Pengembangan kurikulum geografi berkearifan lokal untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) pada kawasan upland Bali dan implikasinya terhadap sikap kosmosentris siswa / Ida Bagus Made Astawa

Astawa, Ida Bagus Made (2016) Pengembangan kurikulum geografi berkearifan lokal untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) pada kawasan upland Bali dan implikasinya terhadap sikap kosmosentris siswa / Ida Bagus Made Astawa. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Astawa, Ida Bagus Made. 2015. Pengembangan Kurikulum Geografi Berkearifan Lokal untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Kawasan Upland Bali dan Implikasinya terhadap Sikap Kosmosentris Siswa. Disertasi, Program Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., Pembimbing (II) Dr. Achmad Amirudin, M.Pd., Pembimbing (III) Drs. I Komang Astina, M.S., Ph.D. Kata kunci: Pengembangan, kearifan lokal, curriculum improvement, kawasan upland, Model Beauchamp, sikap kosmosentris. Menghadapi globalisasi, tidak ada satu bangsa atau masyarakat yang mengharap kehilangan jati diri. Hal itu juga tercermin dari visi pendidikan masyarakat dan Disdikpora Bali, serta tuntutan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dilihat dari fisiknya sebagai ekologi pulau kecil, Bali membutuhkan insan-insan berwawasan lingkungan (kosmosentris) dengan kearifan lokalnya yang dewasa ini terindikasi telah mulai memudar. Sementara, guru belum memiliki pedoman untuk mengakomodasi kearifan lokal dalam pembelajaran sebagai usaha membentuk insan-insan kosmosentris. Geografi merupakan mata pelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang salah satu tujuannya adalah membentuk kemampuan siswa untuk bersikap secara bertanggungjawab dalam menghadapi masalah ekologi. Memperhatikan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan tujuan utama ÔÇÖmengembangkan kurikulum geografi berkearifan lokal beserta buku ajarnya sebagai suplemen untuk SMA pada kawasan upland Bali, serta implikasinya terhadap sikap kosmosentris siswaÔÇÖ. Penelitian didesain sebagai ÔÇÖpenelitian dan pengembanganÔÇÖ pendidikan menggunakan Model Beauchamp yang dimodifikasi dengan lingkup wilayah pada kawasan upland Bali. Data kearifan lokal dikumpulkan melalui studi eksploratif dengan wawancara, studi dokumen, studi pustaka, dan observasi, yang selanjutnya dianalisis secara logika untuk menghasilkan draf I kurikulum beserta buku ajarnya. Validitas produk dihasilkan melalui validasi ahli (draf II). Kelayakan produk diperoleh melalui Focus Group Discussion (draf III). Efektivitas produk diperoleh melalui uji lapangan terbatas pada dua SMA di kawasan upland (Bali Utara dan Bali Selatan) yang ditentukan secara purposif. Hasil uji lapangan selanjutnya dievaluasi, termasuk implikasinya terhadap sikap kosmosentris siswa. Hasil evaluasi disempurnakan untuk menghasilkan Kurikulum Geografi SMA Berkearifan Lokal yang valid, layak, dan efektif. Hasil studi eksplorasi mengidentifikasi 24 kearifan lokal yang bersifat kosmosentris. Dari 24 kearifan lokal tersebut hanya 15 yang relevan sebagai suplemen pengembangan Kurikulum Geografi Berkearifan Lokal untuk SMA pada kawasan upland Bali beserta Buku Ajarnya (Draf I). Hasil validitas ahli terhadap Draf I untuk menghasilkan Draf II menyimpulkan bahwa produk yang dihasilkan memiliki validitas, baik dilihat dari desain dan kesesuaian antar komponen produk; substansi materi kearifan lokal; maupun kesesuaian antara tujuan, bahan pelajaran, dan cara pembelajaran. Hasil Focus Group Discussion (FGD) terhadap Draf II untuk menghasilkan Draf III menyimpulkan bahwa produk yang dihasilkan memiliki kelayakan untuk diimplementasikan, baik dilihat dari sisi pembelajaran; kebutuhan masyarakat Bali; kepatutan materi dalam menjaga keutuhan NKRI; maupun dalam memerankan peran konservatif, kritis evaluatif dan kreatif (untuk kurikulum). Kelayakan produk juga dapat dilihat dari sisi Standar Isi (SI), Standar Proses (SP), Standar Kompetensi Kelulusan (SKL), dan komponen-komponen buku siswa. Hasil uji coba lapangan terbatas terhadap Draf III menyimpulkan bahwa produk yang dihasilkan memiliki efektifitas untuk diimplementasikan dalam pembelajaran, baik dari sisi persepsi guru maupun pembelajaran yang terimplementasikan. Pengimplementasian produk juga berimplikasi secara signifikan terhadap sikap kosmosentris siswa. Revisi yang dilakukan terhadap hasil validisi ahli, FGD, dan uji coba lapangan terbatas, menghasilkan ÔÇÖmodel kurikulum geografi SMA berbasis kearifan lokal kawasan upland BaliÔÇÖ. Model ini merupakan kurikulum suplemen (improvement curriculum) yang orientasinya menekankan pada penanaman nilai-nilai kearifan lokal yang berkearifan lingkungan (kosmosentris). Berkenaan dengan model kurikulum yang telah dikembangkan tersebut, pemanfaatan produk dalam pembelajaran sebaiknya tidak memisahkan antara kurikulum dengan buku ajarnya. Desiminasi produk dapat dilakukan melalui jalur pemerintah, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Bali, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Program Praktek Pengalaman Lapangan. Memperhatikan uji coba lapangan dalam Penelitian dan Pengembangan ini, pengujian dalam skala yang luas penting dilakukan untuk meningkatkan reliabilitas produk. Pengembangan kurikulum juga penting dilakukan pada kawasan lowland Bali mengingat kompleksitas permasalahan lingkungan lebih tinggi dibandingkan kawasan upland. Selain itu, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mendapatkan tanggapan siswa terhadap produk yang dihasilkan, sehingga efektivitasnya juga dapat diperoleh dari peserta didik sebagai salah satu komponen pembelajaran.  

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Geografi (GEO) > S3 Pendidikan Geografi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jan 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/64888

Actions (login required)

View Item View Item