Syair seger waras di Kelurahan Ciptomulyo Kota Malang: kajian memori / Asyifa Alifia

Alifia, Asyifa (2019) Syair seger waras di Kelurahan Ciptomulyo Kota Malang: kajian memori / Asyifa Alifia. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Alifia, Asyifa. 2019. ‘Syair Seger Waras di Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang: Kajian Memori’, Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Teguh Tri Wahyudi, S.S, M.A. Kata Kunci: nyanyian memandikan bayi, Syair Seger Waras, testimoni, memori Kajian yang menggunakan syair sebagai objek material telah banyak dilakukan di Indonesia. Akan tetapi, kajian syair hanya terbatas pada struktur, nilai-nilai, fungsi, pengalihwahanaan, dan manifestasi gender. Sementara itu, kajian objek formal memori lebih banyak dikaji di Eropa dan hanya digunakan pada kajian yang menitikberatkan pada unsur politis saja. Padahal, memori-memori tentang kenyataan masa lalu di Indonesia ini banyak terekam. Meskipun masyarakat hafal dengan kejadian-kejadian masa lampau, hal ini belum masuk dalam wilayah kajian ilmiah. Didasarkan pada alasan-alasan tersebut, kajian ini difokuskan untuk mengkaji konstruksi memori berupa testimoni dari sastra lisan Syair Seger Waras, yang pelantunannya mengandalkan kekuatan memori di Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang. Pendekatan kualitatif dilakukan dalam pengolahan dan analisis data yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Sumber data didasarkan pada wawancara mendalam terhadap keenam narasumber yang berprofesi sebagai tenaga medis tradisional khusus bayi. Data kajian berupa potongan-potongan testimoni yang telah ditranskripsi dari rekaman hasil wawancara. Pengaji sekaligus instrumen utama dalam kajian ini dibantu oleh instrumen tambahan berupa pedoman pertanyaan wawancara. Analisis data dalam kajian ini terdiri atas tiga langkah, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori memori individual Halbwachs sebagai landasan. Berdasarkan kajian yang dilakukan, diketahui bahwa ada tradisi lisan berupa nyanyian yang dilantunkan ketika bayi mandi pagi dan sore hari di Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang. Nyanyian ini dilantunkan oleh tenaga medis tradisional khusus bayi, seperti dukun bayi dan perawat bayi. Nyanyian ini memiliki formula yang merupakan campuran antara formula syair dari segi sajak (bunyi akhir suku kata) dengan formula tembang pada jumlah baris dan suku kata. Secara struktur, syair ini memiliki bagian yang hampir sama dengan pantun, yakni terdiri atas sampiran dan isi. Terdapat penambahan struktur berupa pembuka yang berisi bacaan basmalah. Sampiran bukan hanya berfungsi sebagai penyedia bunyi bagi isi, akan tetapi memiliki hubungan makna dengan isi. Isi syair disebut doa. Meskipun demikian, nyanyian ini belum memiliki identitas. Oleh karena itu, pengaji mengajukan Syair Seger Waras sebagai nama yang telah mewakili esensi nyanyian. Nyanyian ini terdiri atas lima versi dan dua variasi. Versi merupakan syair berbeda yang dipaparkan oleh masing-masing narasumber. Variasi merupakan syair yang lahir dari versi akibat adanya proses memori dan perubahan lingkungan sosial. Melalui keenam memori yang dikonstruk, diketahui bahwa Syair Seger Waras merupakan memori individual yang ditransmisikan sehingga membentuk memori kolektif. SUMMARY Alifia, Asyifa. 2019. ‘Syair Seger Waras in Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang: A Memory Approach’, Thesis, Indonesian Language Department, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Adviser: Teguh Tri Wahyudi, S.S., M.A. Keywords: baby bathing song, Syair Seger Waras, testimony, memory Studies using syair as material objects have been carried out in Indonesia. However, the syair study is limited to structure, values, functions, allocation, and gender manifestations. In the meantime, the study of formal objects of memory is examined in Europe and is only used in studies that emphasize the political element only. In fact, the memory of the past reality in Indonesia is widely recorded. Despite the memorization of the events of the past, this has not been included in scientific studies. Based on these reasons, the study focuses on reviewing the memory construction of testimonials from the oral literature Syair Seger Waras, whose foundation relies on memory strength in the Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang. The qualitative approach is done in the processing and analysis of data presented in a descriptive form. The data source is based on an in-depth interview of six interviewees who are professionals of traditional medical infants. Data of the study in the form of pieces of testimony that have been transcribed from the recording of interviews. The main instruments in this study are assisted by additional instruments in the form of interview question guidelines. Data analysis In this study consists of three steps, namely data reduction, data presentation, and withdrawal of conclusion. The analysis was conducted using Halbwachs' individual memory theory as a cornerstone. Based on the study conducted, it is known that there is an oral tradition of singing that chanting when baby bathing morning and evening in Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang. The song is chanted by traditional medical professionals, like baby shamans and nurse baby. This syair has a formula that is a mixture between the syair formula in terms of rhymes (the final sound of the syllables) with the formula of the tembang on the number of lines and syllables. Structurally, the poem has almost the same part as pantun, consisting of sampiran and content. There is the addition of an opening structure containing a bass reading. Sampiran not only serves as a sound provider for content but has a meaningful relationship with the content. The poem is called prayer. Nevertheless, this song has no identity. Therefore, the presenter proposes the Syair Seger Waras as a name that has represented the essence of the song. The song consists of five versions and two variations. The version is a different poem presented by each interviewee. Variations are verses that are born from a version due to the process of memory and changes in the social environment. Through the sixth conjugable memory, it is revealed that Syair Seger Waras is an individual memory that is transmitted so as to form a collective memory.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Indonesia (IND) > S1 Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 29 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/66436

Actions (login required)

View Item View Item