Mr. Hooper's repentance in Nathaniel Hawthorne's The Minister's Black Veil / Mohammad Bagus Nugroho

Nugroho, Mohammad Bagus (2019) Mr. Hooper's repentance in Nathaniel Hawthorne's The Minister's Black Veil / Mohammad Bagus Nugroho. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Nugroho, Mohammad Bagus. 2019. Pertaubatan Tuan HooperdiThe Minister’s Black Veil Karya Nathaniel Hawthorne. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd, M.Ed.,(II) Drs. Arif Subiyanto, M.A. Kata kunci: psikoanalisis, rasa bersalah, pertaubatan Rasa bersalah dilihat sebagai emosi moral yang mempengaruhi perilaku manusia karena hal tersebutmenimbulkan seseorang menjadi merasa bersalah atas pelanggaran mereka terhadap standar norma. Pengalaman rasa bersalah memberikan pertimbangan yang rasional untuk bertindak baik. Adanya pertaubatan dapat digunakan untuk memperbaiki kesalahan moral mereka. Pertaubatan memiliki efek yang baik bagi orang-orang yang mengalami rasa bersalah. Penilitian ini bertujuan untuk mengungkap pertaubatan pemeran utama (tuan Hooper) di The Minister’s Black Veil karya Nathaniel Hawthorne yang berdasarkan pada analisis perilakunya. Analisis pada penelitian ini menyajikan penjelasan bahwa perilaku anehnya merupakan pertaubatan simboliknya. Masalah penelitian: (1) Apa dosa tuan Hooper? (2) Apa saja perilaku aneh tuan Hooper? (3) Apakah perilaku aneh tuan Hooper merupakan pertaubatan simboliknya? Tujuan penelitian: mengungkapkan dosa tuan Hooper yang mendasari perwujudan pertaubatannya, menunjukkan perilaku anehnya, memperkenalkan perilaku anehnya yang merupakan pertaubatannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian ini adalah The Minister’s Black Veilkarya Nathaniel Hawthorne. Prosedur penelitian ini menggunakan metode analisis dokumen sebagai alat untuk pengumpulan data dan analisis data. Prosedur dalam pengumpulan data yaitu: membaca dokumen yang ada, merninjau data yang berupa frasa, kalimat, dan paragraf, dan memperkenalkan data yang berhubungan dengan penelitian ini. Selama pengumpulan data, proses tersebut melibatkan pengaplikasian teori psikoanalisis, rasa bersalah dan pertaubatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dosa pemeran utama adalah pelecehan seksual, (2) dosa pemeran utama dan pertaubatannya mendasari perilaku anehnya, (3) perilaku aneh pada pemeran utama merupakan pertaubatannya. Perwujudan pertaubatan pada pemeran utama dilandasi dengan dosa pelecehan seksualnya yang disebabkan oleh pengembangan psikologis rasa bersalah terhadap suatu dosa sebagaimana dibuktikan oleh perilaku anehnya. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pertaubatan sesuai dengan perilaku pemeran utama. Pertaubatannya menopang kehidupan pemeran utama beserta penderitaannya yang diakibatkan oleh dosanya. Pertaubatan mengacu pada perilaku anehnya termasuk perubahan aktualnya dari berdosa menjadi kebajikan dan bertanggung jawab atas dosanya di dalam berkehidupan sosial. Penelitian ini ditujukan kepada pengajar prosa, pelajar sastra inggris, dan peneliti selanjutnya yang mana penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam memahami karya sastra Nathaniel Hawthorne, mengamati persoalan psikologis pada tindakan seseorang, dan menganalisa cerita tersebut untuk penelitian selanjutnya karena cerita klasik tersebut terkenal luas di mata pelajaran sastra.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S1 Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 13 Dec 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/66666

Actions (login required)

View Item View Item