaitkan dengan maskulinitas. Ironisnya, wanita selalu dikaitkan dengan seni minor seperti memasak, menjahit, serta mengurus anak. Selain itu, ibuisme dan cara melahirkan perempuan-perempuan di Herland akan dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukan bagaimana patriarki dikritik dengan penggambaran negara tersebut yang sangat maju. Penataan pohon-pohon,hutan yang lebih terlihat seperti lahan pertanian, serta rumah serba putih yang dibangun tidak terlalu besar tapi nyaman. Juga bagaimana perempuan memimpin negara dengan berorientasi kekeluargaan menjadi peran utama dalam mengkritik patriarki. Sistem pendidikan disana sangat berbeda, ibu berperan sebagai pengasuh juga guru. Terakhir, penghuni Herland jauh berbeda dari perempuan kebanyakn mulai dari penampilan fisik sampai karakter. Kesimpulannya, melalui novel ini dapat dilihat bahwa perempuan juga memiliki kemampuan untuk memimpin selama mereka diberikan kesempatan. Novel feminis utopia ini membantu membuka mata bagaimana perempuan menangani masalah kenegaraan dibandingkan dengan laki-laki dan dapat menciptakan lingkungan hidup yang baik untuk generasi selanjutnya. Dengan penelitian ini, semoga kita sadar betapa bahayanya jika orang menilai orang lain hanya berdasarkan jenis kelamin.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S1 Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 26 Nov 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/66668

Actions (login required)

View Item View Item