Pengaruh budaya organisasi, learning organization, komitmen organisasional, pemberdayaan masyarakat terhadap kinerja UMKM (studi kasus UMKM di Kabupaten Minahasa Selatan) / Johny Tarore

Tarore, Johny (2015) Pengaruh budaya organisasi, learning organization, komitmen organisasional, pemberdayaan masyarakat terhadap kinerja UMKM (studi kasus UMKM di Kabupaten Minahasa Selatan) / Johny Tarore. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK JohnyTarore,2015.Pengaruh Budaya Organisasi, Learning Organization, Pemberdayaan Masyarakat, dan Komitmen Organisasional terhadap kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika. MSi,MA., (II) Prof.Dr. Budi Eko Soetjipto.,M.Si.,M.Ed.,(III) Dr. Sri Umi Mintarti Widjaya.,SE.,M.P.Ak Kata kunci:budaya organisasi,learning organization,pemberdayaan masyarakat,komitmen organisasional,kinerja UMKM. Usaha mikro kecil dan menengah merupakan tulang punggung perekonomian nasional, data empiris menunjukkan kontribusi terhadap perekonomian nasional adalalah 57, 95 % yakni 4.303,57 triliun, dengan nilai total investasi Rp 830,9 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) tenaga kerja yang terserap oleh UMKM mencapai 110,80 juta orang. (Data olahan Kementerian koperasi dan UMKM 2013) total UMKM di indonesia mencapai 56,5 juta unit, setara 99,9 persen dari total unit usaha di indonesia (sumber kompas 25 februari 2014). Dari data tersebut diatas, pemerintah memainkan peranan penting sebagai lembaga yang berperan fasilitator dari aspek pembinaan UMKM dan modal pinjaman berupa bank. Dengan berjalannya peranan pemerintah tersebut lewat UMKM maka daya serap tenaga kerja setiap tahun bertambah guna mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Kabupaten Minahasa Selatan terdiri dari 17 kecamatanterdapat beragam usaha mikro kecil dan menengah,sebagai salah satu indikator penunjang pendapatan asli daerah (PAD),maupun penggerak perekonomian daerah tersebut.Tetapi mengalami masalah baik internal berupa (1) Kesadaran dan kemauan pengusaha untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna di perusahaan masih sangat terbatas (2) Keterbatasan modal untuk melakukan perbaikan/peningkatan teknologi (3) Kurangnya kemampuan pengusaha untuk memanfaatkan peluang usaha(4)Lemahnya akses dan terbatasnya informasi tentang sumber teknologi dan pengetahuan tertentu.maupun masalah eksternal yaitu (1) Proses alih teknologi kepada UMKM belum optimal, antara lain keterbatasan tenaga pendamping di lapangan (2) Skim pembiayaan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk pembelian mesin-mesin baru untuk UMKM masih terbatas misalnya sistem leasing dan sewa beli mesin/peralatan di satu pihak masih terbatas, dan dipihak lain belum banyak dimanfaatkan oleh UMKM karena tidak kompetitif. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis (1) Budaya organisasi terhadap Komitmen organisasional (2) Learning organization terhadap Komitmen organisasional (3) Pemberdayaan Masyarakat terhadap Komitmen Organisasional (4) Budaya Organisasi terhadap kinerja UMKM(5)Komitmen Organisasional terhadap kinerja UMKM (6) Learning Organizationterhadap Kinerja UMKM (7)Pemberdayaan masyarakat terhadap Kinerja UMKM Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuantitatif dengan 354 sampel pemilik perusahaan (untuk variabel kinerja UMKM) dan karyawan (untuk variabel budaya organisasi,learning organization,pemberdayaan masyarakat dan komitmen organisasional) pada perusahaan UMKM di 17 kecamatan Kabupaten Minahasa Selatan. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah SEM (structural equation modelling).Dengan menggunakan uji CFA (Confirmatori faktor Analisis).Kemudian masuk pada pengujian model dengan membandingkan kriteria keselarasan model. Hasil penelitian ini membuktikan lewat uji CFA (confirmatory factor anlysis) telah mengeliminasi dua manifes variabel budaya organisasi yaitu X1.1X1.4 dan dua manifes Variabel pemberdayaan masyarakat yaitu X3.4, X3.5 ,dan enam manifes kinerja UMKM yaitu Y2.1,Y2.2,Y2.6,Y2.7,Y2.8,Y2.10.Dalam simulasi pengujian model awal sebagai dasar dari uji CFA yaitu manifes ÔÇômanifes yang sudah utuh untuk di uji ternyata belum mendapat kriteria keselarasan terbaik.Kemudian pada uji model akhirdengan menggunakan persamaan structural menghasilkan temuan model penelitian yang memenuhi keselarasan sesuai dengan fakta empiris. Kesimpulan yang dapat dirumuskanadalahterdapat enam pengaruh secara langsung signifikan atau terbukti.Diantaranya : (1) Budaya Organisasi berpengaruh secara langsung terhadap Komitmen Organisasional dengan total pengaruh sebesar 0,18 (2) Learning Organization berpengaruh secara langsung terhadap Komitmen Organisasional total pengaruh sebesar 0,34 (3) Pemberdayaan Masyarakat berpengaruh secara langsung terhadap kinerja UMKM total pengaruh sebesar 0,30 (4) Budaya Organisasi berpengaruh secara langsung terhadap kinerja UMKM total pengaruh sebesar 0,15 (5) Komimten Organisasional tidak berpengaruh secara langsung terhadap Kinerja UMKM (6) Learning Organization berpengaruh secara langsung terhadap kinerja UMKM total pengaruh sebesar 0,22 (7) pemberdayaan masyarakat berpengaruh secara langsung terhadap kinerja UMKM total pengaruh sebesar 0,42.Dan satu pengaruh langsung tidak terbukti Teori variabel eksogen (budaya organisasi, learning organization, pemberdayaan masyarakat) terbukti memberikan dampak terhadap kinerja UMKM.Temuan dalam penelitian ini mengarah pada perlunya pengembangan kurikulum pembelajaran pendidikan ekonomi seperti pelatihan, maupun proses pendampingan,sebagai upaya untuk peningkatan sumber daya manusia.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP) > S3 Pendidikan Ekonomi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 27 Jul 2015 04:29
Last Modified: 09 Sep 2015 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/64804

Actions (login required)

View Item View Item