Konstruksi identitas eksil politik dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori: kajian gastronomi sastra / Hasanuddin I. Arbi

Arbi, Hasanuddin I. (2019) Konstruksi identitas eksil politik dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori: kajian gastronomi sastra / Hasanuddin I. Arbi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Arbi, Hasanuddin I. 2019. Konstruksi Identitas Eksil Politik dalam Novel Pulang Karya Leila S. Chudori: Kajian Gastronomi Sastra. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Taufik Dermawan, M.Hum. Kata Kunci: identitas, kuliner, eksil politik Para eksil politik merupakan bagian dari budaya dan tanah air Indonesia yang terpaksa tinggal di negeri asing karena dicabut hak kewarganegaraannya. Mereka merupakan diaspora yang hidup tanpa kewarganegaraan (stateless). Identitas yang berupaya dipancarkan oleh mereka adalah kuliner. Dengan kuliner yang mengakar dalam suatu budaya dan mampu menembus zaman melalui tradisi kuliner yang turun-temurun dapat membentuk sebuah identitas yang integritas. Gastronomi sastra adalah studi yang mempelajari tentang kehadiran kuliner dalam karya sastra. Kajian gastronomi sastra merupakan kajian mutakhir yang memiliki lahan tersendiri untuk membedah problem kuliner dalam prosa fiksi, puisi, maupun naskah drama. Gastronomi sastra sebagai wahana dalam memperkenalkan kuliner kepada pembaca dapat memberikan pengalaman imajinasi untuk mengingat kembali masa lalu dengan merumuskan kuliner sebagai suatu kearifan yang harus dijaga, serta mengungkapkan bagaimana tokoh-tokoh tersebut mengkonstruksi identitas budaya dan prinsip hidup mereka melalui kuliner. Novel Pulang karya Leila S. Chudori merupakan salah satu novel yang intens membahas tentang kuliner. Dalam novel tersebut kuliner memainkan peran penting karena mengangkat tema tentang kehidupan para eksil politik Indonesia di Perancis. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan peran kuliner sebagai pembentuk identitas individu dan identitas nasional eksil politik dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori, serta (2) menjelaskan identitas eksil politik melalui kuliner sebagai representasi ingatan masa lalu, kuliner sebagai representasi wahana promosi, dan kuliner sebagai representasi perekat hubungan sosial dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif gastronomi sastra menghasilkan teks secara tertulis tentang konstruksi identitas eksil politik dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Data penelitian ini adalah narasi, monolog, dan dialog yang terdapat dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Narasi, monolog, dan dialog tersebut berupa frasa, kalimat, dan paragraf. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik membaca, mencatat, dan mengklasifikasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk validasi data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi, yaitu peneliti mencari informasi dalam berbagai sumber data yang relevan untuk memperkaya data serta mendukung justifikasi, kemudian melakukan diskusi intensif dengan dosen pembimbing maupun teman untuk menambah perspektif, dan merefleksi kembali data dengan pembacaan ulang referensi teori sehingga dapat meyelidiki validitas tafsiran dari peneliti sendiri. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat identitas eksil politik yang dikonstruksi melalui kuliner, yaitu (1) kuliner sebagai identitas individu yang dibentuk dengan citra kuliner dan bumbu (spice) kuliner dari para tokoh untuk menghadirkan keindonesiaan diri lewat kuliner yang dicitrakan sebagai konstruksi fundamental yang masif sejak lahir dan menunjukan kesetiaan terhadap budaya dengan susunan bumbu yang dipatuhi sebagai bentuk penegasan bahwa keindonesiaan tokoh tidak pernah pudar, (2) kuliner sebagai identitas nasional yang dikonstruksi melalui restoran tanah air yang menjadi klaim identitas nasional dan budaya oleh para tokoh sebagai bentuk perbaikan ingatan yang disesuaikan dengan lingkungan Perancis, serta cita rasa kuliner yang signifikan dalam memunculkan secuil rasa Indonesia di luar negeri, (3) kuliner sebagai representasi ingatan masa lalu (nostalgia) yang dibuktikan melalui aroma masakan dengan mengenal aroma khas makanan yang disantap di masa lalu dan ruang (space) kenangan yang menandai kenangan pada sebuah tempat bernama Indonesia sehingga selalu merawat ingatan dan tetap mempertahankan jati diri sebagai orang-orang yang memiliki identitas keindonesiaan, (4) kuliner sebagai representasi wahana promosi yang dibuktikan melalui jenis makanan dan jenis minuman yang eksis di Eropa untuk mengenalkan Indonesia dari sisi historis, serta sebagai ajang promosi wisata dan budaya kuliner, dan (5) kuliner sebagai representasi perekat hubungan sosial melalui kuliner penyejuk suasana dan penenang perasaan yang merepresentasi kuliner sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar mengisi perut, mencecap rasa di lidah, dan membumbui cerita, yaitu menyentuh sampai ke hati kemudian menyembuhkan luka dan mencapai fungsi sebagai peredam konflik dalam cerita. Jadi, secara keseluruhan kuliner dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori memiliki peran yang signifikan dalam membangun karakter tokoh dan melandasi cerita dalam rotasi tentang keindonesiaan. Oleh sebab itu, terdapat saran untuk beberapa pihak, yaitu (1) peneliti sastra agar penelitian yang berkaitan tentang gastronomi sastra sebaiknya lebih diperhatikan dan dikembangkan karena mengkaji karya sastra dengan sudut pandang gastronomi sastra dapat meningkatkan mutu karya sastra serta kepedulian terhadap budaya maupun tradisi khususnya pada bidang kuliner di masa mendatang, (2) dunia pendidikan sastra, kajian gastronomi sastra hendaknya dimanfaatkan untuk menanamkan kepedulian terhadap makanan khas Indonesia dan nasibnya di masa depan, (3) peneliti lain, meneliti karya sastra dengan perspektif gastronomi sastra hendaknya memperhatikan dominasi kuliner dalam karya sastra, relasi kuliner dengan pengarang, dll. Untuk penelitian mengenai eksil politik yang terdapat dalam karya sastra hendaknya diteliti dengan perspektif lain, seperti sosiologi sastra, sejarah sastra, atau interdisipliner lain yang relevan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Indonesia (IND) > S1 Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 28 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/66439

Actions (login required)

View Item View Item